ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Tujuh Sembilan


__ADS_3

Hari ini Aka sudah diperbolehkan pulang oleh dokter Indra. Dengan catatan mulai mengatur pola hidup yang sehat, sebab Aka merupakan seorang dokter yang pastinya sudah paham jika ia kembali menjalani rutinitasnya yang berantakan.


Orang tua Aka tak bisa datang untuk menjemput di karenakan mereka harus keluar kota meninjau beberapa klinik keluarga di sana, jadilah kini Aka di dampingi oleh istri palsunya yang cekatan dalam mengurus Aka tanpa perlu bantuan mertuanya.


"Akhirnya, sampai di rumah," ujar Aka senang saat memasuki rumah yang sudah sangat ia rindukan. Dan mulai kini ia sadar kalau menjadi pasien itu sangat tidak enak.


"Langsung ke kamar Mas, istirahat," ingat Fathia.


Tak mau membantah Aka melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju lantai dua tempat kamarnya berada di iringi Fathia.


"Kamu istirahat dulu di sini, aku tinggal ke bawah ya mau masak soalnya," kata Fathia menaruh barang bawaan.


"Bibi aja yang masaknya, kamu di sini aja temani aku," rengek Aka.


"Nggak bisa Mas, bibi itu lagi ngurus cucian.Cuma sebentar kok ya," bujuk Fathia.


Aka cemberut layaknya anak kecil yang akan di tinggal pergi oleh ibunya. "Kiss dulu!" pinta Aka menunjuk bibir.


"Muach"


"Udah, aku ke dapur dulu ya, mau masak spesial buat kamu."


Fathia mulai mengambil alih dapur tanpa bantuan bi Runi. Sengaja untuk mengalihkan pikirannya dan juga hatinya yang masih merasa kehilangan sang ibunda. Fathia takut kalau nanti di dekat Aka ia tak mampu untuk menahan tangisnya.

__ADS_1


Fathia sengaja masak banyak siang ini sekaligus untuk makan malam nanti jadi tinggal di panaskan saja. Masakannya matang Fathia mengisi perutnya meski tak ada selera ia tetap memaksakan nasi harus masuk kedalam perutnya.


"Hhhaaahhh... " lega Fathia merasa urusannya di dapur beres.


"Bi, saya ke kamar dulu mau istirahat. Ini nanti makanannya tinggal di panasin aja pas mau makan malam, jadi bibi nggak perlu masak lagi," jelas Fathia.


"Baik Mbak. Itu Mas Aka nya sudah makan siang?"


"Mas Aka tadi sempat makan siang di rumah sakit."


"Ada kerjaan lain untuk saya?" tanya bi Runi yang kebingungan mau mengerjakan apa lagi sebab semua pekerjaannya sudah beres bahkan memasak makanan di ambil alih oleh Fathia.


"Nggak ada, bibi bisa istirahat."


Fathia meninggalkan bi Runi, tujuannya kini ingin istirahat sejenak.Lelah badan, lelah pikiran membuat Fathia langsung merebahkan dirinya di samping Aka yang ternyata sudah tertidur pulas mungkin efek obat yang tadi di minumnya sebelum pulang.


Fathia memeluk Aka dari belakang mencoba mencari kenyamanan agar matanya bisa terpejam barang sejenak dan melupakan rasa bersalah atas kepergian sang ibunda yang masih bersarang di hatinya.


πŸ†πŸ†πŸ†πŸ†


"Kamu kenapa sayang?" tanya Aka memeluk istri palsunya dari belakang saat Fathia tampak sedang bermenung di balkon kamar.


"Hhmm... nggak kenapa Mas, cuma lagi menikmati pemandangan malam," jawab Fathia mengelus lengan kekar Aka.

__ADS_1


"Kamu nggak lupa sama janji kamu kan,mau pakai lingerie yang kita beli kemaren?" tanya Aka berbisik di telinga Alodie palsu.


Jujur untuk saat ini ia sedang butuh waktu untuk menenangkan hatinya. Ingin rasanya menangis di pelukan Aka dan mencurahkan segala gundah gulana yang di rasakan agar beban yang menghimpit dada bisa sedikit berkurang.


"Mas?"


"Ya, honey"


"Kalau besok saja gimana? aku capek Mas. Sekarang cuma mau tidur sambil peluk kamu." kata Fathia membalik tubuhnya menatap Aka.


Aka menghela nafas kekecewaan. Tapi ia juga mengerti pastilah sang istri merasa capek karena sudah mengurus dan merawatnya di rumah sakit. Bahkan Fathia rela tidur di atas brankar berdua denganya. Tidur dalam posisi yang tak nyaman membuat tubuh akan merasakan pegal-pegal.


...----------------...


Please dukungan dan jejaknya yaπŸ₯Ί


Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


Komen πŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–Š


Favorit ❀❀❀❀


Hadiah 🎁🎁🎁🎁

__ADS_1


Terimakasih buat yang sudah memberikan semuanya. Tetap ikuti terus kisah Fathia dan Aka ya, jangan sampai di lewatkan. πŸ™πŸ˜˜πŸ˜™


__ADS_2