ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Lima Dua


__ADS_3

Fathia mengiringi kepergian suaminya dengan lambaian tangan dan mobil Aka bergerak menjauh meninggalkan halaman rumah. Fathia pun kembali kedalam memasuki kamar.


"Ibu" gumamnya duduk di pinggir kasur.


Ia sangat mengkhawatirkan kondisi ibunya saat ini. Bagaimana ibu sekarang?


Pasti resah menunggu kabar darinya yang sudah menghilang selama tiga bulan lebih.


Bagaimana caranya ia bisa tau kondisi sang ibunda tanpa orang lain curiga?


Nggak mungkin kan ia datang menemui ibu atau Ciara dengan wajahnya yang sekarang lalu mengaku sebagai Fathia.


Itu akan menimbulkan masalah baru.


Fathia mulai berfikir, sambil mondar mandir layaknya setrika otaknya mencetuskan sebuah ide.


Pertama ia akan membuat sebuah akun instagram dengan identitas palsu. Lalu ia akan mengirim DM pada akun Ciara mengatakan kalau ia salah satu fans yang sempat mengikuti galang dana untuk biaya operasi bu Julanar dan sekarang ia akan menanyakan kondisi beliau.


"Akhirnya" lega Fathia setelah ia berhasil mengirim DM pada Ciara.


Satu menit, setengah jam dan sampai satu jam pesannya belum di baca Ciara. Fathia pasrah lebih baik sabar menunggu mungkin saja Ciara sedang sibuk syuting pikirnya. Tak mau resah menunggu Fathia memilih turun ke bawah hanya sekedar ingin mengobrol sama bi Runi.

__ADS_1


"Lagi apa bi?" sapa Fathia menghampiri.


"Ini Mbak, lagi siapin bahan masak makan siang."


"Boleh aku bantu?"


Bi Runi mengangguk tapi masih merasa tak enak.


"Santai saja, aku cuma mau belajar," alasan Fathia.


Akhirnya Bi Runi membiarkan majikannya itu ikut membantu mulai dari memotong dan mengupas sayur.


"Bi, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Fathia mencoba memulai mencari informasi.


"Bibi bisa cerita nggak Alodie itu orangnya seperti apa? mmm... maksud aku dulu aku itu seperti apa?" kata Fathia hati-hati takut Bi Runi curiga.


Ia sempat tau dari Aka bahwa Bi Runi sudah bekerja dengannya saat menikah dengan Alodie.


"Tapi Mbak nggak akan marah kalau bibi bilang jujur?" takut Bi Runi.


"Nggak!"

__ADS_1


"Dulu, Mbak itu kasar suka bentak-bentak bibi kalau mau minta sesuatu bahkan semua yang bibi lakukan serba salah. Makanya bibi takut sama mbak, ngobrol kayak gini aja dulu nggak pernah," mulai Bi Runi bercerita.


"Kalau sama mas Aka, gimana?"


"Kalau sama mas Aka, hubungan kalian kurang baik. Mbak sering pergi dari rumah berminggu-minggu tapi mas Aka nggak pernah marah, ya meski sesekali ada pertengkaran."


Fathia mulai paham akan situasi rumah tangga Alodie bersama Aka dulu. "Lalu, apa alasan aku sering pergi dari rumah?"


"Mbak itu kan artis, ya terkenalnya sih baru setelah menikah dengan mas Aka."


"Bibi bisa cerita nggak tentang aku di masa lalu?" harap Fathia bisa mengorek informasi lebih dari Bi Runi.


"Maaf mbak, bibi nggak bisa cerita banyak. Hanya itu yang bibi tau. Kenapa Mbak nggak tanya aja sama Mas Aka?"


"Sudah bi, tapi mas Aka nggak mau cerita," tutur Fathia.


"Mungkin mas Aka nggak mau kali Mbak balik kayak dulu lagi. Sekarang Mbak itu jauh berubah," terka Bi Runi.


"Mungkin. Tapi makasih ya Bi mau cerita. Maaf kalau dulu sikap aku kurang baik dan mulai sekarang akan aku perbaiki," jelas Fathia agar Bi Runi bisa merasa nyaman bersamanya.


"Ia Mbak. Mbak jadi mau belajar masaknya?"

__ADS_1


"Boleh deh, sekalian kasih tau aku makanan kesukaan mas Aka," balas Fathia penuh semangat.


__ADS_2