
Like πππ Komen πππ Favorit β€β€β€
......................
Lebih baik menahan malu dari pada menahan perutnya yang sudah keroncongan yang harus segera di isi akibat semalam sudah bekerja keras memberikan nafkah batin untuk suaminya. Dengan wajah yang tertunduk Fathia kembali duduk di meja makan sedangkan Aka memasang wajah cuek dan tak merasa bersalah.
"Kalian kayak pengantin baru," ucap Faris.
"Sudah Pah, jangan di goda lagi mereka. Kasian menantu kita sudah malu," cegah Alia.
Fathia tersenyum canggung sambil melayani suaminya.
Alia merasa bahagia dengan perubahan sikap Alodie. Ia tak menyangka jika kecelakaan membawa hikmah yang luar biasa. Bukan hanya sikap Alodie yang berubah tapi rumah tangga anaknya dan juga hubungan mereka kini semua membaik. Kalau Tuhan mau mendengar doanya Alia hanya meminta agar ingatan Alodie tak kembali.
Tapi ia tak tau saja bahwa tak seharusnya doa itu yang ia panjatkan.Bukan ingatan yang tak perlu kembali, tapi seharusnya Alodie asli yang tak perlu kembali agar kebahagiaan Aka dan istri palsunya tak terusik.
Sarapan pagi ini berjalan sepi tak ada lagi obrolan hanya dentingan sendok dan piring yang terdengar. Sebab Alia dan Faris masih melihat Alodie palsu merasa canggung dan malu.
"Habis sarapan kami balik ya," ucap Aka membuka obrolan.
"Kenapa?" tanya Alia.
"Ada berkas yang mau aku pelajari di rumah, soalnya besok clien dari Malaysia datang."
Alia mengangguk dan meneruskan sarapan tanpa ada lagi pertanyaan.
Kini Fathia sedang mengemasi pakaian mereka kemaren yang sudah di cuci dan setrika oleh ART.
__ADS_1
"Di tinggal Aja Al, biar nanti kalau nginap di sini nggak repot bawa salinan," kata Aka yang asik bermain ponsel di atas kasur.
"Nanti kalau aku mau pakai yang ini lagi gimana? lagian baju aku cuma sedikit Mas."
Benar saat pindah kerumah baru Aka sengaja tak membawa pakaian lama.Semua harus serba baru menurutnya jika ingin memulai awal yang baru.
"Ya sudah, dari sini nanti kita belanja dulu."
"Serius Mas?"
"Ia".
Fathia tersenyum sumringah.
Mereka pun berpamitan. Alia sempat sedih karena baru saja rumahnya terasa ramai tapi kini kembali sepi.Mereka tak punya anak lain selain Aka. Sebenarnya Alia sudah tak sabar untuk segera menimang cucu, tapi saat Aka dan Alodie dulu menikah ia jadi tak begitu berharap melihat tingkah laku Alodie. Ia takut jika cucunya terpengaruh akan sikap buruk seperti ibunya. Tapi kini ia sangat yakin kalau Alodie sekarang sudah pantas menjadi ibu yang baik.
"Ini cocok deh Mas, sama kemeja yang ini," kata Fathia memilih baju dan dasi untuk Aka.
"Boleh deh" jawab Aka sambil melirik ke toko sebelah yang merupakan toko lingerie.
"Jadi mau berapa pasang Mas?"
"Hhhmm... semua aja!"
"Yakin? nggak kebanyakan ini?" tanya Fathia mengangkat semua pilihannya.
Aka mengangguk dan meminta pelayan toko membungkus semua pilihan istrinya.Aka menyerahkan kartu ATM untuk membayar setelah itu ia buru-buru mengajak Fathia mampir ke toko sebelah.
__ADS_1
"Selamat datang ada yang bisa saya bantu?" sapa SPG.
"Mas, kamu mau ngapain ke sini?" heran Fathia.
"Mau beli baju haram buat malam jumat," kata Aka sambil memilih.
"Nggak mau aku pakenya!"
"Harus!"
"Ih, maksa" π
"Jadi beli atau nggak Mas, Mbak?" tanya SPG.
"JADI"
"NGGAK"
Aka dan Fathia menjawab bersamaan.
"Suit aja Mas sama Mbaknya. Nanti kalau Mas nya menang jadi belinya, kalau Mbak nya menang ya nggak jadi beli," usul SPG.
Aka dan Fathia setuju mereka mulai suit batu, gunting dan kertas. Dan di saksikan oleh beberapa SPG yang ternyata mereka tau kalau itu Alodie sang artis yang kabarnya mengalami kecelakaan tapi baru sekarang ia muncul.
...****************...
Like πππ Komen πππ Favorit β€β€β€
__ADS_1