
"Ok.Gue kesini nggak mau dengar curhatan lo. Yang penting sekarang lo happy dan rumah tangga kalian baik-baik aja gue bersyukur. Nih banyak dokumen yang harus lo tandatangani," ujar Beno memberikan setumpuk map.
"Buset, banyak amat!"
"Ho, oh soalnya kita akan launching produk barunya dua hari lagi."
"Terus ini harus di bawa ke kantor sekarang?"
"Nggak, besok gue jemput lagi kesini. Lo kabarin aja."
Fathia datang membawakan segelas capuchino dingin untuk Beno. "Silahkan Mas Ben di minum," tawar Fathia.
"Wah, bikin repot, tapi makasih loh Al kebetulan gue haus sama panas," kata Beno langsung menyeruput minumannya.
"Mas Ben udah makan siang?"
"Belum Al"
"Sekalian yuk kita makan siang. Aku sama mas Aka habis masak," ajak Alodie palsu.
__ADS_1
Tanpa basa-basi Beno langsung saja menuju meja makan di rumah saudaranya itu.
"Kenapa ajak dia segala sih?" kesal Aka.
"Jangan gitu sama saudara sendiri," kata Fathia.
Sambil menyantap makan siang Aka dan Beno masih membahas tentang peluncuran produk baru di perusahaan. Dan kata Beno Aka cukup datang ke kantor nanti saat waktu peluncuran saja karena semua persiapan dia yang urus. Kalau masalah dokumen sudah di selesaikan oleh Aka saat ia lembur kemaren jadi hanya tinggal di bubuhi tandatangan Aka. Sedangkan Fathia hanya menyimak tapi sesekali ia juga bertanya agar bisa paham dengan bisnis sang suami.
"Makasih ya makan siangnya enak," puji Beno.
"Sama-sama Mas Ben," balas Fathia.
"Nggak balik kantor?" tanya Aka.
"Nggak! gue ada janji hehehe sama calon pacar," kekeh Beno.
Aka hanya mencibir sedangkan Fathia memberikan senyum saat mobil Beno meninggalkan pekarangan rumah mereka.
"Kita siap-siap yuk Mas, kan mau keluar," ajak Fathia.
__ADS_1
🦴🦴🦴🦴
"Kenapa nggak nonton di bioskop aja sih Han?" tanya Aka saat istri palsunya sedang asik memilih film di toko kaset.
"Nggak seru Mas. Kalau dirumah kita nontonnya bisa sambil tiduran, pelukan, makan cemilan, lebih bebas gitu. Kalau di bioskop nontonnya rame-rame, akunya nggak bisa selonjoran."
Aka mengangguk-anggukan kepalanya menyetujui perkataan sang istri. Sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana kargo pendek yang di pakainya Aka dengan setia mendampingi sang istri palsu memilih film mana saja yang akan mereka tonton nanti.Puas memilih Fathia dan Aka menuju kasir setelah itu mereka lanjut membeli beberapa cemilan di supermarket terdekat setelah itu mereka kembali pulang.
"Kita solat magrib dulu yuk Mas," ajak Fathia saat mereka sampai di rumah.
Pasangan suami istri itu menunaikan ibadah di mushola kecil yang ada di rumah mereka. Lalu bergantian mereka membaca kitab suci Al Quran seraya menunggu waktu solat isya masuk.
"Mau pesan makan malam apa sayang?" tanya Aka selesai menunaikan solat isya.
"Apa aja, aku mah nggak milih-milih."
Aka mulai memesan beberapa jenis makanan lewat ponsel pintarnya.
"Mas kamu nyalain dong DVD nya, aku ke kamar dulu mau ganti baju," pinta Fathia.
__ADS_1
Sebelum menyalakan DVD Aka menutup semua tirai dan juga mematikan lampu utama rumah mereka. Biasanya itu tugas bi Runi, tapi karena bi Runi sudah ia opor ke rumah mamanya jadi kali ini tak masalah Aka yang mengerjakannya.Setelah itu ia mulai menyalakan DVD. Hampir satu jam ia menunggu bahkan film juga sudah di putar tapi istrinya tak kunjung turun.