
"Terus? eh,gue mau dong, hahaha π"
"Jangan ya Ti jangan pernah lo ambil jalan yang sudah gue lalui karena penyesalan datang di akhir dan gue nggak mau nanti lo juga merasakan penyesalan yang gue rasakan sampai sekarang," ingat Ciara.
"Ia, ia .Kan kita sudah punya solusi dari masalah ini gue cuma berdoa semoga mbak Widia mau kasih pinjam uang buat kita dan semoga juga juragan Afkar kasih gue tengang waktu buat bayar hutang," harap Fathia.
"Amin. Tuh taxi pesanan gue sampai gue pulang ya bilang ibuk maaf nggak pamit karena gue nggak mau ganggu waktu istirahat beliau."
"Ia. Hati-hati Ci, kalau sampai kabarin," kata Fathia sambil melambaikan tangan mengiringi kepergian mobil yang membawa sahabatnya pergi kembali menuju pusat kota.
__ADS_1
ππππ
"Mbak cuma ada uang 100 juta. Kamu kan tau sendiri kita lagi sama-sama berjuang apalagi Mbak seorang single parent dengan dua anak yang sudah sekolah pasti butuh biaya besar setiap hari belum lagi cicilan," jelas Widia saat Ciara bertamu kerumahnya dan menjelaskan masalah yang sedang menimpa Fathia saat ini.
Ciara hanya mengangguk lemah. "Tapi makasih loh Mbak sudah mau bantu nggak masalah kalau uangnya nggak cukup nanti aku sama Fathia coba cari pinjaman sama teman-teman lain."
Wajah Ciara tampak berseri seolah mendapatkan angin segar. Usul dari Widia sangat membantu ia dan Fathia untuk mengurai masalah mereka yang tampak seperti benang kusut. "Boleh Mbak, makasih loh idenya aku sampai nggak kepikiran."
"Ya kalian itu pikirannya sudah buntu saking stres nya mengahadapi masalah ini. Makanya kalau ada apa-apa cerita sama Mbak supaya Mbak bisa kasih solusi lah kalaupun nggak dapat membantu meringankan beban yang kalian tanggung. Kita itu sekarang keluarga meski kenalnya baru tapi Mbak yakin kalian itu anak-anak yang baik," tambah Widia.
__ADS_1
"Kita bukan nggak mau cerita, tapi takut nanti malah nambahin bebannya Mbak," jelas Ciara merasa tak enak.
"Nggak lah, Mbak juga pernah berada di posisi kalian jadi sekarang kalau ada yang butuh bantuan pasti Mbak bantu. Sudah sekarang kamu pulang gih sudah malam ini, besok pagi di kantor Mbak akan bicarakan masalah ini sama talent lain biar mereka juga bisa ikut bantu.Mbak mau hubungan kita semua bukan hanya sebatas rekan kerja, tapi juga teman, sahabat, saudara dan keluarga."
"Terimakasih Mbak, sekali lagi terimakasih. Aku sama Fathia hampir putus asa dan ternyata syukur alhamdulillah Mbak mau bantu kami. Ok deh aku pulang nanti aku sampaikan sama Fathia berita baik ini," kata Ciara memeluk wanita yang kini sudah seperti kakak baginya.
"Hhmm... hati-hati di jalan. Sampaikan juga sama Fathia kalau kalian nggak hanya hidup berdua tapi sekarang ada Mbak kakak kalian," ingat Widia mengantar Ciara ke depan rumahnya menaiki taxi online.
Saking tak sabarnya di tengah perjalanan Ciara pun langsung menelpon Fathia dan menceritakan hal yang tadi ia dan Widia bicarakan. Sekarang tinggal masalah hutang piutang yang akan Fathia pikirkan. Semangatnya kembali bangkit setelah mendapat kabar baik dari Ciara. Besok ia akan menemui juragan Afkar untuk meminta tengang waktu, ia akan mencoba sekali lagi. Malam ini Fathia berdoa dan meminta pada Allah untuk dapat melunakkan hatinya juragan Afkar tak lupa ia juga bersyukur karena Allah sudah memberikan ia jalan terbaik untuk masalah biaya operasi sang ibunda.
__ADS_1