ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
S2 bab 5


__ADS_3

"Kamu masih marah kan soal perjanjian pernikahan kita?"


"Maksudnya?"


"Soal perjanjian yang aku buat dan minta kamu tandatangani saat aku mau membatu melunasi hutang-hutang papa kamu!"


Ciara diam, jujur ia tak mengerti dengan maksud Joe.Ia pun menunggu Joe untuk menjelaskan.


"Kamu tau nggak!? yang bikin perusahaan papa kamu bangkrut itu adalah papa aku! Mama tiri kamu selingkuh sama papa aku, karena papa kamu nggak mau menceraikan mama tiri kamu, akhirnya papa aku sengaja bikin perusahaan papa kamu bangkrut."


Ciara tampak kaget, tak percaya akan cerita Joe.


"Maka dari itu aku merasa bersalah saat melihat papa kamu jatuh bangkrut dan mulai sakit-sakitan sampai meninggal. Aku juga merasa bersalah saat tau kamu harus putus kuliah karena nggak ada biaya lagi. Sebelum papa kamu meningal aku sempat datang menjenguk, minta maaf atas semua perbuatan papa aku dan aku berjanji sama beliau untuk menjaga dan bertanggung jawab atas kamu."


"Kapan? kok kita nggak ketemu? kan aku yang jagain papa."


"Saat itu kamu lagi kuliah, makanya kita nggak ketemu. Aku lanjutin lagi ya ceritanya!"


Ciara setuju.


"Saat aku dengar kamu mau jual diri untuk membayar seluruh hutang papa kamu, aku merasa marah. Kenapa harus jalan seperti itu yang kamu tempuh, padahal aku bisa memberikan kamu uang secara cuma-cuma. Tapi kamu malah menolaknya, maka dari itu aku menawarkan perjanjian itu, kamu akan melayani aku kapan pun aku mau dengan imbalan aku bayar semua hutang papa kamu juga menanggung seluruh biaya hidup kamu."


"Tapi kenapa? kenapa nggak bicarakan baik-baik saat itu?"


"Karena kamu keras kepala! harga diri kamu sangat tinggi! Kamu nggak mau menerima bantuan aku gitu aja. Bahkan setelah kita nikah pun kamu nggak mau terima uang saku dari aku, kamu masih tetap cari kerja dan ikut syuting figuran."


"Ya ia lah, aku kesal tau cuma jadi barang pemuas nafsu aja!"


"Jujur ya, dari awal hubungan kita hanya sebatas kamu balas budi sama aku. Tapi semakin lama aku semakin penasaran sama sikap kamu, kamu tuh wanita aneh yang pernah aku temui tau nggak! Sikap keras kepala kamu itu bikin aku pusing, bikin aku uring-uringan karena kamu selalu aja bantah apa yang aku bilang. Bikin aku ekstra sabar pas hadapin kamu."


"Terus?"


"Sampai akhirnya aku sadar kalau aku jatuh cinta sama kamu. Awalnya aku ingin jujur sama kamu, tapi aku terlambat!"


"Terlambat kenapa?"


"Kamu kasih aku surat! kamu minta aku untuk pergi jauh dari hidup kamu selamanya. Kamu minta aku untuk menceraikan kamu, kamu minta saat kita ketemu nanti anggap kita nggak pernah kenal. Aku sakit tau nggak bacanya! kamu tuh kayak benci sama aku, kayak marah sama aku. Seolah-olah aku ini pria bajingan!"


Ciara menggeleng. "Bukan itu maksud aku! aku hanya nggak mau pas nanti kamu menikah dengan wanita yang kamu cintai, aku jadi masalah dalam rumah tangga kamu. Aku nggak mau terus-terusan jadi wanita penghangat ranjang kamu. Aku juga pengen punya masa depan, juga pengen berkeluarga nantinya. Makanya aku minta kita pisah, karena aku pikir kamu nggak cinta sama aku," jelasnya.

__ADS_1


"Aku akhirnya pergi, karena saat aku coba hubungin, ponsel kamu nggak aktif. Aku cari di kosan juga nggak ada. Dan saat itu aku pikir mungkin kamu memang nggak ada rasa buat aku sedikitpun." Sedih Joe mengigat saat itu.


"Aku minta maaf, saat itu aku harus susul Fathia ke rumahnya di pinggiran kota."


"Sekarang semua sudah jelas, jadi apa kamu masih marah dan benci sama aku?" tanya Joe menggenggam jari jemari Ciara.


"Nggak! aku nggak marah. Malah seharusnya kamu yang marah sama aku!" jawab Ciara.


"Aku nggak bisa marah sama kamu, karena aku terlalu cinta sama kamu!"


"Bohong!"


"Bentar! aku kasih bukti," kata Joe berdiri menuju lemari mengambil satu amplop besar. "Ini," katanya memberikan pada Ciara.


"Apa ini?"


"Buka aja!"


Ciara membuka amplop itu. Di dalamnya ada beberapa buku tabungan, sertifikat rumah, juga beberapa BPKB mobil atas nama dirinya. "Apa ini?"


"Semua penghasilan aku, aku simpan buat kamu, aku juga beli mobil, rumah atas nama kamu. Karena aku yakin suatu saat kita akan ketemu lagi, dan aku akan menjelaskan semuanya sama kamu. Bahkan klub aku yang di Jakarta penghasilannya juga masuk ke rekening kamu," jelas Joe.


"Asisten kamu tau kok, sengaja dia tutupin dari kamu karena aku yang minta. Orang kepercayaan aku yang bekerja sekalian ngawasin kamu di sana."


Ciara memukul dada bidang Joe dengan kedua tangan kecilnya. "Kamu jahat! kenapa nggak hubungin aku?" rengeknya.


"Buat apa? kan kamu nggak cinta sama aku, jadi aku nggak mau ganggu hidup kamu lagi!"


"Tapikan aku sendirian di sana! kamu tau kan ibu meninggal sejak Fathia hilang!?"


"Aku tau! tapi aku juga nggak tau mau berbuat apa. Orang suruhan aku sempat cari Fathia tapi emang nggak ada bukti atau jejak lain yang bisa mengarahkan kita," jelas Joe memeluk Ciara. "Sekarang kita balikan lagi ya!?"


"Rujuk! bukan balikan!"


"Ngapain rujuk?


"Tapi kan kita udah cerai!"


"Kapan?" aku nggak pernah nalak kamu! meski kita cuma nikah sirih tapi sah loh. Bahkan aku masih nafkahin kamu! tapi nafkah batin nggak," jelas Joe.

__ADS_1


Ciara memukul kembali dada kekar itu. "Kalau itu kamu ingat ya," kesalnya.


"Dua tahun ini aku lupa, cuma tadi di ingatin sama Beno juga Aka."


"Ah, mereka berdua tuh kadang emang suka mesum," jelas Ciara duduk menyandar di sofa.


"Boleh ya sekarang aku minta nafkah batinnya?" rayu Joe.


"Tapi aku lapar!"


"Emang tadi kamu nggak makan?"


Ciara menggeleng. "Selera makan aku hilang gara-gara ketemu kamu tau nggak! bikin aku galau pas sampai sini."


"Ya udah yuk, kita ke depan cari makan di restoran. Habis itu kita kemar kamu!" ajak Joe mengulurkan tangan.


"Iihh... bisa nggak sih jangan mesum dulu!?" kesal Ciara sambil berjalan menuju restoran.


"Nggak bisa! udah lama puasa jadi harus segera di batalin puasanya," kekeh Joe.


"Papa kamu sekarang gimana kabarnya?" tanya Ciara menunggu pesanan mereka datang saat duduk di restoran yang masih bagian dari resort.


"Beliau meninggal 1,5 tahun yang lalu. Aku sempat pulang ke indonesia untuk menghadiri pemakaman papa, setelah itu aku langsung balik. Aku takut lama-lama di indo, nanti aku malah cari kamu," jelas Joe.


"O, oh," Ciara membulatkan mulutnya."Resort ini emang benar punya kamu?"


"Kenapa? nggak percaya?"


"Bukan gitu, ini kan letaknya di sebuah pulau. Pastinya bukan milik pribadi lah," jelas Ciara.


"Emang bukan milik aku sih, tapi aku punya saham di sini.Sesekali aku kesini buat kontrol, kalau yang stay di sini untuk mengelola ada orangnya," tutur Joe.


"Jadi kamu nggak tinggal di sini?"


"Nggak! aku tinggal di Manila ada beberapa klub yang aku dirikan di sana. Yuk makan," ajak Joe saat makanan sudah terhidang di atas meja. Mereka masih melanjutkan obrolan di sela-sela menikmati makanan yang tersaji.


...----------------...


Like πŸ‘ komen πŸ–Š favorit πŸ’œ hadiah 🎁

__ADS_1


Tolong dukungannya ya...


__ADS_2