
Fathia hendak melangkah lagi menuju kamar mandi, tapi ia hentikan karena penasaran ada sesuatu yang menarik untuk di buka di atas meja yang di selipkan di antara bunga mawar merah yang tampak masih segar. Ia menarik amplop berwarna putih itu dan membukanya. Ternyata sepucuk surat diperuntukkan padanya.
*Dear Baby
Bunga mawar ini melambangkan diri kamu.Terimakasih atas cinta semalam yang kamu berikan,sungguh saya tidak dapat melupakannya. Dan kamu memiliki tempat tersendiri di hati saya bukan sebagai wanita malam, tapi sebagai cinta yang salah.
Love you ๐โค*
Bibir Fathia tersenyum tipis lalu ia mencium bunga mawar itu sambil duduk di kursi meja makan dan satu lagi ia menemukan satu amplop besar segera Fathia membukanya ternyata sebuah buku tabungan dan juga satu ATM. Fathia membelalakkan matanya tak percaya seraya menutup mulutnya yang menganga melihat jumlah uang yang tertera di buku itu melebihi bayaran yang di janjikan Aka.
"1 Miliyar" gumam Fathia tak percaya.
__ADS_1
Ternyata masih ada sepucuk surat lagi di dalam amplop itu.
*Saya sengaja memberikan kamu uang lewat buku rekening dan ATM bank hanya ingin menghargai kamu, karena kamu bukan wanita malam yang menerima bayaran lewat cek atau uang tunai. pin 292929*
Bibir Fathia kembali tersenyum, sungguh manis dan menghargai sekali sikap pria semalam. Tapi terselip rasa sedih di hatinya, karena Aka pergi begitu saja. Fathia tetap merasa seperti pelacur yang di tinggal pergi setelah pembelinya merasa puas.Tak mau ambil pusing Fathia membuka tutup makanan yang ada di depannya kini.
Kali ini Fathia tertawa, kembali ia menemukan secarik surat di atas sarapan paginya.
Wajahnya memerah tersipu malu, baru saja ia sudah berfikir buruk pada Aka tapi ternyata ada alasan kalau laki-laki itu pergi meninggalkannya.Dadanya bergetar hebat meski mereka menghabiskan waktu hanya semalam Aka dapat membuat Fathia senyum sendiri. Apakah Fathia mulai jatuh cinta pada laki-laki semalam yang namanya saja ia tak tau.
Masih dengan senyumannya Fathia menikmati sarapan pagi sambil memandangi bunga mawar pemberian Aka juga melirik kembali surat yang di tulis Aka sendiri untuknya. Fathia merasa bak seorang wanita spesial.Sarapannya habis Fathia bergegas mandi dan merapikan diri sebelum pergi ia memandangi kembali ranjang tempatnya semalam dan Aka menghabiskan waktu.
__ADS_1
Fathia menghela nafas lalu bibirnya tersenyum menandakan bahwa hatinya sedikit berbunga, sungguh ia tak menyesal telah memberikan dirinya pada Aka. Pengalaman pertama yang mungkin tak dapat di lupakan nya meskipun nanti ada pria lain yang akan menjadi suaminya Fathia siap jujur mengatakan keadaannya yang sudah tak perawan lagi.
Dengan langkah yakin Fathia keluar dari kamar hotel sampai di depan taxi online pesanannya sudah menunggu di sana ia menuju apartment sebelum berangkat ke rumah sakit menemui sang ibunda.
Di apartment sendiri Ciara tampak menunggu Fathia dengan perasaan gelisah ia takut kalau Fathia akan semakin terpuruk karena sudah kehilangan keperawanannya.
"Ciara" panggil Fathia yang baru sampai.
"Gimana?"
Fathia tersenyum lebar sambil mendudukkan dirinya di atas sofa. Ciara bingung dengan sikap sahabatnya. Kenapa Fathia tersenyum layaknya orang sedang jatuh cinta? bahkan tak ada raut penyesalan di jawah nya. Tak seperti yang di rasakan nya dulu saat pertama kali Joe mengambil mahkotanya Ciara sempat menangis semalaman.
__ADS_1