
"Aku mau hari ini kamu bantuin aku di taman belakang, buat nanam bunga yang udah aku beli tapi belum sempat aku pindahin ke taman soalnya kan kemarin harus jagain kamu di rumah sakit. Habis itu kita masak bareng buat makan siang, nah sorenya kita ke toko DVD beli kaset juga beli cemilan di supermarket, malamnya kita nonton DVD di ruang keluarga sambil delivery makan malam," tutur Fathia mendongakkan wajahnya pada Aka.
"Siap sayang, tapi aku hubungi Beno dulu ya minta dia datang kesini bawa semua dokumen yang mau aku tanda tangan," pinta Aka.
π³π³π³π³
Di taman Aka membantu istrinya memindahkan beberapa tanaman yang sudah besar dan tak bisa tumbuh jika masih di dalam pot. Memang Fathia memiliki hobi baru sejak tinggal di rumah Aka. Karena tak tau mau ngapain lagi saat Aka bekerja Fathia memilih untuk mengurus tanaman dan berkebun untuk mengisi waktu luangnya.
"Capek ya Mas?" tanya Fathia mengelap peluh di kening Aka.
"Nggak sayang, cuma agak panas aja," jelas Aka karena taman mereka tak ada tempat yang teduh untuk istirahat sejenak.
"Masuk ke rumah yuk, udah terik ini mataharinya," ajak Fathia.
Aka istirahat di depan kolam berenang sedangkan Fathia menuju dapur membuatkan minuman segar untuk suaminya.
"Di minum Mas," ajak Fathia memberikan segelas jus stroberi hasil panen di kebun kecilnya tadi.
"Manis, enak" kata Aka.
"Mas, kalau kita bikin gazebo di tengah taman gimana menurut kamu?"
"Boleh, ide yang bagus itu, jadi kamu bisa istirahat di sana nggak perlu masuk rumah kalau kepanasan.Nanti aku minta Beno pesan gazebo yang udah jadi."
__ADS_1
"Makasih Mas." memeluk Aka.
"Sama-sama sayang.Jadi mau masak apa kita siang ini?"
"Mas mau makan apa?"
"Apa ya? aku bingung panas-panas gini makan apa enaknya."
"Ayam teriyaki sama tumis sayur mau nggak? nah buah yang kita panen tadi di bikin salad buah aja." Fathia memberi ide.
"Setuju!"
"Cus kita kedapur."
Aka membantu istri palsunya menyiapkan bahan masakan. Agak kaku sih, tapi Fathia senang kalau Aka bisa belajar dengan cepat saat memotong sayur dan buah.Hampir dua jam mereka berdua berkutat di dapur, awalnya Aka memang membantu istrinya tapi setelah itu ia malah bikin Fathia kerepotan saat Aka mulai menjahilinya. Fathia tak mau kalah sesekali ia membalas perbuatan Aka. Ia melumuri wajah Aka dengan tepung saat Aka lengah.
Sekarang malah Aka memeluk istrinya dari belakang membuat Fathia merasa susah bergerak.
"Lepas Mas,aku lagi masak ini," pinta Fathia.
"Masak aja, aku nggak ganggu kok cuma peluk."
Fathia pun mengalah.
__ADS_1
ting tong π
"Mas, itu ada tamu di depan," kata Fathia.
"Pasti Beno, aku kedepan bentar.Muach." Aka memberikan kecupan untuk istri palsunya sebelum pergi dari dapur.
Fathia tersenyum sambil geleng-geleng kepala dengan tingkah Aka, tapi jujur ia sangat menyukainya.Dan sekarang ia sudah terbebas dari jeratan suaminya Fathia menyelesaikan masakannya sekalian membereskan dapur yang sudah berantakan.
"Kenapa muka lo cemong-cemong gitu?" tanya Beno heran mendapati muka Aka yang putih.
"Habis bantuin istri masak gue," jawab Aka mempersilahkan Beno duduk.
"Udah bucin lo sekarang?"
"Hahaha... sialan lo. Bini gue tadi sempat nangis pas gue bilang mau ke kantor, katanya nggak mau di tinggal lagi kangen dia sama gue."
...****************...
Dukungannya dan tinggalkan jejak ya... π₯Ί
Like ππππ
Komen ππππ
__ADS_1
Favoritβ€β€β€β€
Hadiahππππ