
Hanya air mata yang mampu memahami sulitnya hati Fathia saat ini. Tak ada kata yang terucap dari mulutnya.
Memangnya kata apa yang harus ia ucapkan?
Maaf?
Terlambat!
Menyesal?
Sudah terlambat!
Jika saja kecelakaan itu tak terjadi, pasti ia dan Ibunya juga Ciara sudah hidup bersama sekarang.
Jika saja ia berusaha lebih untuk menjelaskan pada Aka siapa dirinya yang sebenarnya, pasti kesalah pahaman ini tak akan terjadi.
Jika saja ia tak egois karena cinta mungkin ibunya tak akan pergi selamanya.
Jika...
Jika...
Jika.
Hanya kata perumpamaan yang terucap kalau penyesalan sudah datang.Ya, Fathia sedang menyesali semua nya. Semua yang sudah terjadi di hidupnya kini.
Kenapa ia sampai lupa akan kondisi Ibunya?
__ADS_1
Cinta, ya cinta yang membutakan Fathia. Cintanya pada Aka membuatnya menjadi orang yang egois, cintanya pada Aka membuatnya menjadi orang yang jahat, cintanya pada Aka membuatnya menjadi penipu hebat dengan acting dan drama yang di lakoni nya di dunia nyata.
Kini Fathia menangis sambil menertawakan dirinya.
Jika orang lain menilai dirinya kini mereka pasti akan berkata: "Dibilang pintar tapi bodoh, dibilang bodoh tapi pintar."
Tapikan ia sempat menanyakan pada Ciara kondisi ibunya lewat DM akun instagram palsu.
Memang, tapi ia tak berusaha lebih keras lagi, ia terlalu terlena akan kebahagiaan semu bersama Aka. Kebahagiaan yang tiba-tiba saja bisa berakhir. Kita tak pernah tau cepat atau lambat kebohongannya pasti akan terbongkar dan ia sampai rela mengorbankan Ibunya sendiri. Anak durhaka!
Lalu sekarang apa? Ibunya sudah meninggal dan haruskah ia berlari kesana untuk memeluk dan meminta maaf untuk yang terakhir kalinya? dan mengungkapkan pada Ciara siapa dirinya yang sesungguhnya!? Tidak, tidak tidak!!!
Ciara pasti akan marah besar padanya.
Lalu bagaiman menjelaskannya pada Mas Aka, suaminya. Suami yang sangat ia cintai.Terlanjur!
Sekali lagi cinta membuat Fathia menjadi egois, jahat, penipu. Tak mau terlalu lama dan takut Aka mengkhawatirkannya Fathia menuju toilet untuk mencuci muka dan menyegarkan wajahnya.
"Aku adalah Alodie bukan Fathia!" gumamnya sekali lagi memantapkan hati untuk kembali menemui Aka.
π₯π₯π₯π₯
"Kok lama sayang?" tanya Aka pada Alodie palsu.
"Maaf ya Mas, tadi aku sempat papasan sama korban kecelakaan di depan jadinya agak pusing lihat orang luka-luka gitu. Aku istirahat sebentar di bangku taman," jawab Fathia memberikan alasan dengan tampang yang meyakinkan.
"Tapi kamu baik-baik aja kan Al?" tanya mama mertuanya.
__ADS_1
"Baik kok Mah, tapi kalau boleh aku pulang kerumah ya mau istirahat sebentar sekalian bawa cucian kotor nanti sore aku balik lagi," izinnya.
"Boleh kok Al mumpung Mama di sini bentar lagi papa juga nyusul," balas Alia.
"Mas, aku pulang ya!?"
"Boleh deh, tapi nanti janji ya baliknya sore! π₯Ί
" Ia Mas, pasti," jawab Fathia mengecup kening Aka sebelum meninggalkan ruang inap.
Hebat benar-benar hebat!
Fathia sangat hebat memerankan Alodie yang sedang amnesia di depan Aka. Ia bisa menyembunyikan keresahan hatinya. Bahkan Aka pun tak tau kalau istri palsunya itu baru saja habis menangisi ibunya yang sudah meninggal dunia.
Fathia belum meninggalkan rumah sakit. Ia masih melihat dari kejauhan saat mobil ambulan mengangkut jenazah Jualnar untuk segera di kebumikan. Sepertinya Ciara memang tak membawa Ibu angkatnya untuk singgah kerumah sebab tak ada keluarga yang akan datang menjenguk. Hanya Widia dan teman-teman se agensi yang mendampingi Ciara sampai ke pemakaman.
...****************...
Sadis banget nggak sih Fathia??
Komen dong...!
tapi dukungan dan jejaknya jangan lupa
Like πππ
komen πππ
__ADS_1
favorit β€β€β€
Hadiah πππ