
Like πππππ
Komen πππππ
Favorit β€β€β€β€β€
"Itu Alodie?" tanya Beno bingung juga tak percaya.
"Ia, dia Alodie istri gue," jawab Aka duduk di sofa ruang kerjanya.
"Nggak yakin gue, tingkahnya beda banget," tambah Beno ikut duduk di depan Aka.
"Dia amnesia setelah kecelakaan, jadi ya sekarang bisa di bilang dia Alodie yang baru," jelas Aka.
"Oh, tapi serius loh dia beda banget, apa lagi matanya teduh, adem, tulus nggak kayak Alodie yang dulu."
"Emang dia dulu gimana?" tanya Aka mulai membuka berkas yang dibawa Beno.
"Alah, kayak nggak tau aja lo tingkah bini lo," elak Beno.
"Ia sih, dia sekarang beda, gue juga sempat bingung. Dua hari ini gue berasa jadi pengantin baru tau nggak, di layani, di perhatikan juga perlakuan dan tutur katanya lembut. Mungkin karena amnesia kali ya," terka Aka.
"Eh lo kan dokter, emang amnesia bisa mengubah kepribadian seseorang gitu?" tanya Beno.
"Nggak tau juga gue, nggak ada pengalaman sama pasien amnesia," jawab Aka.
Fathia sempat mendengar obrolan itu.Sedikit demi sedikit ia mulai bisa menebak dan menggambarkan sifat dan kondisi rumah tangga Aka dengan Alodie.
"Mas, aku masuk ya," ucap Fathia dari arah luar pintu ruang kerja suaminya.
"Ya sayang," balas Aka.
"Aku bikinin kopi sekalian ganti kopi kamu yang tadi, udah dingin soalnya," tutur Fathia menyajikan minuman.
__ADS_1
"Makasih Al," pinta Beno.
Fathia mengangguk "Aku tinggal lagi ya, mau masak makan malam soalnya. Nanti kita makan bareng," ajaknya.
"Boleh," jawab Aka cepat.
Beno mengiringi kepergian Fathia dengan tatapan tak percaya. "Dia masak?"
"Masih belajar," balas Aka.
"Bukannya dia anti sama dapur?"
"Eh, lo kesini mau bahas istri gue yang berubah atau mau bahas masalah kerjaan?" tanya Aka kesal dengan Beno yang memperdebatkan perubahan sikap Alodie palsu.
"Ia deh, gitu aja marah. Tapi gue juga penasaran sama hasil masakan Alodie amnesia," ejek Beno.
Aka melempar sepupunya itu dengan pulpen yang di pegangannya.
"Ngomong lagi, gue potong gaji lo," ancam Aka akhirnya membuat Beno fokus pada kerjaan.
πππππ
"Makasih ya Al, makan malamnya enak," puji Beno mengulas perutnya yang buncit akibat kekenyangan.
"Sama-sama Mas Ben, lain kali kesini aja kalau mau makan malam," tawar Fathia.
"Jangan! kan dia sudah aku gaji. Masak di kasih makan lagi," tolak Aka.
"Sialan lo, sama saudara sendiri perhitungan," umpat Beno.
"Sudah, Mas Aka cuma becanda. Boleh kok Mas," lerai Fathia.
Beno menampilkan jejeran gigi putihnya pada Aka.
__ADS_1
"Gue pulang yak, takut ganggu acara malamnya," pamit Beno.
"Sono pergi, dari tadi kek," usir Aka mengantar Beno ke depan.
"Hehehe... ya di tawari makan enak siapa yang mau nolak coba, ya kan Al," cengir Beno meminta pembelaan Alodie palsu.
Fathia mengangguk. "Da" lambai tangan Beno meninggalkan halaman rumah Aka dengan mobilnya.
"Masuk yuk," ajak Aka mengendong Fathia ala bridal.
"Ih, Mas turunin, malu nanti ada bibi," rengek Fathia mencoba turun.
"Nggak apa-apa kan suami istri," balas Aka terus menaiki tangga menuju kamar.
"Habis makan mas, kenapa langsung ke kamar? nggak baik loh tiduran! ngapain dulu kek setidaknya beraktifitas," saran Fathia.
"Ini aku lagi aktifitas gendong kamu, dan mau ajak olahraga malam."
Sampai di kamar Aka membaringkan Fathia di atas kasur.
"Katanya mau olahraga?"
"Ia, olahraga di atas kasur," jawab Aka mulai membuka baju yang di kenakan nya.
...****************...
Tinggalkan jejak nya please π
Like πππ
Komen πππ
Favorit β€β€β€
__ADS_1