ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Enam Enam


__ADS_3

"Maksud kamu?"


"Ya kalau seandainya dia bisa membuktikan omongannya bagaimana?"


Aka menghela nafas sambil membelai kepala istrinya. Fathia tengah menyandar di pembaringan.


"Dia cuma nggak terima kamu amnesia dan melupakannya, dan dia sengaja mempengaruhi kamu untuk nggak percaya sama aku. Jadi dia nggak akan bisa buktikan apa-apa."


Fathia memeluk suaminya. Haruskah ia senang atau sedih? Hatinya merasa bersalah sudah membohongi pria sebaik Aka.Seperti orang jahat ia membodohi Aka dengan drama dan acting nya,tapi cinta dan perhatian untuk sang suami tulus adanya tanpa sandiwara.


"Kita kerumah sakit sekarang?" tanya Aka mengurai pelukan mereka.


Hanya di jawab anggukan oleh Fathia.

__ADS_1


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Dokter saraf sudah memeriksa keadaan Fathia atau Alodie palsu setelah Aka menceritakan kejadian tadi pagi. Entah dokternya yang kurang pintar atau acting Fathia yang sangat hebat hingga dapat meyakinkan si dokter kalau ia benar mengalami Amnesia.


"Wajar kalau istri anda kembali bingung dan frustasi, sebab ia tidak tau siapa dirinya.Tugas anda sekarang meyakinkan istri anda dengan cara mengulang kembali memori lama yang paling berkesan saat dulu kalian bersama, itu akan memancing ingatannya kembali," jelas dokter Viko pada Aka.


Aka bingung, tak ada satupun kenangan indah yang pernah tercipta di antara mereka dulu.Bagaimana caranya ia mau membangkitkan lagi ingatan Alodie. Tapi kalau boleh jujur Aka sebenarnya tak ingin ingatan Alodie kembali, ia lebih bahagia dengan Alodie yang sekarang.


"Terimakasih dok,kami lanjut ke dokter Labib dulu," pamit Aka membimbing istrinya.


"Keadaannya baik-baik aja kata dokter Viko, emang sedikit frustasi sih tapi nggak sampai stress."


"Bagus lah, takutnya nanti akan memperburuk kondisi Alodie, sebab di awal kesadarannya ia juga sempat frustasi dan menolak saat lo bilang dia Alodie."

__ADS_1


Aka dan Labib seumuran dan cara bicara mereka terdengar santai, kadang juga terdengar profesional.


"Al, ayo ikut suster dulu, kita lakukan pemeriksaan ya," ajak Labib.


Fathia di bantu oleh suster berbaring di atas brankar.Lalu dokter Labib menyiapkan alat-alat yang di perlukan nya untuk pemeriksaan Fathia. Aka sudah menceritakan pada Labib soal Fathia atau Alodie palsu yang akan kembali kedunia entertainment. Tapi sebelum dokter Labib memberikan izin untuk istrinya boleh melakukan aktifitas di luar maka Aka pun tak mengizinkan.


"Sesuai yang saya jelasan saat cek up terakhir, dua bulan lagi Alodie sudah dinyatakan sembuh. Tak perlu lagi cek up rutin hanya nanti sebulan sekali kita lakukan perawatan, itu saja," kata Labib kembali duduk di kursi kerjanya.


Fathia yang mendengar ikut senang. Ia sudah tak sabar untuk segera kembali bergaya dan beracting di depan kamera. Satu lagi, ia ingin secepatnya bisa bertemu dengan Ciara di lokasi nanti dengan cara ia harus bisa membuat managernya bekerja sama dengan agensi Widia.


"Sudah boleh pakai make up dok?" tanya Fathia.


"Boleh, tapi kalau bisa kamu punya make up artis sendiri nanti jika sudah mulai syuting."

__ADS_1


"Ada lagi nggak?" tanya Aka memastikan sebelum pulang.


"Ya, paling jangan terlalu lama di bawah sinar matahari dan hindari sinar matahari langsung," tambah Labib.


__ADS_2