ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
100


__ADS_3

"Maaf ya Mas, kalau boleh aku kasih solusi, gimana kalau aku aja yang jadi bintang iklannya? kasih kesempatan buat orang advertising bikin konsep baru," tawar Alodie palsu.


Aka dan Beno memikirkan usul Alodie palsu. "Boleh!Bapak kami beri waktu sampai besok siang untuk bikin konsep baru, habis jam makan siang kita meeting," kata Aka di setujui Beno.


"Terimakasih Pak, kami janji akan bikin konsep baru dan kita akan syuting secepatnya.Bu, Terimakasih sudah mau membantu kami besok kita sekalian bicarakan kontraknya," ujar orang advertising senang sekaligus lega.


"Nanti biar management saya yang hubungi Bapak," kata Fathia seraya tersenyum.


"Sekali lagi Terimakasih. Kalau begitu saya boleh kembali ke kantor?"


"Silahkan, tapi ingat ya Pak, besok selesai jam makan siang kami tunggu," ingat Beno pada orang advertising saat mengantar orang itu menuju lift.


"Bikin pusing," keluh Aka.


"Yang penting masalahnya beres kan Mas, kita tunggu besok," ujar Fathia menggelus lengan Aka


"Ia Al, tapi dia bikin aku rugi. Satu pun produk yang sudah di pasarkan belum ada yang laku terjual," kesal Aka.


"Sabar Mas." Fathia berusaha menenangkan suaminya.


πŸ§…πŸ§…πŸ§…πŸ§…


Malam hari mereka sedang bersantai di teras belakang rumah sambil menikmati cuaca malam hari yang sedang hujan di temani secangkir kopi dan teh panas.


"Jadi kapan keluarga Mas Adnan pindah?" tanya Fathia yang duduk dalam pelukan Aka.


"Katanya pas libur mau lihat-lihat beberapa rumah yang di rekomendasikan Beno, kalau nemu yang pas secepatnya mereka pindah."


Tanggapan Fathia hanya menganggukkan kepala.


"Besok jadwal kamu kontrol sama dokter Labib kan?" tanya Aka.


"Ia Mas, sekalian tebus obat. Bosan deh Mas minum obat tiap hari kapan sih aku berhenti konsumsi obatnya," keluh Alodie palsu.


"Sabar dong sayang, kamu itu beruntung loh proses penyembuhannya lumayan cepat kalau orang lain bisa bertahun-tahun. Besok kita tanya lagi sama dokter Labib ya," bujuk Aka.


"Ho-oh, kita ke kamar yuk, udaranya makin dingin," ajak Alodie palsu.


"Ok biar aku yang bawa gelas kotornya."


🍳🍳🍳🍳


"Al, makasih loh makan siang kemaren, enak banget. Oh ya masakan lo itu rasa masakan sahabat gue yang sering gue ceritain itu," kata Ciara saat bertemu Alodie palsu di lokasi syuting.


Fathia hanya tersenyum.

__ADS_1


"Hhmm hhaahh gue jadi kangen deh sama dia," ujar Ciara dengan nada sedih.


Fathia pun langsung memeluk Ciara. "Kalau kamu kangen sama Fathia peluk aku aja dan bayangin kalau aku dia," kata Alodie palsu.


Ciara membalas pelukan Alodie palsu sambil memejamkan mata ia membayangkan sedang memeluk Fathia. "Makasih."


"Jangan sedih lagi, kan sekarang ada aku," hibur Alodie palsu. "Yuk kita teke lagi."


🍬🍬🍬🍬


"Konsepnya beres kok Pak, tapi kami butuh Pak Aka juga ikut membintangi iklan ini," pinta orang advertising namanya Tio.


"Maksudnya?"


"Karena istri anda setuju sebagai talent iklan ini, bagaimana kalau Pak Aka juga ikut mendampingi sebagai suami juga sebagai pemilik Akafarma yang memproduksi produk susu ini sesuai dengan konsep kami," pinta Tio.


"Bisa jelaskan konsepnya?"


"Sederhana, anda seorang dokter juga pemilik Akafarma mengunakan produk susu ini sebagai penunjang program hamil istri anda.Kami rasa iklannya akan sukses," jelas Tio.


Aka dan Beno berfikir sejenak. "Setuju," putus Beno.


"Lo yakin?" tanya Aka.


"Yakin gue, meski tampak simpel gue rasa orang-orang akan tertarik dengan produk kita. Apa lagi lo sendiri yang mengiklankan produk ini."


"Besok Pak, selesai syuting kita langsung photoshoot."


Meeting siang ini berakhir. Aka akhirnya bisa bernafas lega karena syuting iklan produknya bisa di lakukan secepatnya. Alodie palsu pun sudah mendapatkan kabar dari Mita kalau esok ia akan syuting iklan dan kontraknya sudah di urus Rike.


🍩🍩🍩🍩


Alodie palsu berjalan mengendap-ngendap hendak mengagetkan Ciara yang sedang fokus menatap layar ponselnya.


"Hhaayoo lagi liatin foto siapa?" ujar Alodie palsu muncul dari belakang Ciara yang tengah duduk di kursi santai lipat.


"Heh bikin gue kaget aja lo," kesal Ciara menyembunyikan ponselnya. "Udah kelar take adegannya?"


"Udah dong." Alodie palsu duduk di sebelah Ciara. "Siapa sih yang tadi? pacar kamu ya?"


Ciara menggeleng "Bukan siapa-siapa!"


"Kalau bukan siapa-siapa kenapa di pandangin segitunya? lagi kangen ya?!"


Ciara hanya tersenyum malu dan ia mengangguk.

__ADS_1


"Ya bilang dong sama dia kalau lagi kangen!"


"Lo nggak ngerti! Ada cerita antara gue sama dia sampai akhirnya kita berpisah dan sekarang gue nggak tau dia di mana."


"Oohh." Fathia mengangguk paham. Sekarang ia tau siapa pria yang sedang di rindukan Ciara.Tak perlu lah ia menanyakan lebih rinci.


"Besok gue mau ke makam ibuk, lo jadi mau ikut?" tanya Ciara.


Fathia mengangguk cepat "Ia tapi agak sorean ya soalnya aku ada syuting iklan pagi sekalian photoshoot.


"Beres, ntar lo kabarin gue kalau syutingnya beres."


" LANJUT TAKE SCENE 100" teriak kru.


"Eh giliran kita lagi tuh," kata mereka hampir bersamaan.Lalu mereka pun tertawa.


🍿🍿🍿🍿


Berada di depan kamera bukan hal baru bagi Akalanka sang pengusaha muda. Ia sudah sering melakukan wawancara dengan media bahkan juga melakukan pemotretan untuk majalah bisnis. Tapi kali ini melakukan sebuah adegan bersama sang istri di satu set cukup membuat Aka bingung dan gugup. Ada rasa canggung ketika ia harus beradegan mesra meski dengan istrinya sendiri.


"Santai aja Mas, anggap aja kita lagi di rumah," kata Fathia.


"Malu tau Al, di lihat banyak orang gini. Aku mah biasanya cuma bahas masalah bisnis kalau di depan kamera," jelas Aka.


Fathia menutup mulutnya menahan tawa, ternyata sikap Aka yang malu-malu sangat lucu baginya. "Sama aja Mas, harus PD!"


"Beda honey, kalau di wawancara soal bisnis aku bisa PD karena itu kemampuan aku,dunia aku, tapi ini pertama kalinya buat aku loh."


"Kita coba sekali lagi ya, aku yakin kali ini kamu bisa. Cuma satu kali take ok kita lanjut photoshoot. Tarik nafas dari hidung lalu pelan-pelan hembuskan lewat mulut, coba deh kamu pasti lebih tenang," ujar Fathia meyakinkan Aka.


Aka melakukan hal yang diperintahkan istrinya menarik nafas dalam dan membuangnya. Beberapa kali Aka lakukan dan rasa gugup nya mulai reda ia pun merasa yakin untuk kembali ke set. Kali ini Aka yakin ia pasti bisa menyelesaikan syuting iklan dalam satu take.


"BUNGKUS!" teriak sutradara dan semua kru bersorak menandakan pengambilan gambar selesai dan memenuhi ekspektasi sutradara.


Alodie palsu dan Aka pun berpelukan merayakan keberhasilan mereka berdua. Lanjut sesi photoshoot Aka sudah tak merasakan gugup sama sekali bahkan kali ini ia merasa jauh lebih santai dan sangat menikmati momen. Sesi photo berjalan lancar tanpa ada kendala seperti take adegan tadi.


......................


Hay hay πŸ‘‹πŸ˜„ akhirnya up date juga.


Dukungannya dong juga tinggalkan jejak biar author makin semangat menulis dan up date.


LikeπŸ‘πŸ‘πŸ‘


komenπŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–Š

__ADS_1


favoritπŸ’œπŸ–€πŸ’š


hadiah 🎁🎁🎁


__ADS_2