ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Sembilan Empat


__ADS_3

"Kamu hebat sekarang Al, sangat luwes di depan kamera tidak seperti dulu," puji fotografernya.


"Terimakasih," balas Fathia senang dan bangga.


"Al, kita ada sedikit wawancara dengan pihak majalahnya. Bisa luangkan waktu 30 menit?" tanya Rike.


"Boleh!"


Fathia melakukan wawancara singkat dengan pihak majalah yang membahas tentang kehidupannya nan sekarang setelah mengalami kecelakaan dan tentang kondisinya yang amnesia.Fathia kembali memainkan perannya sebagai Alodie palsu setiap pertanyaan ia jawab dengan sangat meyakinkan.


Wawancara selesai Fathia di temani Mita untuk berganti pakaian.


"Mbak, besok jadwalnya akan mulai padat," ingat Mita.


"Mit, tolong kamu atur, saya akan mulai bekerja dari jam 8 pagi dan pulangnya paling telat jam 7 malam."


"Baik Mbak, akan saya atur kembali schedule Mbak Alodie setelah itu akan saya sampaikan pada Mbak Rike."


"Terimakasih ya Mit."


πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•


"Jadwal untuk besok kita ada syuting iklan di mulai jam 8 sesuai permintaan Mbak. Setelah itu kita ke kantor management ketemu PH yang mau menawarkan Mbak untuk main sinetron baru, istirahat makan siang ,jam setengah dua kita syuting talk show, habis itu Mbak bisa pulang," kata Mita membacakan jadwal Alodie palsu saat mereka di perjalanan menuju kantor Aka.


"Terimakasih Mit. Kamu mau langsung pulang atau ikut saya ke kantor sebentar?"


"Mbak nya lama nggak?"


"Nggak cuma mau makan siang bareng Mas Aka habis itu pulang."


"Aku ikut aja deh."


"Pak, kita berhenti di satu restoran ya, saya mau pesan makanan dulu," pinta Fathia pada supir.


Di restoran Fathia di temani Mita memilih beberapa menu makanan untuk ia dan sang suami tak lupa juga untuk Mita dan supir pribadinya. Fathia juga memesankan makanan untuk Beno. Sambil menunggu pesanannya datang Fathia sempat berfoto bersama orang-orang yang ada di sana dan para pegawai restoran tak mau ketinggalan.


"Baik banget ya Alodie itu sekarang, dulu mana mau dia di ajak foto."


"Ia mana ramah lagi,mudah senyum, nggak kayak dulu tampangnya ngesalin."


Kata orang-orang setelah kepergian Fathia. Alodie asli memang terkenal dengan kesombongannya sejak menikah dengan Aka. Bahkan ia tak malu untuk marah-marah di depan umum jika ada orang yang mau foto bareng.Bahkan ia sampai menyewa dua bodyguard untuk mengawalnya di setiap kegiatan.


πŸ‹πŸ‹πŸ‹πŸ‹


"Kok nggak kasih kabar kalau mau kesini?" tanya Aka menghampiri istrinya dan memeluk.


"Sengaja, tadi aku pikir pemotretannya lama, eh ternyata cepat jadi aku kesini aja deh mau makan siang sama Masaka tercinta," ujar Fathia mengangkat box makanan di tangannya.


"Makan dulu yuk, masih panas ini aku pesannya di restoran dekat kantor tadi," ajaknya membawa Aka duduk di sofa ruang kerja suaminya.

__ADS_1


"Sama siapa ke sini?"


"Sama Mita Mas, tuh dia lagi makan juga di meja depan," tunjuk Fathia keluar ruangan Aka.


"Ini satu lagi buat siapa?"


"Buat Mas Ben."


"Beni nya masih kerja sayang, dia lagi wawancara beberapa calon sekretaris."


"Buat kamu?"


Aka mengangguk sambil mengunyah makanan yang di suap kan istrinya.


"Nanti saat Beno udah nikah dia nggak mungkin kerja jadi asisten atau sekretaris aku lagi, malu dong sama keluarga Biya," jelas Aka.


Fathia hanya geleng-geleng kepala lalu tersenyum. "Ternyata harga diri kamu tuh benar-benar tinggi ya Mas. Omongan dan pandangan orang itu sangat penting buat kamu."


"Aku cuma nggak mau aja nanti Beno di anggap rendah di mata keluarga Biya. Meski Beno nggak pernah minta jabatan sama aku di kantor ini, tapi sebagai keluarga aku mau Beno di hargai apa lagi dia akan jadi seorang suami."


Fathia menganggukkan kepalanya sambil mengunyah makanan di mulut. "Tapi kali ini aku setuju sih, ya walupun dokter Biya dan orang tuanya nggak masalah kalau Mas Ben cuma asistennya seorang Akalanka tapi kan kita nggak tau kata keluarganya yang lain nanti.


"Itu yang aku maksud!"


Bergantian Fathia menyuap makan siangnya dan juga menyuapi sang suami.Di iringi obrolan makan siang mereka pun habis.


"Nggak bareng aku aja?"


"Nggak ah, kamu lama. Lagian di rumah aku mau bikin vidio endorse."


"Ya udah deh, hati-hati di jalan ya," kata Aka memeluk erat istrinya.


"Hhem-eemm"


"Muach" mereka saling mengecup bibir sekilas.


Fathia di antar Aka keluar dari ruangannya.


"Loh, Al udah mau pulang aja," tanya Beno pas mereka papasan.


"Ia nih Mas Ben, habis temanin Mas Aka makan siang, sekalian aku juga beliin tadi buat Mas Ben."


"Wah, makasih banyak loh Al, jadi enak," tambah Beno cengengesan.


"Bye Masaka, Mas Ben," ujar Fathia melambaikan tangan.


🍊🍊🍊🍊


"Hhhmm aahhh lebih cepat sayang, sedikit lagi," pinta Aka sudah tak tahan menembakkan diri di dalam tubuh istrinya.

__ADS_1


Fathia semakin mempercepat gerakan pinggulnya. Ia pun sudah tak tahan, rasanya di bawah sana ingin segera meledak. Ritme yang di ciptakan Fathia. membuat Aka mengerang tak tertahankan begitu pula Fathia, bahkan ia sampai mengigit bahu suaminya menahan nikmat yang sudah sampai di puncaknya.


"Ma, af Mas, aku sampai gigit kamu,"pinta Fathia. terengah-egah sambil memeluk Aka.


"It's ok honey," balas Aka mengusap punggung polos istrinya. "Kita bersih-bersih dulu habis itu istirahat ya, aku nggak mau kamu kecapekan," tambahnya lagi.


Malam ini mereka habiskan untuk kembali menyatukan diri bersama cinta sebab seminggu belakangan Aka harus libur.


"Gendong, capek," rengek Fathia.


Aka membawa istrinya menuju kamar mandi dan segera membersihkan diri. Setelah itu Aka membantu Fathia mengeringkan rambut.


"Capek ya?" tanya Aka saat mereka sudah merebahkan diri di kasur.


Fathia mengangguk di dada Aka. "Mas,besok mungkin aku nggak bisa temanin kamu makan siang, ngga apa kan?"


"Nggak masalah Han, lagian besok aku juga kayaknya sibuk di kantor. Mau meeting sama advertising membahas konsep iklan produk baru kemaren," jelas Aka mengelus rambut hitam istrinya.


"Tapi kamu nggak sampai lembur lagi kan?"


"Nggak sayang!"


"Kalau sempat aku mampir ke kantor, tapi kalau nggak aku kirim makanan aja."


"Terserah kamu, kasih kabar aja besok.Tidur yuk, nanti kamu kelelahan loh kurang istirahat," ajak Aka.


"Kamu yang bikin aku kelelahan," ujar Fathia kesal.


"Tapi enak kan?"


Fathia merasa malu ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Aka.


"Ih, malu-malu kayak anak perawan aja di polosin," goda Aka.


Fathia hanya diam mempererat pelukannya. Dia akui dalam hati kalau Aka lah pria pertama bagi dirinya. Sejak sekolah dan kuliah Fathia tak pernah jatuh cinta. Kalau pun ia suka pada beberapa lelaki itu wajar tapi ia tak memilik perasaan lebih jauh lagi. Hanya sebatas rasa suka dan mengagumi. Tapi Aka berbeda, sejak malam Aka merenggut kesuciannya dan memperlakukan Fathia layaknya wanita yang dia inginkan, Fathia menjatuhkan cintanya pada pria yang kini berada di hidupnya.


...----------------...


Tinggalkan jejak dan beri dukungan nya ya... πŸ₯ΊπŸ₯Ί


LikeπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


KomenπŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–Š


Favoritβ€πŸ’šπŸ–€πŸ’œ


Hadiah🎁🎁🎁🎁


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2