
Happy Reading..
______
Felisha yang melihat Farel ada di parkiran segera menghampirinya, ada hal yang ingin dia katakan padanya.
"Permisi, Kak." Sapa Felisha lirih menghentikan Farel yang hendak membuka pintu mobilnya.
"Ya, ada apa Feli? Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Farel.
Felisha masih terlihat bingung, entah darimana dia akan memulai untuk bicara. Felisha hanya mau berterima kasih karena Farel telah menolongnya saat itu, jika saja tidak ada Farel mungkin sekarang dia sudah dalam kehancuran sebagai seorang gadis.
Felisha yang masih terdiam membuat Farel bingung, "Felisha, apa ada masalah? " Tanyanya lagi dan berhasil mengejutkannya.
"Hem..., Hem..., kak Farel, terima kasih. " Felisha tertunduk malu, malu karena dia terlalu bodoh. Bisa-bisanya dia mengikuti saran yang pernah di katakan oleh salah satu temannya dan berakhir dia yang akan celaka.
"Terima kasih, untuk? " Farel masih bingung, dia sudah melupakan kejadian itu, dia juga tidak mau mengingatnya karena yang di lakukan Felisha padanya waktu itu sangat memalukan untuk di ingat.
Bukan hanya berhasil menyentuh wajah Farel saja, namun Felisha yang saat itu berada dalam pengaruh obat berhasil menciumnya juga. Jadi sungguh sangat memalukan untuk di kenang.
"Terima kasih karena Kak Farel sudah menolong Felisha, kalau tidak ada kak Farel, mungkin...?" Felisha tertunduk lesu, dia sangat menyesal, tapi mau bagaimana lagi? Sekarang hanya ini yang bisa dia lakukan, menyesal, berterima kasih kepada Farel dan berusaha untuk tidak lagi datang ke tempat yang 𝘭𝘶𝘤𝘬𝘯𝘶𝘵 itu.
"Semuanya sudah terjadi, semua juga tidak bisa di putar lagi. Yang penting sekarang jangan pernah kamu ulangi untuk ke tempat seperti itu, itu tidak akan baik untuk mu bahkan untuk siapapun." Jawab Farel.
"𝘚𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩, 𝘥𝘪𝘢 𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘭𝘪𝘭𝘪𝘯𝘨𝘪 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘦𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘯𝘺𝘢, 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶? 𝘚𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘶𝘩, 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘬𝘶. " Batin Felisha sedih.
Hanya itu yang selalu membuat Felisha merasa iri pada Aisyah, Aisyah memiliki semua orang yang sayang padanya, mencintainya dan rela berjuang mati-matian untuknya, dan juga sabahat-sahabat yang sangat hebat untuk Aisyah, sementara dia? Sama sekali tak ada orang yang mau bersahabat dengannya.
__ADS_1
"Terima kasih, Kak. Kak Farel memang sangat baik. Felisha juga mau minta maaf karena saat itu? " Pipi Felisha merona saat dia ingat, meskipun tidak begitu jelas namun dia ingat kalau dia berhasil mencium Farel.
"Minta maaf, untuk apa?"
"Karena..., karena..., karena dalam pengaruh obat Felisha telah menodai kak Farel, Felisha telah mencium kak Farel, maaf. " Jawabnya dengan wajah tertunduk.
Kejadian yang ingin Farel lupakan ternyata Felisha telah mengingatkan nya, dia yang diam karena dia mengira bahwa Felisha tidak ingat namun nyatanya Felisha juga mengingatnya.
"Hem..., jangan di pikirkan, apa yang terjadi kemarin adalah sebuah musibah." Jawab Farel.
Entah itu musibah atau bukan namun tetap saja itu sudah terjadi bukan, dan Felisha adalah orang pertama yang telah mencium nya, ya meskipun bukan terdapat di bibirnya sih, hanya di bagian pipi saja.
Farel hanya bisa terus melantunkan istighfar berkali-kali saat dia kembali mengingat kejadian itu, dia hanya bisa menyesalkan meskipun dia sendiri tidak berniat seperti demikian.
"Terima kasih, Kak. Sekali lagi Felisha minta maaf." Ucapnya yang benar-benar menyesal.
"Astaghfirullah hal 'azim, bagaimana ini bisa terjadi?" Bukan hanya Farel saja yang terus beristighfar, tapi orang lain pun pasti akan mengucapkan kata yang sama jika mendengar kata itu termasuk Aisyah.
____
Aisyah termenung sendiri di bawah pancaran sinar rembulan, dia duduk di bangku berwarna putih di bawah pohon mangga yang sudah sangat tua, pohon mangga yang sudah ada sejak Tasya dan Fahmi tapi sekarang pohon itu masih berdiri dengan subur dan semakin lebat.
Tinggal beberapa hari lagi waktu yang Rayyan berikan untuk Rico, tapi sampai sekarang yang hanya tinggal tiga hari lagi belum ada kejelasan dari Rico.
Rasa takut, was-was dan juga rasa gelisah pasti Aisyah rasakan saat ini bahkan dalam beberapa hari kebelakang ini Aisyah tidak pernah bisa tidur karena memikirkan apa yang akan terjadi esok di saat waktu sudah genap satu bulan.
Meskipun Aisyah sendiri mendengar apa yang terjadi pada Farel juga Felisha tadi tapi itu tidak bisa menjadi salah satu alasan yang kuat untuk dia menolak perjodohan itu, lagian apa yang terjadi pada mereka itu karena Farel yang berniat untuk di menolong Felisha.
__ADS_1
"Bagaimana kalau bang Rico tidak bisa memenuhi syarat, apakah kita benar-benar harus berpisah dan melupakan bahwa kita pernah saling kenal? Bahwa kita pernah dalam satu mimpi dan dari komitmen yang sama?" Gumam Aisyah bingung.
"Ya Allah, apakah benar-benar tak ada satu saja mukjizat untuk kisah ku juga untuk kisah bang Rico untuk bisa saling bersatu?"
Mata Aisyah seketika berkaca-kaca setelah mengatakan itu, apakah benar tidak akan ada harapan untuk nya, apakah memang benar rasa untuk Rico hanya akan berhenti di sebatas rasa saja, apakah benar mereka berdua hanya akan bisa saling memiliki cintanya saja namun tidak akan bisa memiliki semuanya.
Aisyah memandangi bintang di atas sana, seandainya dia bisa berkilau seperti mereka namun bisa bebas pasti dia akan sangat bahagia.
"Kenapa bang Rico juga sepertinya menjauh dariku, apakah bang Rico benar-benar sudah menyerah? Apakah dia benar-benar tidak mau memperjuangkan ku lagi? "
"Dek, kenapa kamu masih di sini? Ini sudah malam, cepat masuk dan istirahatlah."
Seketika tangan Aisyah bergerak dengan cepat menghapus air mata yang turun, dia menoleh dan ternyata ada Faisal yang datang.
"Bang, " Lirih Aisyah, Aisyah masih sangat enggan untuk pergi dari sana, dia ingin menikmati malam-malam yang begitu menyedihkan untuk dirinya sendiri.
"Dek, apa yang kamu pikirkan, apa ada masalah lagi? " Faisal duduk di sebelah Aisyah, menatap langit dengan sangat lekat wajah Aisyah yang terlihat sangat sendu.
"Tidak, bang. Aisyah hanya ingin mencari angin malam saja. Aisyah gerah. " Jawab nya dengan berbohong.
"Dek, apakah ada kabar baik tentang kamu dan Rico? " Aisyah menggeleng, sama sekali tidak ada kabar baik, bahkan sekarang Aisyah tak pernah bertemu dengan Rico. "Kamu yang sabar ya, Dek. Abang yakin masih jalan. "
"Entahlah bang, bahkan bang Rico seperti hilang begitu saja, aku tidak bisa bicara dengannya dan juga bertemu dengan nya. "
___
Bersambung..
__ADS_1
______