Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
55. Pergi keluar


__ADS_3

____


Happy Reading...


___________________


Tak ada kata-kata yang keluar, tak ada aura wajah yang masam atau menakutkan tapi hati Aisyah sebenarnya tengah memanas karena pertanyaan yang di lontarkan dari Felisha tadi saat berada di kampus.


Pikirannya tiba-tiba gak tenang, dia begitu gelisah memikirkan nasib akan kelangsungan hubungannya dengan Rico, entah akan mulus atau mungkin akan berhenti di tengah jalan sebelum di mulai dengan benar.


Tentangan dari Rayyan saja belum bisa dia luluhkan, sepertinya sekarang akan bertambah satu lagi meskipun itu belum pasti karena Aisyah belum tau bagaimana perasaan Felisha.


Meskipun jika di lihat dari matanya Felisha terus berusaha mendekati Rico tapi itu kan hanya sepihak saja yang berharap, bukan Rico kan?.


𝘛𝘰𝘬... 𝘛𝘰𝘬... 𝘛𝘰𝘬...


Pintu di ketuk dengan sangat keras, dengan cepat Aisyah berjalan dan membuka pintu. Di lihatnya sang abang yang tengah meringis ke arah nya membuat Aisyah bingung.


"Ada apa, Bang. " Tanya Aisyah.


"Mau minta temenin ke keluar sebentar. " Ucap Faisal malu-malu.


"Tumben? Biasanya pergi sama bang Hasan. " Jawab Aisyah.


"Ayolah, Hasan sedang pergi. " Ajak Faisal terus memohon.


"Baiklah, sebentar. " Aisyah kembali masuk dan beberapa saat dia keluar lagi dengan membawa tas yang dia gantungkan di bahunya. "Yuk! "


Faisal begitu semangat mengajak Aisyah pergi, entah mau kemana dia mengajak Aisyah. Aisyah berjalan terlebih dahulu sedangkan Faisal ada di belakangnya. "Kita pamit dulu sama mama. " Ucap Aisyah yang akan pergi ke pendopo Rayyan.


"Tidak usah, tadi abang sudah izin. " Faisal merangkul Aisyah dan menuntunnya pergi ke mobil.


Aisyah bernafas panjang, dia pasrah dan menurut saja pada Faisal hingga mereka berdua sampai di tempat parkir. Faisal membukakan pintu mobil di bagian penumpang di depan, mempersilahkan Aisyah untuk masuk dan setelah Aisyah masuk baru dia sendiri yang masuk ke tempat pengemudi.


"Kita mau kemana sih, Bang? " Tanya Aisyah berseru.


"Hehehe... Hanya mau makan keluar saja, Syah. Mumpung papa sedang baik hati anda izinin kita keluar. " Jawab Faisal.


Faisal mulai menyalahkan mesin dan langsung menjalankan nya dengan perlahan-lahan hingga sampai di jalan raya, setelah sampai di jakarta raya barulah dia mempercepat laju dari mobilnya.


Aisyah masih diam sembari mengamati setiap jalan yang hanya di terangi dengan lampu jalan yang terbatas. Suana malam memang terlihat begitu indah, begitu banyak pedagang yang berjajar dengan tenda-tenda yang terbuat dari terpal berwarna oren.


Aisyah masih tak mau bicara, entah apa yang membuat hatinya begitu gundah sekarang. Entah karena Felisha atau mungkin karena Rayyan yang telah memerintah orang untuk melakukan kejahatan terhadap Rico.

__ADS_1


"Dek, kamu mau makan apa, sekarang? " Abang akan traktir kamu sepuasnya dan apapun yang kamu inginkan. " Ucap Faisal.


Belum menjawab dan Aisyah masih terus diam dengan pikirannya sendiri. Bahkan dia melamun dan tak mendengarkan apa yang Faisal katakan padanya.


"Dek, kamu kenapa sih? Bilang dong sama abang. Mungkin abang bisa bantu. Atau mungkin, kamu mau makan apa dan dimana gitu?" Tanya Faisal yang mencoba memancing Aisyah untuk berbicara.


Aisyah masih diam, namun kini pandangannya berpindah ke tempat pasar malam yang baru di gelar di sebuah lapangan yang sangat luas. "Pasar malam." Ucap Aisyah dengan gak sadar.


"Kamu mau ke pasar malam? " Tanya Faisal namun Aisyah tetap diam membisu tanpa kata lagi.


Faisal yang mendengar dua kata yang keluar dari mulut Aisyah berfikir kalau Adiknya itu mau ke pasar malam, dengan cepat Faisal mendatangi tempat itu dan mencari tempat parkir yang masih kosong.


"Yuk dek, turun. " Ajak Faisal sembari melepaskan 𝘴𝘪𝘵𝘣𝘦𝘭𝘵𝘴 yang mengikat tubuhnya.


Aisyah baru tersadar setelah Faisal mencolek bahunya. Aisyah terperangah saat melihat dirinya sudah ada di depan pasar malam. "Loh.. Kok jadi kesini? Katanya mau makan, Bang? " Tanya Aisyah.


Faisal mengernyit, dia kira tadi Aisyah yang menginginkan kesini tapi ternyata dia salah sangka. "Ya sudah, sekarang kamu mau kemana? " Tanya Faisal begitu sabar.


"Ya sudah, kita turun saja, Bang. Aisyah pengen juga ke pasar malam sudah lama banget Aisyah tidak melihat dan menikmati tempat yang seperti ini. " Aisyah pun akhirnya antusias dan turun lebih dahulu dengan begitu senang.


Faisal pun ikut saja, dia memang berniat untuk membahagiakan Aisyah saat ini. Sebenarnya Faisal di minta Rayyan untuk mengulik semua kejadian tadi yang menimpa Rico dan membuat dirinya menjadi tersangka utama di mata Aisyah, padahal dia tetap kekeuh tak melakukan hal yang setelah itu.


"Bang... Aku mau gula kapas. " Rengek Aisyah dan bergelayut manja di lengan Faisal.


"Hayuk.. " Faisal pun dengan senang hati menuruti keinginan Aisyah, membelikan gula kapas yang begitu besar untuk nya. "Jangan banyak-banyak nanti gigimu berlubang. " Ucap Faisal.


"Nggak akan, Bang. " Jawab Aisyah.


Aisyah dan Faisal duduk di sebuah kursi panjang menikmati gula kapas yang berwarna pink. Aisyah begitu senang, akhirnya dia bisa kembali menikmati makanan itu.


"Dek... " Panggil Faisal.


"Hem.. " Jawab Aisyah namun tak melihat Faisal sama sekali.


"Apa yang terjadi pada Rico tadi pagi? Apa benar dia di hajar oleh orang suruhan papa? " Tanya Faisal tanpa ragu lagi.


"Kenapa Bang Faisal bertanya pada Aisyah? Seharusnya Bang Faisal bertanya langsung sama papa, apakah benar dia yang melakukan itu. " Jawab Aisyah.


"Terus, gimana keadaan Rico sekarang?"


"Dia baik-baik saja. " Jawaban ditunggu Aisyah.


Aisyah menghentikan makannya, dan menoleh ke arah Faisal menatapnya dengan fokus.

__ADS_1


"Jadi bang Faisal mengajak Aisyah keluar hanya karena ingin bertanya seperti ini? Apa papa yang memintanya?" Selidik Aisyah.


"Ya.. Ya... " Faisal tergagap, dia memang di suruh oleh Rayyan namun dia sendiri juga sangat penasaran.


"Abang pulang saja, dan katakan pada papa untuk tidak mengulangi hal itu lagi, atau Aisyah akan benar-benar kecewa dengan papa dan tidak akan memaafkannya. " Ucap Aisyah begitu kesal.


Aisyah melenggang pergi meninggalkan Faisal, dia berjalan lebih dalam dan masuk di antara keramaian orang yang juga menikmati pasar malam.


"Aisyah! " Teriak Faisal. Faisal berlari mengejar Aisyah namun sudah tidak lagi dia dapat mengejarnya.


Belum juga bisa menemukan Aisyah, mata Faisal menatap seseorang, gadis berhijab biru dengan baju biru tua dan mengenakan rok berwarna hitam. Gadis itu juga membawa tas selempang yang menggantung di bahunya, gadis itu terlihat sedang asik tertawa senang dengan dua teman wanitanya juga.


"Aira... " Lirih Faisal.


Perlahan Faisal melangkah mendekat, gadis itu terlihat lebih dewasa dan juga sangat cantik, dulu saat dia keluar dari pesantren dia terlihat lebih kecil namun sekarang tubuhnya terlihat lebih berisi.


"Aira... " Panggil Faisal dan gadis itu menoleh dan juga langsung terkejut setelah melihatnya.


"Kak Faisal. "


________


Aisyah berjalan begitu kesal masuk dan masuk semakin dalam di dalam keramaian. Tak habis pikir kalau papanya juga akan melakukan itu padanya, dan juga kenapa Faisal harus mau begitu saja tanpa memikirkan dirinya.


"Bang Faisal keterlaluan! Apa Bang Faisal akan ikut-ikutan juga seperti papa! " Gerutunya.


Aisyah terus mengecek-ucek hijabnya dia begitu kesal sekarang, mood nya benar-benar hancur.


"Ikut.. "


Aisyah begitu terkejut karena ada orang yang telah menarik hijabnya dari belakang membuat Aisyah harus berjalan dengan mengikuti kemana arah orang itu menariknya.


"Ehhh.. Jangan tarik tarik dong... Siapa ih! " Aisyah berusaha melepaskan diri namun orang itu terus menariknya.


"Lepaskan..!! "


"Jangan harap! " Ucapnya.


____


Bersambung..


______________

__ADS_1


__ADS_2