
Happy Reading...
____
Teng...
Tepat jam sepuluh malam. Pergerakan mulai dilakukan tembakan ke udara menjadi awal di mulainya penyerangan. Semua penunggu nampak panik saat tiba-tiba kedatangan para gerombolan yang langsung melawan mereka semua.
Semua bergerak dengan cepat berbagai gerakan mereka lakukan untuk saling serang menyerang, semuanya menginginkan kemenangan.
Begitu banyak kelompok dari lawan, semua terus berdatangan seperti air yang mengalir tiada henti sementara orang-orang yang Akhsan juga Ikhsan bawa ternyata tidak bisa menandingi banyaknya dari lawan. Mereka kalah banyak.
Mereka sedikit kewalahan meski tetap berusaha untuk menang dak bisa melumpuhkan lawan tapi itu tetap tidak mudah.
Sementara di dalam ruangan, anggota keluarga telah di sekab dalam tidak sadar. Kami dan tangan mereka di ikat dan mulut mereka juga di tutup.
Memang mereka tidak mendapatkan penyiksaan sama sekali tapi ada beberapa orang suruhan dari Atezz dan termasuk sendiri tengah merakit sebuah boom yang akan dia gunakan untuk meledakkan tempat itu dan menghancurkan semua keluarga Saputra.
"Hahaha..., jebakan lu sangat berguna. Aku hanya membawa para orang tua mereka dan sekarang mereka juga datang sendiri. Hahaha..! " tawa Atezz begitu menggelar keras.
"Kerjakan cepat! Dan setelah mereka semua masuk baru kita ledakan tempat ini. Dan boommm..., keluarga Saputra akan musnah. Hahaha..! " Lagi-lagi Atezz hanya bisa menertawakan keberhasilan yang belum pasti.
Sepasang mata terus mengintai, mencari belah untuk bisa masuk dan menyelamatkan semuanya. Tapi sepertinya tak ada celah sedikitpun.
"Sungguh kejam orang itu. Niatnya sangat buruk. Hemm..., sia-sia punya wajah tampan kalau hatinya busuk." ucap Ana yang masih berada di tempat.
__ADS_1
"Bagaimana ini, kapan aku bisa masuk untuk menyelamatkan mereka semua kalau begini. Tak ada kesempatan sama sekali. Hem... Sungguh siap! "
"Hem... " Ana menyeringai penuh maksud, dia punya rencana kali ini.
Tangannya mengambil sebuah batu.
"Fokus Ana, fokus. Kamu adalah pelempar nomor satu dan tak terkalahkan."
Pyarrr....
Begitu santai Ana melakukan sesuatu untuk mengecoh penjahat yang kini masih ada dalam dam terus merakit peledak. Dengan mengunakan batu Ana berhasil memecahkan kaca yang ada di daam sana.
Atezz ketua dari kelompok itu langsung terkejut, yang jelas dia langsung berlari untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.
''Jaga mereka, jangan biarkan mereka sampai lolos. Aku tidak mau sampai gagal lagi,'' ucap Atezz dengan sangat mengharuskan.
''Bagaimana bos,'' tanya anak buahnya.
''Tidak ada siapapun, hanya kucing. kerjakan cepat, aku tidak aku sampai mereka masuk dan kita belun melakukan apapun.''
sepertinya Atezz sudah merencanakan dengan sangat matang. Keinginannya akan membalaskan dendam harus tetap terlaksana dan berjalan dengan sangat baik tentunya.
-----------
Di dalam markas Aisyah sudah berhasil melihat apa yang terjadi, dia sangat bingung juga merasa ada hal yang aneh kenapa dia tidak diperbolehkan untuk ikut dan berjibaku langsung untuk menangani masalah yang terjadi.
__ADS_1
''Pak Jon, sekarang lebih baik datang ke sana, aku yakin mereka sangat membutuhkan bantuan. Mereka sangat banyak tak akan mudah untuk mengalahkan mereka, cepatlah,'' pinta Aisyah.
"Baik, Nona." jawab pak Jon.
Pak Jon langsung bergegas pergi yang jelas dia juga membawa bantuan yang sangat banyak untuk membantu semuanya yang mungkin kewalahan dalam menghadapai mereka semua.
Sementara Aisyah masih berdiri di sana mengamatinya rekaman yang terputar di. layar besar di depannya.
"Sebenarnya apa yang terjadi." ucapnya.
Mata Aisyah terlihat fokus saat satu persatu tempat itu meledak. Aisyah terpaku tatap suaranya seakan habis tak mampu untuk bersuara.
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin." air mata Aisyah sudah mengalir begitu saja saat melihat ledakan yang sangat hebat dan juga menghancurkan semua tempat dan bangunan itu.
Aisyah terduduk lemas, kakinya sungguh tak lagi bisa menopang tubuhnya yang kecil.
"Ini tidak mungkin, mereka tidak mungkin meninggalkan Aisyah sendiri di sini." Tangisnya semakin pecah.
Di sapunya air matanya hingga bersih tak tersisa. Aisyah cepat beranjak dan cepat pergi dari sana untuk mengambil tindakan.
"Semuanya, siapkan ikut aku sekarang dan bawa senjata yang kalian butuhkan! " teriaknya dengan keras meski hatinya sangat sedih.
____
Bersambung...
__ADS_1
-----