Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
42. Ke toko buku


__ADS_3

____


Happy Reading..


_____


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya.


Salam sayang dari Author receh ini... Muachhh.....


_________________


" Loh! Kenapa kita ke sini, Kak?. " Tanya Aisyah yang beruntung terkejut. Seharusnya mereka harus pulang setelah dari kampus, tapi kenapa Farel malah mengajaknya ke sebuah toko buku?.


Tak ada yang mengganggu mereka berdua saat ini. Shelvia dengan pergi dengan tugasnya yang segudang sedangkan Meyka pergi dengan Abi nya untuk menghadiri undangan dari rakan nya.


Farel tersenyum tipis saat mendengar Aisyah yang begitu terkejut, namun itu fakta membuat nya takut atau gugup sama sekali.


" Kita mampir kesini sebentar, Syah. Ada buku yang sedang aku cari. Dan juga beberapa kitab pesanan dari Om Rayyan. " Jawab Farel.


" Oh. " Jawab Aisyah dengan dingin.


Farel keluar dari mobil begitu juga dengan Aisyah, meskipun dia tak ada niatan untuk mencari buku atau kitab, namun bisa jadi dia akan mendapatkan hal yang menarik nantinya ketika ada di dalam.


Farel melangkah terlebih dahulu sedangkan Aisyah berjalan di belakangnya. Banyak pasang. Atau yang menatap mereka berdua, tak sedikit yang beranggapan kalau mereka berdua adalah sepasang kekasih, bahkan ada yang mengira mereka berdua adalah sepasang suami-istri.


Senyum-senyum semua orang membuat Aisyah merasa terganggu, namun dia tetap diam karena apapun yang ada di dalam pikiran mereka itu adalah hak mereka sendiri yang bebas menilai dan beranggapan.


Farel dan juga Aisyah terpisah saat ada di dalam, Farel yang terus berjalan tak melihat kalau ternyata Aisyah pergi ke arah lain.


Farel terus mencari-cari buku dan Kitab yang dia cari, tangannya mulai mengambil satu persatu dan mengembalikan lagi karena itu bukanlah yang dia cari.


Farel berjalan lagi dan terus mencari lagi dan seperti itu seterusnya. Hingga dia sampai di paling ujung dan berhasil mendapatkan sati buku. " Alhamdulillah. " Ucapnya senang.


Farel mencari lagi dan pergi ke arah lain, dia sama sekali belum teringat akan Aisyah, dia masih mengira kalau Aisyah ada di belakangnya dan terus mengikutinya.


" Dimana sih?. " Ucapnya lagi, dia begitu bingung karena pencarian yang satunya belum juga dapat dia temukan.

__ADS_1


" Syah! Coba lihat ini, bagus tidak untuk anak-anak!?. " Farel memegang buku yang baru dia ambil, dia menoleh meminta pendapat dari Aisyah tentang buku tersebut namun dia terkejut karena tak melihat Aisyah di sana.


" Loh, Aisyah dimana?. " Tanyanya pada dirinya sendiri.


Mata Farel celingukan mencari keberadaan Aisyah, dia berjalan ke sembarang arah dan berharap bisa secepatnya menemukan Aisyah.


Di sisi lain Aisyah berjalan dengan pelan, sesekali dia berhenti dan mengambil buku yang menurut menarik. Namun dia kembali menaruhnya karena buku itu gak begitu dia butuhkan.


Aisyah kembali berjalan, namun baru juga beberapa langkah dia kembali berhenti karena melihat buku bersampul biru muda dan terlihat sangat indah.


" Surga di dalam rumah tangga?. " Ucap Aisyah seketika saat dia membaca tulisan di sampul tersebut.


Judulnya sungguh menarik untuk Aisyah, sebagai seorang wanita siapa yang tidak mau mendapatkan surga di rumah tangga nya kelak. Aisyah pun juga menginginkan hal itu.


Tangan Aisyah langsung mengambil buku tersebut, membolak-balikan sejenak untuk memastikan sampul depan dan belakangnya.


Perlahan dia membuka buku tersebut dan membaca di halaman pertama.


𝘚𝘶𝘳𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘦𝘵𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘯𝘺𝘢...


Aisyah kembali menutupnya dan kembali membaca sampul itu dengan sedikit tersenyum, sepertinya dia benar-benar telah mendapat hal yang menarik di toko ini, tak sia-sia dia ikut dengan Farel.


Tak sadar, ternyata Farel sudah ada di sampingnya, dia tersenyum melihat buku apa yang di pegang oleh Aisyah. Farel mengambil satu buku yang tebaknya hampir sama dan memberikannya pada Aisyah.


" Ini juga bagus, kamu akan mendapatkan hal yang menarik di sini. " Ucapnya, mengejutkan Aisyah yang masih fokus.


Aisyah menoleh dengan cepat ke arah Farel, lalu beralih ke arah buku yang Farel sodorkan untuk nya.


𝘔𝘦𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱𝘢𝘪 𝘴𝘶𝘳𝘨𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘫𝘪𝘸𝘢.


Judul yang sama-sama bagus, keduanya mengandung makna dan isi yang sepertinya hampir sama, hanya kata-katanya yang berbeda dan yang jelas penulisnya juga tidak sama.


" Hem. " Aisyah tersenyum kecil sembari menerima buku tersebut. " I- iya, ini juga bagus. " Aisyah terlihat sangat gugup tak seperti biasanya.


Aisyah merutuki dirinya sendiri kenapa dia harus ketahuan saat mengambil dan membaca buku tersebut, Farel pasti akan salah mengartikan nantinya.


Dengan siapapun nanti dia berumah tangga, Aisyah hanya menginginkan surga di dalamnya, dengan kebahagiaan dan tak ada sedikitpun kesedihan.

__ADS_1


Farel mengangguk kecil dia senang karena Aisyah menerima buku yang dia tawarkan padanya.


" Saya akan ambil keduanya." Ucap Aisyah dengan mengangkat kedua buku itu bersamaan di depan Farel. " Terima kasih, Kak. " Imbuhnya.


Di rasa cukup keduanya pergi ke kasir untuk membayar buku yang mereka beli. Dengan cepat pelayan pun membungkus buku-buku Farel dan Aisyah di kantong yang berbeda.


Aisyah hendak mengeluarkan dompet yang ada di dalam tasnya namun di cegah olahraga Farel. " Biar aku saja yang bayar. " Cekalnya.


" Tidak usah Kak, Aisyah ada kok. " Aisyah pun tetap mengeluarkan dompet tersebut namun sudah kedahuluan Farel yang sudah memberikan uang pada pelayan.


" Sudah, nggak apa-apa. " Ucap Farel.


" Tapi, Kak?. "


" Sudah. " Kekeuh Farel.


Dengan berat hati Aisyah kembali memasukkan dompet tersenyum kedalam tasnya. Tangannya langsung meraih paper back yang ada di atas meja kasir. " Terima kasih, Mbak. " Ucap Aisyah dengan ramah.


" Sama-sama, Kak. Jangan lupa kembali datang lagi. " Pelayan itu begitu ramah menjawab Aisyah bahkan kedua tangannya menyatu di depan dadanya dan berhiaskan senyum yang begitu manis.


Aisyah dan Farel mengangguk lalu berjalan meninggalkan toko tersebut.


Kali ini bukan Farel yang ada dua depan, tapi Aisyah lah yang ada di depannya. Tak selamanya seorang laki-laki harus ada di depan dan memimpin seorang wanita, tapi terkadang seorang laki-laki juga harus sudi berjalan di belakang untuk mengetahui keadaan seorang wanita dan juga melindunginya.


Farel dan juga Aisyah sudah sampai di tempat parkir dimana mobil Farel berada, mereka akan pulang setelah ini. Namun belum juga mereka masuk sepertinya ada masalah yang datang.


Beberapa orang datang dan mencari gara-gara dengan Aisyah. Mereka menyoraki Aisyah dan menghentikan gerakan Aisyah yang hampir membuka pintu mobil.


" Itu bos, wanita sialan itu. Dialah yang berani ikut campur dengan urusan kita. " Ucap salah satu dari orang itu memberitahu.


" Woii!... Berhenti kamu...! " Teriak nya, dan Aisyah pun langsung menoleh.


______


Bersambung..


________________

__ADS_1


__ADS_2