
Begitu meriahnya acara yang sangat sakral. Semua sudah di persiapkan dengan sangat baik.
Semua keluarga sudah berkumpul, keluarga Farel juga semua keluarga Saputra termasuk Rayyan yang di minta untuk menjadi saksi pernikahan Farel dan Felisha.
Tak ada yang tidak hadir, semuanya hadir bahkan oma Tasya juga demikian. Meski hanya kursi roda tetap dia usahakan datang.
Usia yang tak lagi muda dengan kesehatan yang sudah mulai bermasalah membuat Tasya tak lagi mampu untuk berjalan dengan kakinya sendiri. Mungkin masih bisa jika sebentar-sebentar tapi tidak jika dengan waktu yang lama.
Semua datang dengan berpasang-pasangan hanya satu orang yang sendiri dan juga duduk menyendiri. Apapun juga sendiri siapa lagi kalau Bukan Faisal Fariz Saputra.
"Bang, cepatlah cari kekasih hati yang bisa di ajak gandengan. Masak sendiri terus," Goda Aisyah.
"Emangnya cari kekasih semudah cari lontong sayur? Tidak semudah itu, Dek." Jawabnya.
"Mau Aisyah kenalin dengan teman Ais nggak?" Aisyah menawarkan diri siapa tau dia bisa menjadi mak Jomblang untuk Abangnya sendiri.
"Tidak, terimalah atas niat baiknya." Jawabnya dengan cepat.
Faisal masih ingin fokus dengan belajarnya, mendalami ilmu agama sedalam-dalamnya. Beban di pundaknya akan semakin besar dan kuat setelah papanya menyerahkan pesantren padanya dan dia harus siap untuk itu.
"Hem, ya sudah. Semoga saja jodohnya tidak keburu di patok ayam."
__ADS_1
"Emang jagung di patok ayam?" Semakin nyeleneh kan adik satu-satunya ini.
"Bener, Sal. Seharusnya kamu dengerin adikmu itu. Masak kamu kalah dengannya."
Akan semakin puyeng kalau kedua abang kembarnya juga datang begini. Pasti akan semakin membuat Faisal tersudut.
"Apa sih, Bang!" Protes Faisal saat Ikhsan menggodanya dengan menoel-noel pipinya. Sungguh kesal kan?
"Hahaha, adikku merajuk," Tawa Ikhsan menggelegar.
"Udah dong Ikhsan, jangan kamu goda terus. Nanti semakin puding dia." akhsan menimpali. Sepertinya hanya Akhsan yang tau hati Faisal.
"Ya itu, pusing karena terus menyendiri. Entah nyangkut di mana jodohnya sekarang. Mungkin nyangkut di pohon toge kali ya," Ucap Akhsan.
Lah! Faisal pikir Akhsan yang akan membelanya tapi nyatanya dia ikutan juga. Benar-benar saudara tak berperi-peri.
"Dah ah! Puyeng kalau ada kalian," Faisal beranjak pergi menjauh dari ketiga saudaranya akan lebih baik daripada terus bertahan di sana.
"Hahaha!? Mau kemana, Sal!" Seru Ikhsan dan Akhsan juga Aisyah juga urun tertawa.
Memang senang sekali mereka membuat Faisal kesal. Mungkin karena dia yang masih sendiri jadi begitu lah. Menjadi bahan ejekan dari ketiganya.
__ADS_1
Acara demi acara telah di lakukan. Mempelai laki-laki juga sudah siap berada di depan penghulu.
Deddy\_nya Felisha tetap datang meski tetap berada dalam pengawasan polisi. Bagaimana pernikahan ini akan berlangsung jika deddy\_nya tidak datang?
Sementara Felisha, dia begitu cantik dengan balutan kebaya berwarna putih. Dia duduk di tempat yang sudah di siapkan tapi masih lumayan jauh dari Farel.
Terlihat Felisha terus menunduk, dia mungkin sangat gugup seperti mempelai wanita pada umumnya.
Ikrar suci menggema dengan keras oleh Farel, dengan sekali tarikan nafas dengan sekejap mata saja kini status mereka berdua sudah berubah menjadi sepasang suami-istri.
Semua bersorak bahagia. Akhirnya, Farel juga menemukan kekasih hatinya. Dan juga akan membina keluarga yang indah seperti Rico juga Aisyah juga pasangan yang lainnya.
Gema takbir juga menggema begitu memadati ruangan itu bersamaan dengan hujan kelopak mawar di tempat Farel juga Felisha.
Subhanallah, begitu indah acara ini. Begitu sakral namun mampu membuat tangis haru keluar dari pelupuk mata Felisha.
Kini dia sudah mendapatkan gelar sebagai seorang istri. Gelar nyonya Farel.
Tatapan mata keduanya bertemu, saling tersenyum juga saling menyalurkan cinta dari kejauhan. Sungguh, sangat indah dilihat.
'Ya Allah, ridhoi hubungan ini. Kekalkan ikatan ini hingga jannah-Mu, amin,' batin Farel seraya memandangi gadis yang kini menjadi istrinya, Felisha.
__ADS_1
~~~~~~~''~~~~~~~
Bersambung....