Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
71. Harapan kebahagiaan Hakiki


__ADS_3

_____


Happy Reading...


__________________


Farel dan Faisal masih diam, keduanya merupakan membisu di dalam mobil. Farel masih tak habis pikir dengan apa yang di pikirkan oleh Faisal, bagaimana bisa dia memberikan tantangan itu pada Rico dan semua itu tepat di depan matanya sendiri.


Bukankah itu artinya Faisal memberikan kode untuk Rico bisa memperjuangkan Aisyah dan secara langsung Faisal telah merestui hubungan mereka berdua, lalu bagaimana dengan dirinya dan juga hatinya? Apakah dia bisa begitu saja di minta menerima perjodohan lalu setelah dia menerima di tinggalkan dan di minta untuk memutuskan.


"Apa yang Ustadz Faisal pikirkan? Apakah Ustadz tak ada rasa simpati sedikitpun kepadaku? " Tanya Farel yang akhirnya mulai angkat bicara.


Faisal menoleh dengan wajah datarnya.


"Apa Ustadz keberatan? Sekarang coba Ustadz pikir, seandainya Ustadz dan Aisyah benar-benar bersatu dan Aisyah terpaksa apa Ustadz pikir rumah tangga yang akan kalian bina bisa bahagia, tidak mungkin kan? " Ucap Faisal.


"Tapi Ustadz, semuanya bisa di mulai dari awal kan? Saya yakin Aisyah dan aku bisa memulainya dari awal, dan aku sendiri akan membuatnya bisa melupakan Rico, saya yakin kami akan bisa menjalaninya, Ustadz. Saya yakin. " Kekeuh Farel.


"Semua tak akan semudah apa yang kita bicarakan, itu akan sangat susah, apa yang di mulai dengan paksakan semuanya tidak akan berakhir dengan baik, Ustadz."


"Tapi, Ustadz. "


"Bukannya saya tidak mendukung jika Aisyah bisa sama Ustadz Farel, saya sangat mendukung kalian! Tapi saya juga tidak bisa jika suatu saat Aisyah akan sedih dan menderita, dan yang paling saya takutkan juga suatu hari nanti hubungan yang sudah terlanjur di mulai akan putus di tengah jalan." Ucap Faisal yang benar-benar menginginkan kebaikan untuk adik satu-satunya itu.


Farel terdiam, sejenak dia juga merasa kalau Aisyah sangat terpaksa dengan hubungan ini. Aisyah selalu menghindar dari dirinya, sedangkan saat bersama Rico? Aisyah seakan lebih nyaman dan tak ada semburat keterpaksaan.


"Ingat Ustadz, seseorang yang akan menjadi jodoh kita sudah tersirat di Laudz Mahfuz, jika Aisyah memang jodoh Ustadz Farel sebesar apapun Rico berusaha mereka tidak akan pernah bersatu. Begitu juga sebaliknya."


"Setiap tulang rusuk akan kembali pada tulang punggungnya, Ustadz. Seberapa jauh tulang rusuk suatu saat pasti akan bertemu dan di satukan. " Imbuh Faisal.


Semua yang di katakan oleh Faisal adalah benar, Farel pun tau akan hal itu jika Aisyah bukanlah tulang rusuknya, sebesar apapun cara dia ingin menyatukannya itu tidak akan pernah bisa.


Keheningan kembali terjadi setelah perdebatan di antara mereka berdua, keduanya menginginkan kebaikan, semuanya menginginkan kebahagiaan untuk satu orang saja, dan orang itu adalah Aisyah.


______

__ADS_1


"Ric, kamu benar-benar akan menerima tantangan dari kakaknya Aisyah? Apa kamu benar-benar punya nyali untuk itu? " Tanya Iqbal.


Keduanya pun sama, mereka tengah berada di dalam mobil yang satu, dan tujuan mereka sekarang adalah Resto Nusantara.


Rico terdiam, menimang-nimang keputusan apa yang akan dia ambil, tapi yang jelas dia harus tetap datang besok, kalau tidak dia pasti akan di cap sebagai seorang pengecut, dan Rico tidak akan membiarkan itu terjadi.


"Aku harus tetap datang besok. Entah apa yang akan mereka katakan entah setuju atau tidak tapi aku akan tetap datang. Apapun yang menjadi keputusan mereka biarkan itu menjadi hak mereka. " Jawab Rico begitu yakin dan percaya diri.


Tak ada rasa takut bagi Rico untuk menghadapi hati esok, harus dimana itu seperti hidup dan mati untuknya. Dimana hal yang besar akan dia hadapi seorang diri.


Iqbal begitu mengagumi keberanian dari Rico, adik kelas yang satu ini benar-benar memiliki sisi kerja keras yang begitu besar, bukan hanya dengan semua usahanya tapi juga untuk mendapatkan cintanya Rico benar-benar berjuang sangat keras.


"Aku akan selalu mendukungmu, Bro. Kalau kamu membutuhkan apapun aku akan siap membantumu, jika kamu membutuhkan teman untuk besok aku akan menemani mu. " Ucap Iqbal.


"𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘴𝘦𝘵𝘶𝘫𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘴𝘰𝘬, 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘺𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘢 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘮𝘱𝘰𝘪 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘢𝘯𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘭 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘚𝘩𝘦𝘭𝘷𝘪𝘢. 𝘈𝘬𝘶 𝘱𝘦𝘯𝘢𝘴𝘢𝘳𝘢𝘯, 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘪𝘩 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘚𝘩𝘦𝘭𝘷𝘪𝘢 𝘪𝘵𝘶. "


Batin Iqbal.


Rico menggeleng kasar m, ternyata ada udang di balik bakwan maksud dari Iqbal yang ingin menemaninya, dia kira Iqbal benar-benar ingin menemaninya tapi ternyata ada maksud terselubuk yang dia sembunyikan, namun tetap bisa di ketahui olehnya.


Seketika Iqbal melirik, dasar? Dasar aoa maksudnya Rico.


"Apa kamu mengatakan sesuatu? " Tanya Iqbal.


"Tidak." Jawab Rico acuh.


"Gimana, besok aku temenin ke sananya ya? Meski aku tau sih temanku ini pemberani tapi apa salahnya kan kalau aku temani. " Rayu Iqbal.


"Biar aku pikirkan bagaimana baiknya besok, kalau kira-kira baik aku akan mengajakmu, tapi kalau tidak ya sudah, berarti aku tak membutuhkanmu untuk menemani ku." Jawab Rico.


Kecewa, yah itu yang di alami Iqbal sekarang, keinginannya untuk melihat dan mengenal keluarga Shelvia sepertinya tidak akan terjadi besok.


.


"Baiklah, terserah kamu saja. Asal kamu bahagia. " Jawab Iqbal pasrah. "Dah sampai, kamu mau turun atau mau ikut aku saja? " Tanya Iqbal.

__ADS_1


Mobil membagi sudah berhenti di depan Resto Nusantara, tapi Iqbal tidak akan turun dia hanya ke sana hanya untuk mengantarkan Rico saja.


"Aku akan turun, apa kamu tidak mau ngopi-ngopi dulu? Atau makan gitu?"


"Tidak usah, aku masih kenyang. " Jawab Iqbal menolak.


"Ya sudah. " Rico bergegas turun dari mobil dan setelah Rico turun mobil pun kembali melaju.


Meskipun kepala rasanya nyut-nyutan tapi Rico harus tetap menghadapinya, ini adalah penentuan untuk dirinya semoga esok Allah berbaik hati dan memudahkan jalannya untuk bisa bersatu dengan gadis pujaan hatinya.


_____


Sementara Aisyah dan juga Shelvia kini masih berada di bawah jembatan, mereka baru selesai membagikan makanan untuk teman-teman Ana.


Semuanya kebagian dan semuanya tengah makan, menikmati makan gratis darinya.


Rasa takut pasti melanda dengan nyata di hati Aisyah, bagaimana dan apa yang akan terjadi besok. Apakah Papa nya akan setuju atau mungkin menolaknya dengan mentah-mentah, lalu mengusir Rico tanpa rasa hormat.


Aisyah terdiam dia terus memikirkan semuanya, dan itu membuat Shelvia sungguh kasihan, ujian Aisyah ada-ada saja, sangat berbeda dengan dirinya yang mulus-mulus saja seolah tak ada masalah.


Shelvia mendekat Aisyah, menyentuh bahunya dsn mengejutkannya. "Ada apa ? Apa masih memikirkan kata-kata bang Faisal tadi?"


Aisyah mengangguk karena dia memang tengah memikirkan hal itu. "Iya, kak. "


"Tenanglah dan yakinkah, semuanya akan baik-baik saja besok." Jawab shelvia meyakinkan.


"Iya kak, aku percaya dengan semuanya itu, ku percaya dengan cintaku aku percaya dengan takdir ku , jika takdirku emang akan bersama bang Rico."


Aisyah begitu yakin, bahkan keyakinannya sangat besar, dia percaya dia maupun Rico aja bisa menghadapi semua ujian yang datang untuk mereka berdua, dan kelak dia dia akan bisa bahagia dengan Rico. An perjuangan mereka akan menghasilkan kebahagiaan yang hakiki.


___


Bersambung...


------------------------

__ADS_1


__ADS_2