Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
173.Ikrar Suci


__ADS_3

Happy Reading..


---------------


Air mata di hari bahagia, itulah yang menggambarkan suasana hati Shelvia saat ini. Meski keadaannya yang sekarang tidak sempurna tetapi sebentar lagi dia akan menyandang gelar sebagai istri dari Iqbal.


Dia tidak menyangka bahwa musibah yang dia dapatkan kemarin membuat dia juga mendapatkan kebahagiaan yang rasanya kemarin hanya seperti mimpi yang akan susah diwujudkan karena terhalang restu dari orang tua Iqbal.


Tetapi sekarang, masih di rumah sakit, masih di atas ranjang rumah sakit dia sudah mengenakan gaun pengantin berwarna putih juga riasan yang sederhana dan menunggu acara ijab qobul terlaksana.


Semua keluarga inti hadir untuk menyaksikan acara ikrar suci yang akan diucapkan oleh Iqbal untuk Shelvia. Semua keluarga Saputra hadir menemaninya merasakan kebahagiaan Shelvia yang kini masih terus menitihkan air mata bahagianya, membuat semua orang ikut terharu akan momen yang sakral ini.


"Selamat ya sayang, bentar lagi kamu akan bahagia dengan laki-laki yang sangat kamu cintai dan sangat kamu harapkan untuk menjadi imam," ucap Tasya sang oma sembari mengelus puncak kepala Shelvia disambung dengan mengecupi kedua pipinya pergantian.


"Terima kasih Oma," Shelvia langsung memeluk Tasya yang ada di sampingnya. Dia sangat bahagia sampai-sampai dia tidak berhenti mengalirkan air mata dan membasahi pipinya.


"Jangan menangis sayang, ini adalah hari kebahagiaanmu. sambutlah dengan senyuman, jangan ada lagi air mata yang menghiasi wajah cantikmu," tangan Tasya bergerak menghapus air mata Shelvia dengan sangat lembut menghadirkan senyum Shelvia yang sangat cantik.


"Nah ini baru cucu Oma. cucu Oma tidak boleh cengeng, harus kuat dalam situasi apapun, mengerti," Tasya menunduk melihat wajah Shelvia yang perlahan mengangguk.


"Iya Oma," jawab Shelvia mengerti.


Haru juga dirasakan oleh Airin juga David, mereka juga tidak bisa menahan air mata saat melihat putri tunggalnya yang mengalami keadaan ini.


Di tengah-tengah kebahagiaan dia harus mendapatkan takdir yang sangat membuat mereka semua sangat sedih, yaitu Shevia yang lumpuh.


Mereka berdua akan berusaha sekeras tenaga untuk membuat Shevia bisa sembuh, mereka sangat yakin bahwa Omanya juga tidak akan membiarkan Shelvia menjalani hidup yang seperti ini lebih lama.


"Sabar ya Sayang. Yakinlah Allah akan selalu memberikan takdir yang terbaik untukmu," ucap Airin sendu.


"Iya Ma, Shelvia yakin itu. Allah sangat sayang kepada Shelvia." semua mengangguk begitu juga dengan Airin sementara David dia sama sekali tidak kuasa untuk mengeluarkan sepatah kata pun dia lebih memilih memeluk erat putrinya setelah terlepas dari sama oma.

__ADS_1


"Pa, terima kasih sudah menjadi kekuatan untuk Via. Tetaplah seperti ini meski keadaan Via tidak sempurna lagi. Dan mungkin Via tidak akan bisa membalas semua budi baik papa. Dan tentunya Via hanya akan bisa merepotkan papa juga mama. Maafkan Via, Pa, maaf."


Shelvia kembali tersedu, air matanya Kembali keluar membasahi baju David yang ada di dekapannya. Apa yang Shelvia katakan membuat David ikut terisak. Meski dia sudah menahan tetapi dia sangat rapuh dan tidak bisa menahan lagi air matanya.


"Tidak sayang kamu tidak akan pernah merepotkan papa. Kamu adalah kebanggaan papa. Papa juga mama tidak membutuhkan balasan apapun darimu kami hanya menginginkan kamu bisa bahagia itu sudah lebih dari cukup untuk kami," jawab David di tengah kesedihannya.


Kedua orang tua Aisyah, ketika abangnya juga kedua kakak iparnya semua ikut terharu menyaksikan semua yang ada di depan mata mereka.


Biasanya pernikahan yang diadakan dengan mewah kini hanya diadakan dengan sangat sederhana dan dihadiri keluarga inti saja itupun masih di rumah sakit.


Semua saling merangkul pasangan mereka masing-masing begitu juga Aisyah yang dirangkul oleh Rico. Keduanya juga ikut tersedu penuh rasa haru yang sangat besar.


Hanya satu orang saja yang tidak memiliki pasangan dan hanya berdiri menyandarkan punggungnya di dinding dengan mengantongi kedua tangannya di celana, dia adalah Faisal yang masih saja jomblo sampai sekarang. Juga belum ada pandangan untuk melamar siapapun.


Di saat semua masih dalam suasana haru Iqbal masuk ditemani oleh mamanya yang akhirnya menyetujui pernikahan itu. Juga ada Dante, Meyka juga kedua orang tua Meyka yang mewakili sebagai keluarga Iqbal.


Belum juga mereka sampai, penghulu juga datang bersama satu asistennya yang mendampingi. semua sudah berkumpul dan acara yang sangat sakral akan segera dilaksanakan.


**********


"Saya terima nikah dan kawinnya Shelvia Anggraini binti David Chandra dengan seperangkat alat sholat dan mahar tersebut dibayar tunai!"


"Bagaimana para saksi, sah?"


"SAHHH!" semua berseru bersamaan setelah penghulu menanyakan sah dan tidaknya pernikahan itu. Jelas itu sangat sah apalagi Iqbal mengucapkan Ijab qabul dengan sangat lantang, jelas dan hanya dengan satu tarikan nafas saja.


Setelah mendapatkan jawaban penghulu langsung mengangkat kedua tangannya, menengadahkan kedua telapak tangan dan mendoakan untuk kedua mempelai yang sudah sah menjadi suami istri.


"Alhamdulillah," semua mengusap wajah mereka dengan telapak tangan masing-masing setelah penghulu menyudahi doanya.


Alhamdulillah acara berjalan lancar dan sesuai apa yang Iqbal inginkan. Kini dia sudah sah menjadi suami Shelvia dan dia akan selalu menjaga, merawat dan melindungi Shelvia sebagaimana dia melindungi dirinya sendiri.

__ADS_1


Dengan malu Shelvia meraih tangan Iqbal mengecup punggung tangannya dengan sangat takzim. Terlihat tangan Shelvia juga sangat bergetar melakukan itu membuat semua yang melihat tersenyum penuh haru.


Setelah Shelvia melakukan apa yang seharusnya kini giliran Iqbal yang perlahan merengkuh kepala Shelvia dan mengecup keningnya dengan sangat lembut.


Mata Shelvia terlihat terkejam menikmati saluran cinta yang Iqbal berikan kepadanya yang seketika membuat jantungnya bekerja begitu cepat juga darahnya berdesir panas, Shelvia sangat grogi dan kini terlihat sangat jelas bahwa pipinya sangat memerah.


"Uh, terharu aku. Kapan aku juga bisa bersanding dengan bidadari," celetuk Dante membuat semua orang menoleh kearahnya sementara Dante sendiri malah menoleh ke arah Meyka.


"Cepat di halalkan, Dan. Kalau tidak keburu di ambil orang nanti jadi gila kamu nya," jawab Rico sekenanya itupun juga dengan berbisik.


"Tak lah, jodoh tidak akan tertukar. Jadi mana mungkin akan di ambil orang," elak Dante.


"Emang situ percaya di jodohmu, kalau bukan?"


"Jangan gitu lah, nanti lama aku move-on nya. Susah payah aku pdkt masak mau di ambil orang begitu saja."


"Makanya buruan. Yang gentle dong. Kayak Iqbal tuh, langsung tancap gas pol."


"Oke, akan aku tancap gas ku juga. Besok naik pelaminan." seloroh nya.


"Hahaha!" tawa Rico.


Tawa Rico yang tiba-tiba menggelegar membuat semua orang melihatnya. Rico hanya bisa meringis kikuk karena perbuatannya sendiri.


"Hehehe.."


"Jangan berisik, Bang. Ini rumah sakit," ucap Aisyah.


"Heheh, iya."


__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2