
Happy Reading...
_________
Hampir seharian penuh Akhsan juga Ikhsan mencari Rico, namun sama sekali tidak menemukannya. Keduanya juga sudah mendatangi tempat tinggalnya sekarang di Resto Nusantara, tapi tetap saja tak bisa menemukannya.
"Bagaimana ini, bang? Pernikahan pasti sebentar lagi akan segera di langsungkan tapi sampai sekarang kota kuga belum bisa menemukan Rico. Bagaimana lagi kita akan menggagalkan pernikahan mereka? " Ikhsan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali, dia bingung apa yang akan di lakukan sekarang.
"Entah lah, Dek. Abang juga bingung," jawab Akhsan yang juga sama seperti Ikhsan.
"Sekarang kita cari dia di mana bang?"
"Nggak tau, ini juga sudah sore pasti acara akan segera di mulai kalau tidak mundur lagi."
Mobil kembali berjalan, keduanya mencari keberadaan Rico sampai di pelosok-pelosok juga tapi tetap saja tidak ketemu.
Karena tak menemukannya, juga tak mungkin meninggalkan acara pernikahan Aisyah mereka berdua memutuskan untuk pulang. Mungkin Rico memang bukan jodohnya Aisyah dan mereka hanya bisa berharap kalau Rico akan baik-baik saja di luar sana.
Bukan hanya Akhsan juga Ikhsan yang mencari Rico, tapi Ahmad juga terus mencari keberadaannya. Entah kenapa dia seperti sangat susah untuk menemukannya, seolah ad yang menutupi mata batinnya untuk mengetahui keberadaan Rico.
Ahmad sudah frustasi karena belum juga menemukan Rico, dia sangat khawatir karena sebelum mencari dia melihat ada kilatan-kilatan tentang apa yang terjadi pada Rico.
"Kamu di mana, Rico? " gumamnya.
"Aku tau, kamu tidak baik-baik saja sekarang. Kenapa semuanya seolah tidak berguna. Apa sebenarnya yang terjadi."
Ahmad sangat bingung, ini belum pernah terjadi padanya, di setiap dia mencari orang pasti dia akan mudah menemukannya tapi sekarang?.
"Aku harus kemana lagi? Ric, kembalilah. Jika kamu memang peduli dengan kebahagiaan gadis yang kamu cintai." Ucapannya begitu sangat berharap.
Tak menemukan Rico membuat Ahmad juga harus pulang, jika Rico tidak datang untuk menghentikan pernikahan Aisyah, dia pasti bisa. Dia bisa menggunakan apa yang dia punya, pengetahuannya tentang apa yang di inginkan oleh Fahmi pada Rayyan.
"Ya, aku harus kembali ke rumah Kak Rayyan. Aku pasti bisa."
___
Jika Aisyah mempunyai kelompok yang dia namakan Mawar Berduri dengan rahasia dan mengira tidak ada musuh karena semuanya terlihat baik-baik saja, tapi ternyata ada kelompok musuh yang bernama Ateez yang memiliki dendam yang besar untuk keluarga Saputra.
__ADS_1
Pergerakan dari kelompok Ateez telah lebih dahulu di ketahui oleh Rico dan membuat mereka saling berhadapan di tengah-tengah hutan di waktu hampir petang.
Komplotan orang-orang yang begitu banyak berhasil di hadang oleh Rico yang di bantu oleh Jon juga Danu, bahkan mereka juga mengerahkan banyak anak buahnya.
Tempat yang begitu sepi karena memang letaknya hampir di tengah hutan. Kelompok itu baru keluar dari markas mereka yang ada di sana.
Danu juga Jon sama sama sekali tak mengira kalau Rico bisa bisa mengetahui tempat itu karena mereka sendiri juga belum pernah datang ke sana. Karena tempat itu seperti tak ada nafas dari manusia.
Hampir seharian mereka menunggu dan kini mereka baru keluar setelah petang. Mereka benar-benar sudah merencanakan semua dengan baik bahkan musuh juga membawa senjata-senjata yang sangat banyak, sepertinya bukan sekedar kekacauan yang ingin mereka lakukan tapi hal yang lebih. Entah dendam apa yang mereka simpan.
Rico, Jon, Danu juga para orang-orangnya tentunya tak ingin di ketahui identitasnya, mereka semua mengenakan topeng hitam juga jubah-jubah yang berwarna sama, hitam.
Kedatangan mereka tentunya tidak di sambut baik oleh para musuh, musuh merasa bingung kenapa pergerakan mereka yang rahasia itu bisa di ketahui begitu saja. Bahkan mereka di hadang ketika masih berada di kandang sendiri.
Tak begitu banyak yang Rico bisa, ilmu bela dirinya juga hanya seberapa tapi tekatnya sangat bulat untuk menghentikan musuh, dan tentunya menghentikan sesuatu yang seperti sebuah kutukan di keluarga Aisyah.
Pertarungan sengit terjadi begitu saja dari kedua pihak. Rico sudah pasrah, menyerahkan semua pada Sang Pencipta, jika dia harus tiada sekarang dia akan pergi dengan senyuman karena dia pergi demi gadisnya juga karena telah menepati janjinya.
Musuh yang begitu banyak tentunya tak akan mudah di taklukkan begitu saja, mereka harus bekerja keras dan saling bahu membahu untuk bisa menang dan bisa kembali ke keluarga masing-masing.
"Kuat juga kau. Heh.., sudah terluka begitu masih berani berdiri dan tak mau mengaku kalah, " Ucap musuh yang berkelahi dengan Rico.
"Demi menggagalkan rencana mu, aku akan berdiri meskipun akan selalu jatuh." jawab Rico.
"Hahaha..., meskipun kamu bisa mengetahui rencana yang sudah saya buat itu tidak akan menghentikan semuanya. Karena apa? Karena kamu juga akan mati bersama keluarga Saputra! Keluarga Saputra tidak akan pernah ada lagi yang tersisa! Karena aku yakin hari ini mereka semua ada di sana."
"Bersenang-senanglah dengan angan-angan mu, karena saya tidak akan pernah membiarkan semua itu terjadi pada keluarga Saputra! Lebih baik kamu berdamai dan kalian bisa selamat, atau mungkin kalian memang menginginkan hal yang lain! "
Entah jiwa dari mana Rico bisa berani mengatakan semua itu, itu bukanlah Rico. Mungkin jika Keluarga Aisyah yang mengatakan bisa saja, karena meski mereka semua mengetahui agama namun darah mafia ada pada mereka, tapi Rico?.
"Heh.., berani sekali kamu mengatakan itu, sepertinya kamu memang sudah bosan hidup! Rasakan ini! "
Persaingan sengit kembali terjadi pada Rico juga dari ketua musuh.
ππΆπ¨π©... ππΆπ¨π©... ππΆπ¨π©...
Berkali-kali pukulan Rico dapatkan hingga akhirnya dia terjengkang. Musuh begitu senang, dia menyeringai penuh kemenangan, belati di tangan sudah siap untuk dia hujankan, tangan sudah begitu erat memegangnya dan langkah semakin mendekat ke arah Rico yang sudah kesakitan.
__ADS_1
"Matilah kau sekarang! Setelah ini tidak akan ada yang berani menghalangi ku dalam membalas dendam ku pada keluarga Saputra, hahaha! " Tawa ketua itu begitu senang.
" Rasakan ini! "
"TUAN RICO..!! AWASSS..!! "
"Akkk...." ππ³πΆπ¬...
Ketua musuh ambruk tepat di hadapan Rico karena lemparan benda beracun dari Jon. Untung saja Rico sigap dan langsung menendang tubuhnya kalau tidak mungkin Rico juga akan terkena belati yang dia bawa.
"Astaghfirullah... " Ucap Rico.
Jon berlari menghampirimu Rico dengan was-was, hampir saja Rico celaka jika dia terlambat sedikit saja.
"Tuan Rico tidak apa-apa?" tanya Jon khawatir.
"Saya tidak apa-apa, Pak."
"Kalau begitu Tuan Rico pergilah, Nona Aisyah pasti menunggu. Biar ini saya juga Danu yang mengatasinya. "
"Tidak pak Jon, Saya harus memastikan semuanya sudah dapat di kendalikan. Setelah itu saya baru akan pergi."
"Tapi, Tuan? Nanti Tuan bisa terlambat." Jon tau Rico juga Aisyah berharap untuk bisa bersama, mungkin dengan kedatangan Rico semua yang mustahil akan terjadi, namun Rico tetap menolak.
"Terlambat apa, Pak Jon. Bahkan semuanya memang sudah terlambat. Setelah semua selesai aku akan pergi dan aku akan tetap tersenyum dengan bangga di hadapan Nona kalian." Jawab Rico.
"Tapi, Tuan? "
"Selesaikan cepat maka kita akan bisa secepatnya pergi," Rico beranjak, dia berjalan meninggalkan Jon yang masih termangu.
"Mungkin ini yang namanya cinta sejati. Cinta yang tidak egois, cinta yang membiarkan orang yang di cintai tetap baik-baik saja dan bersanding dengan orang lain. Saya tau Tuan Farel sangat mencintai Nona, tapi cinta itu tidak sebesar cinta dari Tuan Rico. Semoga akan ada keajaiban untuk cinta kalian berdua."
___
Bersambung...
_______
__ADS_1