Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
45. Akulah lawanmu


__ADS_3

____


Happy Reading...


_________________


Pikiran Rico benar-benar tak karuan, dalam perjalanan ke resto dia sama sekali tak bisa tenang. Entah apa yang terjadi padanya, hanya saja seolah terjadi malapetaka besar yang ada di hadapannya, tapi apa?.


Rico menghentikan motornya di parkiran resto, dia buru-buru masuk dengan menenteng tas punggungnya. Rico sedikit berlari, namun dia kembali berhenti saat berpapasan dengan Dante.


" Mau kemana, kamu?. " Tanya Rico sedikit ketus.


" Jangan ketus gitu, Bos. Entar cepet tua. Belum juga nikah. " Celetuk Dante.


" Mau kemana?. " Tanya Rico lagi.


" Mau ke pasar, Bos. Semua bahan-bahan habis, nunggu bos belanja kelamaan ya udah berangkat sendiri. " Jawab Dante.


" Udah sana masuk lagi, biar aku yang ke pasar. " Ucap Rico, " Nih tolong taruh di ruangan ku. " Tas punggung milik Rico dia sodorkan ke arah Dante.


Setelah tas sudah ada di tangan Dante Rico menyambar kunci mobil milik Dante yang ada di tangannya.


" Pinjam, aku malas ke bengkel ambil mobil. " Seru Rico langsung pergi begitu saja.


" Lah! Belum juga aku izinin udah pergi aja tuh bos. Bener-bener nggak ada adat tuh bos. " Gerutu Dante begitu kesal.


Beberapa saat Dante mengamati punggung Rico yang sudah menjauh hingga Rico sudah masuk ke dalam mobil, Dante menggeleng baru dia masuk kembali ke resto.


Di persimpangan jalan Rico berhenti terjadi kemacetan di sana, tak tau kenapa alasannya namun semua kendaraan beroda empat berhenti dengan antri.


" Ada apa pak?. " Tanya Rico dengan menyembulkan kepalanya di kaca mobil.


" Ada kecelakaan, Mas. Kalau Mas buru-buru lebih baik cari jalan lain saja! Mumpung Mas masih di sini. Mas masih mudah untuk belok. " Jawab orang yang tengah melintas dengan jalan kaki itu.


" Oh, makasih Pak. " Rico mengangkat tangannya dan berterima kasih pada orang itu, dan langsung di balas dengan anggukan kecil.


Terpaksa Rico kembali putar arah, dia mengambil jalan lain untuk ke pasar.


Mobil kembali melesat dengan cepat, mencari jalan lain untuk mengantarkan Rico ke tempat tujuan.

__ADS_1


Melewati jalan yang ini kenapa perasaan Rico semakin tidak karuan, dia semakin khawatir dan juga begitu gelisah. Rico bingung, kenapa seolah ada sebuah kejadian yang mengejutkan di depan sana yang akan menyambutnya.


Semakin penasaran Rico mempercepat laju mobilnya, kekhawatiran yang tidak jelas alasannya, kegelisahan nya pun tiada mendasar tapi kenapa terjadi pada dirinya.


Begitu banyak orang yang berdiri di depan sebuah toko buku, mata mereka sedang menatap sesuatu seakan mereka ikut merasakan sakit.


Rico memelankan mobilnya matanya melihat tempat itu dengan mobil yang masih berjalan pelan.


𝘊𝘬π˜ͺ𝘡𝘡𝘡𝘡𝘡......


Kaki Rico menginjak pedal rem dengan tiba-tiba saat matanya melihat gadisnya sudah tak berdaya dan ada di atas paving, sementara Farel terus berontak ingin menyelamatkannya.


" Aisyah!. " Seketika amarah keluar dari dirinya. Matanya sudah melotot terang, sedangkan hatinya seakan ikut merasa sakit dengan luka yang Aisyah terima.


Cepat-cepat Rico keluar dari mobilnya menutupnya dengan keras, Rico tak lagi perduli mobilnya yang ada di jalan raya, dan begitu banyak mobil di belakangnya yang terus membunyikan klakson.


Tangan yang sudah mengepal tepat di wajah Aisyah membuat amarah Rico semakin memuncak. Rico tak akan membiarkan gadisnya terluka sama sekali tidak akan pernah. Rico melepaskan sepatunya sendiri, dia lempar dengan begitu fokus.


π˜‰π˜Άπ˜¨π˜©.....


Tepat. Sepatu itu tepat mengenai tangan yang sudah mengepal di atas wajah Aisyah. Semua orang menoleh, melihat siapa orang yang datang dan berani melawan bos brandal yang terkenal sadis itu.


Frans bos brandal itu menoleh dengan cepat, tangannya kembali mengepal namun bukan untuk memukul Aisyah, sepertinya itu akan dia layangkan untuk orang yang telah mengganggu nya, yaitu Rico. Aisyah akan selamat kali ini, dan Farel hanya bisa menurunkan egonya dan mementingkan keselamatan Aisyah.


Rico tetap berjalan dengan cepat, dia tak perduli lagi dengan luka kakinya yang sama sekali belum kering bahkan jalannya Rico masih sedikit pincang. Rico udah nekat, entah dia akan mendapatkan kekuatan dari mana dia tak perduli yang penting dia harus menyelamatkan gadisnya. Dulu tampa memiliki Ilmu bela diri Rico bisa menyelamatkan Tasya omanya Aisyah, kenapa sekarang tidak bisa.


" Oh.. Sok mau jadi pahlawan ya. Jalan aja susah sok-sokan mau membantu orang lain, hahaha... " Tawa Frans begitu menggelegar.


" Bang Rico, pergi. " Ucap Aisyah begitu lirih.


Sekali lagi Rico melirik ke arah Aisyah, amarahnya semakin menguasainya sekarang. " Kurang ajar! Beraninya kamu melukai gadisku!. " Teriak Rico.


Rico semakin mendekat mengikis jarak dengan Frans. Pukulan demi pukulan mulai Rico layangkan begitu saja. Meskipun Frans sesekali bisa menghalau nya namun Rico terlihat begitu ganas, Rico sudah seperti singa kelaparan yang ingin menerkam mangsanya.


Tiga orang mengepung Rico bersama dengan Frans juga. Namun Rico tetap tak mau kalah, meskipun dia berkali-kali terkena pukulan namun tetap saja dia bisa menahannya, dan juga beberapa kali dia terjatuh namun dia tetap bisa bangkit lagi.


Rico begitu membabi buta para brandal itu, kekuatan nya seakan tumbuh dengan sendirinya padahal Rico tidak pernah belajar ilmu bela diri tidak seperti Aisyah dan juga Farel. Bahkan Rico juga terkadang bingung sendiri dengan kekuatan yang tiba-tiba datang disaat amarahnya memuncak.


Rico seakan super hero bagi Aisyah, di saat dia mengalami masalah dan akan celaka Rico pasti selalu datang dengan tiba-tiba, ikatan mereka seakan begitu kuat tak seperti Farel dan juga Aisyah yang sama sekali tak memiliki ikatan apapun.

__ADS_1


Setelah semua yang mengepung Rico telah terkapar tak berdaya, dua orang yang memegangi Farel melepaskannya dan beralih melawan Rico, namun dengan dua kali tendangan saja keduanya langsung terpental jauh.


Farel yang melihat Aisyah langsung mendekatinya, dia ragu-ragu untuk menyentuhnya dia masih saja takut meskipun dalam keadaan darurat.


" Aisyah, kamu tidak apa-apa kan, Aisyah, Syah!. " Teriak Farel yang berusaha memanggil Aisyah yang mulai memejamkan mata.


" Aisyah, kamu harus bertahan. " Ucapnya lagi.


" Kita ke rumah sakit sekarang. " Kedua tangan Farel sudah siap untuk mengangkat Aisyah, namun dia masih terlihat ragu-ragu antara menyentuhnya atau tidak, tapi bagaimana dia akan bisa menolongnya kalau dia sendiri tak mau menyentuhnya.


Farel yang masih dalam keraguannya kini Rico berlari, menyerobot di hadapan Farel dan mengibaskan tangan Farel untuk tidak menyentuh Aisyah. "Minggir! Biar aku yang membawa Aisyah ke rumah sakit. Kau hanya perduli dengan ilmu yang kamu punya tapi kamu tidak perduli kan dengan keadaan dan seberapa parah Aisyah sekarang?!. " Ucap Rico yang begitu panik.


" Bukan seperti itu, Ric!. " Elak Farel.


" Aku memang tak sepintar dirimu jadi aku tidak akan berpikir jauh untuk menyelamatkan hidup orang lain. " Ucap lagi Rico yang seakan menohok hati Farel yang sedari tadi tak berani menyentuh Aisyah.


Rico mengangkat tubuh Aisyah dengan cepat, menggendongnya dan berlari membawa Aisyah ke mobilnya.


" Rico! Rico! Mau kau bawa Aisyah kemana!. " Teriak Farel namun sama sekali tak di hiraukan oleh Rico.


Dengan bantuan orang Rico bisa lebih mudah memasukkan Aisyah ke dalam mobilnya dia tak perlu membuka pintunya sendiri. Rico memasang seatbelt untuk Aisyah dengan gugup namun dia usahakan dengan cepat.


" Kamu yang sabar, Syah. Kamu pasti baik-baik saja. " Ucapnya.


" Terima kasih, Bu. " Ucap Rico pada ibu-ibu yang telah membukakan pintu mobilnya.


" Sama-sama Mas, cepat bawa dia ke rumah sakit sebelum terjadi hal buruk kepada nya. " Jawab Ibu itu.


" Iya. " Rico berlari memutari mobilnya dan segera masuk ke tempat pengemudi untuk membawa Aisyah ke rumah sakit.


" Kenapa kau lakukan ini, Syah! Kenapa demi menyembunyikan identitas mu kau harus merelakan nyawamu seperti ini. Kalau sampai terjadi sesuatu padamu apa yang bisa kau banggakan dengan identitas mu itu." Ucap Rico frustasi.


Sedangkan Farel hanya bisa diam dan pasrah melihat Aisyah di bawa oleh Rico, dan terus mengamati mobil Rico yang perlahan-lahan berjalan.


" Aku harus mengejarnya. " Hampir tak terlihat Farel baru tersadar, dia harus mengejar Rico, memastikan Rico akan membawa Aisyah kemana.


__


Bersambung...

__ADS_1


_________________


__ADS_2