
Happy Reading...
______
Setelah kepergian Rico, kini Aisyah langsung menghubungi pak Jon. Aisyah sangat khawatir, meski dia tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di pesantren. Aisyah juga tidak bisa pergi karena dia sudah berjanji kepada Rico untuk tidak datang ke pesantren, entah kenapa Rico melarangnya.
Aisyah harus mengetahui segala yang terjadi di pesantren dan dia hanya akan bisa melihat jika dia pergi ke markas, benar yang di katakan Rico dia harus pergi ke markas sekarang.
Setelah mengirim pesan untuk Pak Jon Aisyah langsung bergegas pergi dia juga melupakan Meyka yang masih ada di sana bersama Dante.
___
Roda motor terus berputar dengan cepat, menempuh jarak panjang yang harus Rico lalui dalam keadaan yang sangat penuh dengan kegelisahan. Semua mesin motor tuanya masih bekerja dengan sangat baik karena dia mengurusnya dengan baik juga.
Hati Rico semakin tak karuan saat motor harus di hentikan oleh lampu merah juga kemacetan yang sangat panjang. Seharusnya dengan mengendari motor Rico bisa tetap bergerak maju dengan jarak yang sempit tapi tetap saja dia tak bisa, terlalu banyak kendaraan lain yang ada di depannya juga.
"Semoga semua bisa di kendalikan dengan baik. Semoga semua juga baik-baik saja," gumamnya. Pikirannya sudah tak menentu dan terus di landa ketakutan.
Rico bingung, kenapa setiap kali ada da keadaan genting masalah selalu saja ada untuk memperlambat dirinya. Rico ingin cepat sampai tapi itu tak akan semudah membalikkan telapak tangan. Sangat susah.
"Apa masalah Atez sebenarnya, kenapa dia berusaha untuk menghancurkan keluarga Saputra. Siapa dia sebenarnya?" Rico hanya terus bergumam dalam kebingungan, masalah ini tak sesimpel seperti yang dia bayangkan. Begitu rumit.
Perlahan-lahan roda mulai bergerak setelah Rico menarik gasnya dengan pelan. Dia sudah tak sabar ingin melajukan dengan cepat tapi dia tak bisa karena yang berada di depan pun juga sangat pelan.
__ADS_1
Trauma pasti akan di rasakan jika sesuatu kembali terjadi di pesantren. Semua santri juga ustadz dan ustadzah harus membangun lagi pondasi dalam hati mereka untuk bisa kembali kuat lagi. Rico tidak mau itu semua terjadi lagi, kehancuran tidak boleh terjadi di sana Rico harus bisa menghentikan bencana besar seperti yang muncul dalam mata batinnya.
"Cepatlah, cepat," ucap Rico tak sabaran.
Jalan yang bagaikan semut membuat Rico benar-benar tak sabar. Seandainya bisa Rico akan terbang dan mendahului semua kendaraan di depannya.
Belum juga sampai di tempat lampu rambu lalu lintas dan sekarang lampunya sudah berubah lagi menjadi merah, sungguh tak bisa berkutik Rico sekarang dia tak bisa maju maupun mundur lagi dan hanya akan berada di tempat menunggu semuanya kembali bergerak.
"Astaghfirullah hal 'azim, sampai kapan ini akan berakhir," ucapnya yang mulai frustasi.
Setelah menunggu dan menunggu akhirnya Rico bisa keluar dari kemacetan panjang, laju motornya langsung di percepat dia tak kau terlambat dan semuanya akan hancur berantakan.
_____
Riuh pesantren terjadi seperti hari-hari biasanya, semua sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Semuanya terlihat amat terkendali tak ada apapun yang menegangkan.
Semua terkejut dengan bunyi dari kembang api yang tiba-tiba ada. Semuanya mendongak melihat kembang api meski tak terlihat akan pancaran sinar keindahannya.
Semuanya begitu antusias melihat semua berkumpul di lapangan untuk melihat. Tak tau siapa yang menyalakan kembang api di siang seperti sekarang, apa mungkin hanya anak kecil? Atau mungkin hanya pemuda yang sedang berpesta saja? Entahlah.
Asap terlihat mengepul dia atas pesantren setelah kembang api itu habis tak tau apa sebabnya tapi dalam hitungan detik saja semua orang tertidur di tempat mereka berdiri sekarang. Ternyata ada obat tidur di dalam asap itu.
Perencanaan untuk melakukan itu pasti sangat matang tak mungkin tidak. Semuanya tergeletak karena obat tidur tak ada satupun yang tersadar.
__ADS_1
Gerombolan orang-orang asing masuk ke pesantren dengan sangat mudah, orang-orang yang menutupi wajah mereka dengan kain berwarna hitam.
Semua berpencar, tak ada satupun yang mengganggu tidur dari para santri juga penghuni lainnya di lapangan itu. Entah siapa yang menjadi target utama mereka sampai-sampai mereka membuat semua orang tertidur.
Bukan hanya para santri juga ustadz yang tak sadarkan diri bahkan Rayyan juga Keisha mereka juga langsung tertidur di pendoponya. Sungguh begitu kuat pengaruh dari asap itu.
Satu persatu mereka membawa keturunan dari Saputra, termasuk Tasya, Rayyan, Keisha, Fikri juga Adiba namun tidak dengan anak-anak mereka yang saat ini tidak ada di tempat.
Mereka di masukan ke dalam mobil dan mobil pun siap melaju.
Bersamaan dengan berjalannya beberapa mobil Rico datang begitu juga dengan Faisal yang baru pulang dari toko kitab. Keduanya langsung mengetahui bahwa semua keluarga mereka di bawa pergi oleh mobil itu.
"Bang, bagaimana ini? " tanya Rico setelah menghentikan motornya.
"Kita harus menyelamatkan mereka, Ric. Tak tau siapa mereka pasti mereka memiliki niat buruk," jawab Faisal.
Faisal mengambil ponselnya, dan menghubungi si abang kembar. Dia akan mendapatkan bantuan dari kedua abangnya.
"Aku akan mengejar mereka," belum juga mendapat jawaban Rico sudah melaju dengan cepat dia tak ingin sampai kehilangan jejak.
"Rico.. Ric! Tunggu! " teriak Faisal tapi sudah di abaikan.
////
__ADS_1
Bersambung..,
______