
____
Happy Reading..
Readers tercinta...
__________________
Aisyah menutup pintu di ruangan Rico setelah dia berhasil keluar dari sana. Wajahnya nampak dingin mengeluarkan ekspresi yang tak biasa. Entah apa yang membuat nya mengeluarkan ekspresi itu, Ekspresi antara dingin dan juga penuh tanya, dan sedikit tercampur dengan kekesalan.
Aisyah mulai melangkah, dia ingin pergi dari sana sebelum ada salah satu dari keluarga nya yang mengetahuinya. Dia tak lagi terpikirkan entah dimana kedua sepupunya yang sedari tadi menghilang entah kemana.
" Aisyah!. "
Aisyah menghentikan langkah saat ada suara yang memanggilnya, Aisyah menoleh dan langsung menatap malas kedua sepupunya yang berlari mendekat.
" Gimana? kamu tidak apa-apa kan? paman Ray tidak melihatmu kan?. " cerca Shelvia.
" Iya, Om Ray tidak memarahi mu kan, Syah!." saut Meyka.
Keduanya sangat khawatir, mereka benar-benar ketar-ketir dari tadi. Keduanya hanya bisa terus berdoa dan berharap Rayyan tak melihat Aisyah apalagi sampai memarahinya dan ngamuk di dalam sana.
" Tidak. " jawab Aisyah singkat. Aisyah kembali mengayunkan kakinya.
" Terus kenapa wajahmu kusut banget kalau Paman nggak melihatmu? apa ada hal lain yang mengucek wajahmu hingga menjadi kusut begitu?. " seloroh Shelvia dan terus mengejar Aisyah yang mempercepat langkahnya.
Aisyah masih enggan untuk cerita, ini adalah masalah pribadinya dia harus menyimpan nya rapat di hatinya meski itu dari Shelvia sekaligus.
" Tidak apa-apa. " jawab Aisyah lagi dan tentunya dengan singkat dan malah membuat Shelvia dan Meyka semakin penasaran.
Shelvia berjalan mendahului Aisyah dan berdiri tepat di depannya untuk menghentikan Aisyah. Shelvia memegangi kedua pundak Aisyah dan menatap matanya.
" Cerita, sebenarnya apa yang terjadi. Nggak mungkin tidak ada apapun kalau kamu nya menjadi seperti ini. Aku yakin pasti nada hal yang kamu sembunyikan dari ku. Hayo cerita!. " desak Shelvia.
" Apa sih Kak, nggak ada apapun sungguh. " jawab Aisyah malas, Aisyah menurunkan tangan Shelvia, di samping otaknya yang lagi full dia juga nggak mau berdebat dan bicara panjang kali lebar. Dia begitu malas kali ini.
"Aku mau pulang, capek. " Aisyah kembali melangkah, meninggalkan kedua sepupunya yang tengah cengo melihat nya.
______
Taksi berhenti di depan pesantren ketiga gadis remaja keluar satu persatu dari sana. Aisyah terus berwajah dingin sementara kedua sepupunya biasa-biasa saja namun di dalam otak mereka menyimpan beribu tanya atas perubahan dari Aisyah.
Seperti biasa, saat pulang terlambat Aisyah pasti akan di sambut dengan tatapan tajam dari sang Papa. Rayyan terus menatap Aisyah yang semakin dekat, dengan menaruh kedua tangannya di belakang punggungnya.
__ADS_1
" Darimana kamu?. " tanya Rayyan yang penuh selidik sembari tangannya mengulur saat Aisyah hendak menyalaminya. Tak bosan-bosan Rayyan pasti akan selalu mencerca berbagai pertanyaan jika Aisyah pulang terlambat, apalagi tadi mendengar semua penjelasan dari Rico tak menutup kemungkinan dia juga akan curiga padanya.
" Kami dari rumah Shelvia, Paman! karena ada sesuatu yang ingin Shelvia ambil jadi sekalian Shelvia minta di temenin sama Aisyah dan juga Meyka, iya kan Mey?. " Shelvia menyikut lengan Meyka dan pasti langsung membuat Meyka mengangguk dan mengiyakan.
" Iya, Om! . " jawab Meyka.
" Oh, lain kali pamit kalau mau pergi," ujar Rayyan," Sekarang masuklah, dan istirahat. " pinta Rayyan. Ketiganya mengangguk patuh dan langsung masuk.
Rayyan yang sama sekali tak percaya langsung mengambil ponsel dan menghubungi seseorang, dia akan mendapatkan jawaban yang jelas darinya.
Sedangkan di tempat lain di rumah sakit Natas Hospital tepatnya Airin tengah duduk di meja kerja, dia cari saja selesai memeriksa pasien. Airin kembali membuka sebuah map yang terdapat laporan akan pasien nya.
Airin begitu fokus, dia terus meneliti nya hingga tak ada satupun kata yang terlewat.
Kring... Kring... kring....
Ponsel Airin berbunyi, masih dengan mata menatap laporan di hadapan nya tangannya meraih ponsel yang ada di hadapan nya. Sebelum dia mengangkat nya dia melihat dan tertera nama Kak Ray di sana." Kak Ray? tumben. " gumamnya dan langsung mengangkat nya.
" Assalamu'alaikum Dek. " ya, Rayyan menghubungi Airin selaku Mama dari Shelvia.
" Wa'alaikumsalam, Kak. Ada apa? tumben. " jawab Airin.
" Apa tadi Shelvia pulang mengajak Aisyah dan Meyka?. " tanya Rayan.
" oh, syukurlah.! "
" Emangnya kenapa Kak?. " tanya Airin.
" Bukan apa-apa. Ya sudah, maaf kakak ganggu kerjanya, Assalamu'alaikum.. "
" Wa'alaikumsalam. " jawab Airin.
Telfon pun terputus karena Rayyan yang mengakhirinya, Airin mengernyit bingung tak biasanya Rayyan akan menghubunginya di saat-saat seperti sekarang dan tak mungkin juga Rayyan akan menghubunginya kalau tak ada masalah.
" Semoga beneran tidak ada apa-apa." Airin kembali menaruh ponselnya dan kembali fokus dengan kerjaannya.
_________
Malam yang begitu larut, semua sudah mulai mengistirahatkan tubuh mereka dari segala aktivitas, Semua tampak bersiap dan menata juga membersihkan ranjang mereka untuk mereka tidur.
Namun berbeda dengan Aisyah, dirinya tengah sibuk di meja belajar nya dengan tangan terus berkutik pada laptop berwarna silver kesukaannya. Matanya terus fokus dan tangannya terus menari-nari di atas keyboard laptop tersebut.
Aisyah membuka sebuah kunci yang terdapat di sana, dan tertera kata ' Mawar Berduri' dengan lambang mawar merah namun terdapat begitu banyak duri di bawahnya. Itulah identitas gadis yang terlihat lemah lembut itu, 'Mawar Berduri'.
__ADS_1
Aisyah membuka buku catatan di sebelahnya dan tertera sebuah akun di sana. Dengan cepat Aisyah langsung melacak akun tersebut. Mata Aisyah perlahan memicing saat ada ketidakwajaran yang dia baca dari akun tersebut. Aisyah membuka di bagian e-mail dan ada sebuah e-mail masuk dan keluar dengan bebas.
" Sepertinya memang benar adanya, akun ini adalah akun yang tidak beres. Pasti ada sebuah rahasia besar, dan orang-orang yang saling mengirim e-mail ini mereka pasti bukan bukan orang sembarangan. " gumamnya.
Aisyah mengambil ponsel nya, menghubungi seseorang yang tadi sempat memberikan alamat akun itu padanya. Orang yang selalu meminta Aisyah untuk melacak akun-akun ilegal yang sangat mencurigakan.
" Assalamu'alaikum, Om. " sapa Aisyah.
"....... "
" Begini Om, sepertinya kecurigaan Om benar. Saya menemukan sesuatu di akun ini. Dan saya akan kirimkan semuanya pada Om. Dan setelah itu kita tinggal tentukan kapan kita akan bertindak. " ucap Aisyah.
"...... "
" Baik, Om. Semua akan berjalan seperti biasanya, dan seperti biasanya Aisyah kerjakan dalam waktu yang sangat singkat. Om hanya tinggal menunggu hasilnya saja. " ucapnya lagi.
" ...... "
" Assalamu'alaikum."
" ....... "
Ponsel Aisyah matikan, lalu dia kembali menaruh ponsel itu dan kembali lagi dengan laptopnya. 'Klik' Sentuhan akhir dari tangan Aisyah dan semua yang akan dia kirimkan pada orang tadi sudah berhasil terkirim.
" Beres. Sekarang waktunya pergi, urusan ini juga sangat penting. " gumamnya.
Aisyah berdiri dia mengambil baju ganti dan masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Lima menit dia kembali keluar dan sudah mengganti dengan pakaian yang simpel, tunik warna coklat celana hitam dan kerudung pasmina berwarna coklat sedikit lebih tua dari warna bajunya.
Aisyah mengambil jaket kulit hitam dan langsung memakainya. Tak lupa ponsel dia masukan ke dalam saku, benda-benda kecil berbentuk bintang berwarna merah pun tak luput dia bawa. Slayer berwarna hitam kaus tangan hitam semua itu adalah perlengkapan nya. Tak lupa juga sepatu yang berwarna hitam.
Aisyah keluar dari kamarnya dengan diam, dia tidak keluar lewat pintu melainkan lewat jendela yang langsung mengarah ke belakang.
Aisyah celingukan, setelah dirasa aman dia baru benar-benar pergi dari sana untuk menuju jalan. Tak butuh waktu lama Aisyah sudah sampai di jalan dan sudah ada Jon yang telah menjemputnya.
" Berangkat pak Jon, kita harus sampai tepat waktu, dan aku juga harus pulang sebelum subuh. " perintah Aisyah.
" Baik Nona. " mobil pun mulai berjalan, membawa Aisyah dan akan mengantarkannya sampai tujuan.
____
Bersambung..
______________
__ADS_1