Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
76.Kedatangan Ikhsan


__ADS_3

___


Happy Reading...


________


"Kamu begitu hina, Rico. Demi untuk mendapatkan anakku kamu membawa-bawa orang yang sudah tiada! Kau sungguh hina! Kau benar-benar tidak pantas untuk anak saya, kau tidak pantas! " Oceh Rayyan.


"HENTIKAN SEMUA TUDUHAN PAPA PADA RICO, PA!! "


Semua menoleh ke arah sumber suara, di lihat lah kaki yang mulai melangkah masuk dan semakin dekat.


Faisal dan juga Rico langsung berdiri, sementara Aisyah berlari ke arah siapa yang datang. Seorang yang benar-benar dirindukan oleh Aisyah.


"Bang Ikhsan. " Aisyah berhamburan memeluk abangnya itu dan dengan penuh sayang Ikhsan juga membalas pelukan itu pas Aisyah.


Dikecupnya berulang kali puncak kepala Aisyah, Ikhsan juga sangat merindukan Si pipi bakpaonya itu.


"Sudah, sudah. Jangan bersedih lagi, ada Abang dimana sini semuanya akan baik-baik saja, hehh.. " Ucap Ikhsan.


Ikhsan melepaskan pelukannya dan beralih merangkul Aisyah, keduanya berjalan untuk bergabung pada semuanya yang masih terdiam akan kedatangannya yang tiba-tiba.


"Assalamu'alaikum, Pa. " sapa Ikhsan, meraih tangan Rayyan dan salam takzim padanya.


Rayyan masih acuh, dia terus diam karena sepertinya kedatangan Ikhsan juga akan menambahb daftar panjang dari orang yang akan menentang keputusannya. "Buat apa kamu datang! " sinis Rayyan.


Ikhsan mengelus dada, bagaimana bisa seorang ayah menyambut kedatangan anaknya dengan ucapan yang seperti itu. Apakah kedatangannya benar-benar tidak di inginkan untuk sekarang? Jika saja Ikhsan tidak berkali-kali mendapatkan pesan dari Faisal dia juga tidak akan pulang secepat ini, bahkan dia kini pulang hanya seorang diri.


Ikhsan tersenyum tipis lalu berjalan melewati Rayyan untuk mendekati Keisha dan juga Tasya. "Assalamu'alaikum... Ma, Oma, "sapa Ikhsan dan tak lupa menyalami keduanya juga.


" Wa'alaikumsalam, Nak, "jawab keduanya bersamaan.


Rico terlihat was-was dengan kedatangan Ikhsan, dia takut kalau Ikhsan akan mengatakan semua yang dia punya. Bukan apa-apa tapi dia tidak mau di anggap penipu saja oleh Rayyan nantinya.


Tidak semua orang akan mempercayai hal yang Rico punya, bisa jadi itu termasuk Rayyan juga yang selalu saja menganggapnya sebagai tukang akting.


"Assalamu'alaikum, Ric. Bagaimana kabarmu? Sudah sangat lama kita tidak bertemu, " Sapa Ikhsan yang duduk beralih kepada Rico dan juga Faisal.


Rico tersenyum kecil, dia sangat baik-baik saja, namun tidak dengan hatinya. Hatinya tengah kacau balau sekarang, dan semuanya semakin berantakan karena penolakan dari Rayyan juga.


"Wa'alaikumsalam, seperti yang Pak Ikhsan lihat. Aku selalu baik-baik saja, bagaimana dengan Pak Ikhsan sendiri, sehat? "tanya Rico.


Ikhsan pun juga tersenyum, bahkan dia sangat bahagia sekarang dengan keluarga kecilnya yang selalu tentram dan damai.


"Alhamdulillah.. "

__ADS_1


Rayyan berdecak kesal, dia tidak ingin melihat drama ini lebih lama lagi rasanya sungguh muak. "Sebenernya apa maksud kedatangan mu, Ikhsan? Tidak mungkin kamu datang sendiri jika tak ada tujuan tertentu, apa sebenarnya yang kamu inginkan?" tanya Rayyan begitu nyelekit.


Anak mana yang akan baik-baik saja jika kedatangannya di sambut dengan kata-kata seperti itu, jika Ikhsan tak memiliki kesabaran yang ekstra mungkin lebih baik dia pergi dari sana, namun tidak! Tujuannya lebih penting.


"Kenapa? Apa Papa tidak menyukai kedatangan ku? Apakah seorang anak datang ke rumah orang tuanya harus dengan adanya maksud tertentu? Bisa jadi kan, Ikhsan data karena Ikhsan merindukan kalian semua. " Jelas Ikhsan.


"Tapi memang benar sih? Kali ini Ikhsan datang karena memang punya maksud tertentu. Ikhsan datang hanya karena masalah yang terjadi akhir-akhir di rumah ini. Dan Ikhsan juga datang karena sangat peduli dengan Aisyah, adik perempuan satu-satunya, " Jawab Ikhsan.


"Kenapa? Apa kamu pikir papa tidak bisa menangani masalah di rumah ini? Ini rumah papa, dan ini juga keluarga papa, haduh bagaimana mungkin papa tidak bisa. " Ucap Rayyan.


"Bukan itu juga, pa. Ikhsan hanya ingin memastikan semuanya baik-baik saja, tapi sepertinya yang terjadi tidak seperti itu. "


"Hm.., papa sudah menebaknya. " Rayyan semakin sinis.


"Pa, kenapa papa tidak memberi kesempatan Rico untuk berjuang sih, Pa. Bukannya Rico juga berhak mendapatkan itu. Lagian menurutku jika Farel saja bisa mendapatkan kesempatan untuk berjuang kenapa Rico tidak."


"Papa sudah memberikan kesempatan pada Rico, tanya saja sendiri padanya. "


Ikhsan menoleh ke arah Rico, dahinya mengkerut seolah meminta penjelasan pada Rico.


"Benar yang dikatakan om Rayyan, Pak. Beliau sudah memberikan kesempatan itu pada Rico." jawab Rico.


"Kesempatan yang seperti apa? " Ikhsan mengernyit bingung.


Rico diam, dia tak mau mengatakannya pada Ikhsan takut akan timbul masalah baru nantinya. Tapi diam nya Rico membuat Faisal yang angkat bicara, menjelaskan kesempatan seperti apa yang Rayyan berikan pada Rico.


"Pa, sejak kapan papa jadi seperti ini? Apakah harta itu hak segalanya untuk papa sekarang? "


"Bukan untuk papa, Ikhsan. Tapi untuk Aisyah! Apakah kamu akan rela begitu saja kalau Aisyah hanya akan tinggal di rumah sederhana!"


"Pa, masalah rumah bukanlah masalah besar. Kita bisa menghadiahkan itu pada mereka! Lagian harta benda tidak akan membuat orang bisa bahagia selamanya, Pa. Apalagi Harta juga tidak bakal di bawa sampai mati kan? "


"Papa tidak setuju itu, Ikhsan. Jika memang Rico ingin bersama dengan Aisyah dia harus bisa mengabulkan semua syarat yang aku berikan kepadanya. "


"Tapi, Pa.


" Sudah Ikhsan, kamu dan juga semua itu tidak akan bisa mengubah keputusan Papa."


"Bukan hanya itu saja, Pa. Satu hal yang harus papa tau, apapun yang Rico katakan itu semuanya benar, Rico juga tidak asal membawa-bawa nama Opa, Pa. Karena Rico sebenarnya In..."


"Pak Ikhsan! " Tiba-tiba Rico menyela kata-kata dari Ikhsan, dia benar-benar tidak mau Rayyan sampai tau, toh ujung-ujungnya juga belum tentu Rayyan bakal percaya padanya.


"Sudah pak Ikhsan, jangan diteruskan lagi. Saya akan berusaha untuk mewujudkan apa yang menjadi permintaan, Om Rayyan. Tapi, jika saya memang tidak bisa mewujudkan itu, mungkin saya memang tak pantas untuk Aisyah. " Rico melirik sekejap ke arah Aisyah dengan tatapan yang pilu.


Dadanya terasa sangat sesak mengatakan itu, meskipun dia akan berjuang mati-matian untuk bisa memenuhi segalanya namun tak menutup kemungkinan jika dia akan gagal.

__ADS_1


Dia bisa saja mengejar untuk menyamakan ilmunya dengan Aisyah, tapi soal syarat yayang satunya? Dari mana Rico akan bisa mendapatkan uang yang begitu banyak hanya dalam waktu satu bulan saja, sedangkan dia juga tidak mempunyai tabungan yang banyak.


Dilihatnya Aisyah yang menggeleng kasar, dia seolah tau apa yang Rico pikirkan. Ketakutan Rico juga menjadi ketakutan Aisyah juga. Aisyah bisa saja membantu Rico dengan diam-diam tapi dengan pemikiran Rico dia tidak akan mungkin mau menerimanya.


"𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶, 𝘉𝘢𝘯𝘨. 𝘉𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘨𝘢𝘨𝘢𝘭. "Batin Aisyah yang begitu takut.


Menanggapi ketakutan Aisyah Rico hanya membalasnya dengan senyum getir, bisa saja apa yang Aisyah takutkan itu akan terjadi, tapi mau bagaimana jika takdir memang mengizinkan jalan yang seperti itu.


" Kalau begitu saya pamit, " ucap Rico.


Rico mulai menyalami satu persatu yang ada di sana hingga berakhir pada Rayyan.


"Assalamu'alaikum, Om. " ucapkan.


"Wa'alaikumsalam."


Rico melangkah pergi, dia harus mulai berfikir bagaimana caranya dia akan mewujudkan semuanya.


"Ric..! " Ikhsan mengejar Rico dan keluar dari sana.


Aisyah semakin jengah dengan kelakuan dari Rayyan yang merendahkan Rico, Aisyah sudah terlalu lelah menerima semua yang Rayyan lakukan padanya juga.


"Pa, " Aisyah menghampiri Rayyan yang masih setia berdiri memandangi kepergian Rico dan juga Rayyan.


Seketika Rayyan menoleh pada Aisyah. "Hem."


"Pa, jika suatu saat papa tidak merestui aku dengan bang Rico hanya karena harta, maka akan Aisyah pastikan Aisyah akan menjadi orang termiskin dari semua keluarga kita, bahkan Aisyah akan pastikan menjadi orang paling miskin di kota ini. "


"Dan jika papa juga tak merestui aku dan bang Rico hanya karena ilmu yang tak bisa Bang Rico sejajarkan meskipun dia sudah bekerja keras. Maka Aisyah akan pastikan, Aisyah akan menjadi orang paling bodoh di kota ini. Itu adalah janji Aisyah Rahma Saputri putri dari Rayyan Faris Saputra yang tidak pernah mendapatkan keadilan. "


Ucapan dari Aisyah seketika membuat semuanya tercengang begitu saja, bagaimana bisa putri satu-satunya dari Rayyan dan Keisha berniat ingin menjadi orang yang paling miskin dan juga paling bodoh di kota itu. Jika semuanya benar maka untuk apa semua harta dan kehormatan yang Rayyan miliki sekarang.


"Syah! Apa yang kamu katakan! Abang tidak akan membiarkan itu semua terjadi, abang tidak akan rela, Syah!" Saut Faisal.


"Itu sudah menjadi keputusan Aisyah, Bang. Biarkan papa hidup dengan apa yang dia banggakan, tapi dia tidak akan hidup dengan putri yang selalu dia tirikan. "


Aisyah melenggang pergi tanpa menghiraukan apapun lagi. Jika dia tidak berjodoh dengan Rico bukan berarti Rayyan harus terus merendahkan dengan apa yang Rico punya, dan jika kelak Aisyah berjodoh dengan Farel bukan juga karena apa yang di miliki oleh Farel.


"Syah! " teriak Faisal.


Kata-kata Aisyah hanya mampu membuat hati Rayyan tergelitik geli dan belum benar-benar bisa membuka pintu yang berpagarkan besi.


__


Bersambung...

__ADS_1


________________


__ADS_2