
Farel begitu terpana saat melihat Aisyah yang masuk ke dalam ruangan itu dengan di gandeng oleh Shelvia dan juga Keisha, Mamanya. Aisyah terlihat sangat cantik dan juga bersinar dari yang lainnya.
Farel yang masih menatap kagum Aisyah yang begitu cantik, kepergok oleh Faisal dan membuatnya tersenyum lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Farel.
" ingat Farel. Belum sah " bisik Faisal pas di samping telinga Farel.
Farel terlihat salah tingkah karena telah ketahuan oleh calon abang iparnya telah ketahuan menatap Adiknya.
Farel menunduk dan ber-Istighfar setelah menyadari tatapan yang belum pantas untuk Aisyah. Dia tak boleh berlama-lama menatap nya meskipun sebentar lagi mereka akan menjadi tunangannya namun mereka belum sah sepenuhnya, sebelum sampai saat itu tiba, setelah Farel selesai mengucapkan ijab qobul dia harus tetap menjaga pandangan nya pada Aisyah.
Aisyah duduk di tempat yang sudah di siapkan khusus untuknya, tempat yang ada di hadapan Farel namun dengan jarak yang lumayan jauh.
Sekilas Aisyah melirik ke arah Farel yang juga tengah menatap setiap gerakan yang dia lakukan, Aisyah kembali menunduk dan tak lagi melihat Farel sama sekali.
Sama sekali tak ada senyum bahagia yang terlihat di wajah Aisyah. Ya, karena memang ini bukan lah keinginan nya sama sekali.
Mata Aisyah terus menahan gejolak yang ingin kembali keluar dari matanya, matanya sudah memerah namun sekuat hati dia menahan nya untuk tidak keluar.
" bukan ini yang aku inginkan.. bukan ini., " Aisyah hanya bisa terisak di dalam hatinya.
Seandainya dia tau akan seperti ini lebih baik kemarin dia tak pulang dan melanjutkan sekolahnya di Negeri orang saja, daripada dia pulang dan berakhir dengan perjodohan ini yang sama sekali tak dia harapkan.
Rico yang duduk di antara para tamu undangan merasa ngilu, dia lebih sedih sekarang. Menatap gadisnya akan menjadi milik orang lain, dan yang paling membuat nya sesak adalah Aisyah tak bahagia dengan semua ini.
" sekecil saja rasa sakit mu akan menjadi besar di dalam hatiku, Syah dan begitu juga sebaliknya, Kebahagiaan mu akan sangat berarti untuk ku. Aku ikhlas jika kau tidak akan menjadi milikku, tapi aku tak ikhlas jika kamu menderita dengan hubungan mu. " batin Rico miris dengan nasib mereka berdua.
Kenapa rasanya sangat sesakit ini bagi Rico. Dia tak punya hak apapun atas Aisyah sekarang, bahkan perasaan nya juga sama sekali belum di ketahui oleh Aisyah dan perasaan Aisyah pun juga sama belum dia ketahui. Tapi di lihat dari tingkahnya, sepertinya Aisyah memiliki rasa akan dirinya.
" biarkanlah terjadi jika ini memang sudah takdir nya, Co. Jika takdir mengatakan lain yakinlah, Allah memiliki cara untuk membatalkan nya. " batin Rico menasehati dirinya sendiri.
Rico terus berusaha tegar meskipun dia sudah sangat tak mampu untuk melihat nya, melihat Aisyah yang menderita dan harus berjuang untuk menahan nya sendiri.
Rico tersenyum tegar saat Aisyah tiba-tiba melirik ke arahnya. Rico menggeleng, tak memperbolehkan Aisyah menjadi rapuh seperti ini.
" bagaimana aku bisa memakai cincin dari pria lain di hadapan pria yang aku cintai. bagaimana aku bisa Ya Allah " Aisyah tersedu semakin keras di hatinya.
Di saat yang bersamaan, di saat keduanya saling menatap air mata keduanya menetes begitu saja. Kepedihan keduanya tak bisa di bendung lagi dan keluar secara bersamaan.
" Aku nggak boleh seperti ini. Aku juga harus keluar dari sini kalau tidak Aisyah tidak akan bisa melanjutkan acara ini. "
Rico mengusap Air mata nya dengan satu jarinya lalu dia tersenyum kepada Aisyah. Rico beranjak dan berniat pergi keluar dari ruangan itu.
" Bang Rico mau kemana? "'batin Aisyah.
__ADS_1
Aisyah terus melihat punggung Rico dan apa yang di lakukan Aisyah tak luput dari pandangan Rayyan dan juga Farel.
" apakah aku telah berbuat kesalahan? " terlihat Farel mengernyit melihat kejadian yang ada di hadapan nya. Namun Itu tak berlangsung lama karena Farel lebih memilih mengacuhkan kecurigaan nya dan tetap kekeuh untuk melanjutkan acara ini.
_________
Rico terus melangkah mencari tempat yang nyaman untuk duduk sendiri di sana.Di tempat yang sepi di bawah pohon mangga yang ada di belakang pesantren di sanalah Rico sekarang.
Rico mengernyit, karena tak hanya dirinya yang ada di sana melainkan ada seorang gadis yang duduk di sana yang tengah melamun dan tengah bersedih.
Meskipun ragu Rico tetap mendekat dan di lihat nya Meyka yang terlihat sangat murung. " Meyka? " lirih Rico.
Ekhem...
Sengaja Rico berdekhem untuk membuat Meyka menyadari akan kedatangannya. Dan yang di lakukan ternyata membuahkan hasil Meyka menoleh dengan cepat dan sangat terkejut melihat Rico yang ada di sana.
" Kak Rico! " Meyka berdiri dan langsung menatap Rico.
Rico tersenyum, namun menatap aneh Meyka. Itu adalah hari bahagia untuk sepupunya tapi kenapa Meyka tak terlihat bahagia sama sekali.
" kenapa kamu duduk sendiri di sini? bukankah acara akan segera di mulai? " tanya Rico.
" a-aku" Meyka bingung untuk mencari alasan apa Pada Rico, tak akan mungkin dia bilang kalau dia di sana karena tak sanggup melihat orang yang di sukai bersanding dengan orang lain, meskipun itu sepupu nya sendiri.
"alasan apa yang akan ku katakan pada Kak Rico. Tak mungkin kan Aku bilang karena aku tak sanggup melihat Mas Farel bertunangan dengan Aisyah, itu tidak akan benar kan? " pikir Meyka bingung.
Rico mengerutkan dahi mendengar itu, sekarang dia tau alasannya kenapa Meyka ada di sana seorang diri. Dan ternyata alasannya adalah sama dengan nya.
" apakah kau benar-benar tidak akan mendampingi sepupumu di hari bahagia nya? " tanya Rico.
" Hem. " Meyka terhenyak, dia sangat bingung, dia ingin namun dia tidak sanggup.
" saya.. saya sebentar lagi ke sana, tapi untuk Kak Rico, kenapaa Kak Rico juga tidak di sana, apakah? " Meyka pun berfikir hal yang sama, mungkinkah Rico di sana juga sama seperti dirinya.
"'saya mau ke belakang, namun saya tidak tau tempat nya dan akhirnya saya sampai ke sini karena mencari tempatnya " ucapan Rico berbohong.
Ternyata Meyka salah, dia mengira Rico di sana seperti dirinya namun ternyata dia hanya ingin mencari toilet saja.
" Kak Rico mau ke toilet? " tanya Meyka. "kalau mau ke toilet ke sebelah sana Kak. kakak lurus aja nanti toilet nya ada di sebelah kiri. " imbuh Meyka menunjukkan.
Rico pura-pura mengikuti arah tangan Meyka dengan sesekali mengangguk mengerti., Terima kasih kalau begitu. " ucap Rico.
Bukannya pergi ke toilet Rico malah duduk di sana membuat Meyka kembali duduk dan menatap Rico dengan bingung. " Kak Rico tidak apa-apa? " tanya Meyka.
__ADS_1
" tidak " jawab nya singkat.
Berbagai pertanyaan hadir di benak Meyka. Jika Rico benar-benar ingin ke toilet tidak mungkin dia malah duduk di sana dengan murung seperti dirinya tadi.
" Kak, apakah ada sesuatu yang telah saya lewatkan? apakah Kak Rico dan Aisyah... "
Rico menatap Meyka saat dia mulai bertanya akan dirinya dan juga Aisyah. " maksudmu? " Rico balik tanya dan menghentikan perkataan Meyka.
Meyka mengalihkan pandangannya dan menatap lain." Aisyah sudah cerita padaku tentang Kak Rico. Awalnya aku mengira bukan Kak Rico yang Aisyah selalu ceritakan tapi sekarang aku yakin kalau yang Aisyah ceritakan adalah Kak Rico. "
" Aisyah sangat mengagumi Kak Rico, bahkan dia juga sering mengigau memanggil nama kak Rico dalam tidur nya. Meskipun Aisyah tak mengatakan kalau dirinya menyukai Kak Rico, namun itu sudah menjadi bukti kalau Aisyah sangat menyukai kakak. Dan aku lihat Kak Rico juga demikian. Apakah kalian...? "
Rico tersenyum kecut mendengar penjelasan dari Meyka, ternyata sedalam itukah rasa yang di miliki Aisyah untuk nya? pantas saja kini Aisyah terlihat sangat menderita lebih dari dirinya.
" apakah kalian berdua saling menyukai dalam diam? " tanya Meyka.
Rico menutup matanya sejenak ingin dia berpikir sebelum dia mengatakan apapun pada Meyka. Bukannya kata-kata yang dia peroleh namun malah wajah Aisyah yang melintas di benaknya cepat-cepat Rico membuka matanya dia sangat panik dan langsung berlari untuk segera kembali ke tempat dimana acara berlangsung.
" Kak Rico " Meyka terlihat sangat bingung. Apa yang membuat Rico begitu panik dan berlari begitu saja tanpa menghiraukan dirinya. " Kak Rico kenapa? " Meyka pun ikut beranjak dan mengejar Rico karena begitu penasaran.
___________
Acara pertunangan telah di mulai semua begitu senang. Para tamu dan keluarga begitu fokus dengan acara itu. Dari awal dengan petuah-petuah yang di berikan oleh tetua, dan sambutan kecil sebelum acara inti di mulai.
Dari pihak Farel hanya ada kakak dan kakak iparnya saja yang datang karena memang hanya tinggal mereka lah yang Farel punya.
Marco dan juga Nara lah yang kini mewakili orang tua dari Farel. Dan begitu banyak seserahan yang mereka bawa untuk Aisyah.
Acara inti di mulai semua berdiri, dari masing-masing keluarga mengeluarkan sebuah kotak berbungkus beludru berwarna merah.
Keisha mewakili Aisyah memakaikan cincin ke jari calon menantunya itu. Cincin yang sudah di pilih khusus untuk Farel.
Setelah Keisha berhasil memakaikan cincin ke jari Farel kini giliran Nara yang mewakili Farel memakaikan ke jari manis Aisyah.
"ini lah akhir ku. setelah ini aku tak bisa lagi memikirkan siapapun termasuk pria yang selalu ada di setiap doa-doa ku. "batin Aisyah yang kini akhirnya pasrah akan takdirnya yang berbanding dengan keinginan nya.
Semua begitu fokus dengan cincin yang memiliki permata di atasnya, cincin yang hampir saja melekat di jari manis Aisyah.
" **Aisyah.... Awasssssss...... "
_____________
_____________🌹🌹🌹**________
__ADS_1