
Happy Reading...
____
"Assalamu'alaikum.. Ya khumaira..., Abang pulang! " baru saja pulang dari Resto Rico sudah mengeluarkan kata yang akan membuat Aisyah tertipu. Rico begitu senang menggoda Aisyah apalagi kalau sampai dia berhasil membuat pipinya memerah, kebahagiaannya terasa berlipat-lipat.
Aisyah belum juga keluar dari persembunyiannya entah di mana dia sekarang. Rico terus berjalan masuk mencari-cari keberadaan Istrinya, dua jam saja dia pergi tapi kerinduannya begitu besar seakan tidak bertemu bertahun-tahun.
Rico tersenyum manis saat dia berhasil menemukan sang istri yang ternyata tengah duduk di belakang rumah dan tengah ngobrol dengan Susan. Aisyah yang duduk memunggungi pintu tak melihat Rico yang datang.
Jari telunjuk Rico terangkat meminta Susan untuk diam dan tidak memberitahukan pada Aisyah akan kedatangannya. Dengan sengaja Rico menutup mata Aisyah dengan kedua telapak tangannya, dia duduk di belakang Aisyah dengan diam.
Aisyah cepat memegangi tangan Rico, dia juga langsung menebak kalau itu adalah Rico. Bukan hanya karena tangan Rico saja yang dia kenali melainkan bau parfum Rico juga yang begitu khas untuknya.
"Apa sih, Bang," ucap Aisyah.
Rico kecewa kenapa cepat sekali Aisyah bisa menebaknya? "kok kamu bisa nebak cepat banget sih, nggak asyik," ucap Rico di buat-buat merajuk.
"Ya, siapa sih yang tidak bisa mengenali suaminya sendiri, Bang," jawab Aisyah.
"Iya sih, makin sayang deh," Rico memeluk Aisyah dari belakang, meletakkan dagunya di pundak Aisyah dengan pelan, "Abang mau mandi, gerah nih," ucapnya.
"Ya sudah, Aisyah siapin dulu airnya. Mau air hangat?" tanya Aisyah dan Rico mengangguk. "Bun, Aisyah masuk dulu ya," pamit Aisyah dan Susan mengangguk.
Aisyah beranjak namun belum dengan Rico dia masih duduk di sana. Rico meringis saat mendapatkan tatapan tajam dari Susan. "Hehehe... ada apa, Bun? " tanyanya.
"Jangan kayak anak kecil, Ric. Jangan menyusahkan istrimu, dia pasti lelah dari tadi bantuin Bunda beres-beres rumah," ucap Susan.
"Iya, Bun. Tidak akan lagi, Rico masuk dulu ya, Bun.. " Rico beranjak dia mendekat ke arah Susan dan mengecup pipinya dengan kilat, "muach..., love you, Bun.. " Rico langsung ngacir setelah itu.
Susan geleng-geleng karena kelakuan anaknya itu, "sudah menikah juga masih saja seperti itu," ucap Susan sembari tersenyum geli.
____
"Air hangat sudah, handuk sudah, baju sudah apalagi ya yang belum?" ucap Aisyah. Aisyah belum terbiasa dengan kegiatan itu semuanya masih baru untuknya tapi dia tetap berusaha untuk bisa memuaskan suaminya.
__ADS_1
Aisyah masih terlihat bingung, dia masih terus berfikir. Kira-kira kurang apa dia masih terus mengingat.
Pintu terbuka namun Aisyah tak menyadarinya karena dia terlalu fokus dengan apa yang dia pikirkan. Rico menghampiri Aisyah memeluknya dari belakang, sungguh bahagianya Rico dia bisa memeluk Aisyah kapanpun saat dia mau.
"Kenapa kamu bingung seperti itu, apa ada yang bisa Bang Rico bantu?" tanya Rico.
Aisyah menoleh lalu menggeleng kecil, "tidak ada," jawabnya.
"Lalu, kenapa kamu bingung?" Rico masih sangat penasaran apa yang membuat Aisyah bingung.
"Aku sudah menyiapkan semuanya, air, handuk, baju bang Rico semuanya sudah tapi kenapa Aisyah merasa masih kurang ya? tapi apa?" Aisyah kembali bingung.
"Hem..., sebentar biar Bang Rico ingat-ingat, " Rico terdiam lagi, dia juga ikutan berfikir, "ahaa! bang Rico tau apa yang belum! "
"Apa?" tanya Aisyah antusias.
"Yang belum ya bang Rico lah yang mau mandi, hehehe..," Rico terkekeh membuat Aisyah mencubit Rico gemas, "ihh.., kok di cubit sih. Jangan di cubit-cubit dong, nanti berkurang loh,"
"Apa sih, Bang!" Aisyah tersipu karena Rico malah menyembunyikan wajahnya di balik hijab Aisyah. Bukan itu saja tapi Rico malah mencecapi leher Aisyah dan membuatnya geli, "bang! geli.. "
"Nggak mau. Sudah sana! Bang Rico mandi, airnya keburu dingin loh,"
"Apa kamu nggak mau ikutan mandi juga? atau kita berendam dulu sebentar. Aku akan bantu kamu gosokin punggungmu, tanganmu kan nggak nyampe kan? setelah itu giliran Bang Rico yang di gosokin punggungnya, gimana?" ucap Rico memberikan ide yang sangat luar biasa.
"Nggak usah, Aisyah udah mandi kok," jawab Aisyah yang menolak.
"Yah..., kalau begitu kamu saja yang gosokin Abang, yuk!" ajak Rico yang jelas Aisyah pasti akan menolaknya. Aisyah pasti malu lah, meskipun mereka sudah sah dan juga sudah tau luar dalam masing-masing tapi tetap saja itu akan sangat membuat Aisyah malu.
"Ayolah, nanti aku kasih bonus deh," Rico masih kekeh.
"Emang apa bonusnya?" tanya Aisyah penasaran.
"Bonusnya tambah satu ronde untuk nanti malam, bagaimana baik kan bang Rico," ucap Rico di sambung dengan kedipan mata genit.
Aisyah menganga itu bukanlah bonus untuk Aisyah melainkan keuntungan untuk Rico kan. Lebih baik nggak usah dapat bonus juga nggak apa kalau begitu. Setiap malam saja Rico tak pernah melepaskannya sampai beberapa ronde bagaimana kalau tambah satu lagi bisa patah punggung Aisyah.
__ADS_1
"Terima kasih atas bonusnya, tapi maaf Aisyah tidak tertarik. Aisyah siapin teh hangat saja untuk bang Rico," Aisyah melepaskan diri dari Rico dia mulai berjalan tapi panggilan Rico berhasil menghentikannya.
"Ya khumaira...," panggil Rico. Aisyah merasa tersanjung dengan panggilan itu, pipinya benar-benar bersemu karena Rico.
Aisyah menoleh dia tersenyum dia senang dengan panggilan itu.
"I love you," sambung Rico membuat Aisyah semakin tersipu.
Astaga Rico benar-benar bisa membuat jantung Aisyah senam dia selalu saja melakukan itu tak mengenal waktu, tapi Aisyah sangat suka dengan itu karena itu sebagai wujud cinta dari Rico.
Aisyah kembali melangkah keluar dia tak ingin berlama-lama. Rico yang melihat Aisyah tersipu sungguh senang hatinya berbunga-bunga.
"Akk... " teriak Rico saat dia di kejutkan dengan kedatangan dua bocah yang akan menjadi penghuni baru di rumah itu juga.
"Kenapa kalian di sini! " tanya Rico.
"Hehehe..., kakak genit." ucapnya.
"Udah ya, kakak mau mandi. Dan ya! Kalian boleh tinggal di sini di manapun tapi tidak boleh di kamar ini. Dan ya, kalian tidak boleh tiba-tiba nongol seperti tadi. Dan ya.. "
"Lagi..!? "
"Kakak belum selesai bicara, udah main di putus aja kek layangan. Dan ya, jangan bikin kekacauan, jangan mengganggu siapapun yang ada di rumah ini, ngerti kan! " ucap Rico.
"Ngerti, Kak. Oh iya kak, kenapa tidak boleh di kamar ini?" tanya hantu kecil itu. Meskipun hantu dia mereka masih kecil akan selalu polos kan.
"Ya.., ya tidak boleh pokoknya. Ini adalah kawasan orang dewasa. Kalian tidak boleh ke sini lagi. Ini adalah yang pertama dan terakhir, kalian ngerti kan. Kalau masih ke sini lagi kakak tidak akan izinkan kalian tinggal di rumah ini. Oke.. "
"Oke, Kak. " jawabnya.
___
Bersambung...
_______
__ADS_1