Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
155. Shelvia Khawatir


__ADS_3

Happy Reading...


Tak kehilangan akal untuk Iqbal mencari kebenaran di saat semua sudah terasa buntu dia mengingat seseorang yang akan mungkin bisa membantunya.


Meski waktu sudah sangat malam tapi itu tak membuat Iqbal mundur, ataupun takut. Dia sudah tak sabar ingin cepat sampai di rumah om Fadil.


"Aku akan menemui Om Fadil. Ya, hanya Om Fadil yang tau semua akar masalah dari mama juga keluarga Shelvia."


Tekatnya sudah sangat bulat dia akan meninggalkan rumah dalam beberapa hari hanya untuk mendatangi om nya yang sekarang berada di kota yang berbeda.


Iqbal begitu semangat, dia tidak pamit pada Siska dan hanya pamit kepada Shelvia melalui pesan singkat saja. Iqbal sudah sangat paham jika dia pamit kepada mamanya dia pasti tidak akan mendapatkan ijin.


"Maafkan Iqbal, Ma. Iqbal janji akan pulang secepatnya. Iqbal melakukan ini bukan hanya untuk kebahagiaan Iqbal saja, tapi untuk kebahagiaan mama juga. Iqbal tidak mau hati mama selalu di selimuti dengan dendam untuk selamanya, semua harus di akhiri, Ma."


Dengan mobilnya Iqbal mulai menempuh perjalanan yang begitu jauh bahkan dia hanya pergi seorang diri tanpa ada seseorang yang menemaninya. Tak ada teman atau sahabat yang sedang longgar semua sedang sibuk dengan urusan masing-masing dan Iqbal tidak mau mengganggu mereka.


"Aku harus cepat sampai di rumah om Fadil. Semuanya harus jelas," ucapnya.


Laju mobil semakin di percepat oleh Iqbal. Apalagi dia melewati jalan pintas jadi tidak terlalu ramai dan juga jaraknya akan semakin dekat.


________


"𝘈𝘴𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮𝘶'𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮....


𝘚𝘩𝘦𝘭𝘷𝘪𝘢 𝘤𝘢𝘭𝘰𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘮𝘶𝘮 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬. 𝘒𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘮𝘪𝘵 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘬𝘰𝘵𝘢. 𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘪𝘮𝘶. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘢𝘪𝘬-𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘥𝘪 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩, 𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘮𝘶. 𝘋𝘰𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬, 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘶𝘳𝘶𝘴𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘴𝘦𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘵𝘶.


𝘐 𝘓𝘰𝘷𝘦 𝘺𝘰𝘶, 𝘚𝘩𝘦𝘭𝘷𝘪𝘢 𝘈𝘯𝘨𝘨𝘳𝘢𝘪𝘯𝘪.


"Kemana kak Iqbal akan pergi? kenapa tidak bilang mau kemana ya," Shelvia mengernyit setelah dia membaca pesan dari Iqbal.


Apalagi pesannya malam-malam begini apa itu berarti Iqbal juga pergi di malam hari?


Shelvia menjadi sangat khawatir dengan kepergian Iqbal yang begitu mendadak menurutnya. Dia sangat takut karena perjalanan malam pasti akan sangat berbahaya apalagi Iqbal pasti hanya pergi seorang diri.


Shelvia kembali menyalakan ponselnya dia ingin menghubungi seseorang yang mungkin akan bisa di mintai untuk menjaga Iqbal.


"Assalamu'alaikum, pak Jon. Bisa Via minta tolong? "

__ADS_1


"𝘞𝘢'𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮, 𝘕𝘰𝘯𝘢. 𝘈𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘱𝘢𝘬 𝘑𝘰𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶, 𝘕𝘰𝘯𝘢. "


"Pak Jon tolong lacak keberadaan nomor Kak Iqbal, setelah itu minta dua orang untuk memantau dan memastikan keselamatannya. Shelvia sangat khawatir karena dia pergi di malam hari. Apa bisa pak Jon? "


"𝘉𝘢𝘪𝘬, 𝘕𝘰𝘯𝘢. 𝘚𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩, " 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘑𝘰𝘯.


"Assalamu'alaikum..."


"𝘞𝘢'𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮, " 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘑𝘰𝘯.


Hati Shelvia sedikit merasa lega seenggaknya dia bisa memastikan keselamatan Iqbal meski lewat orang suruhannya. Di malam yang begitu gelap juga di tempat yang asing kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi. Semua harus siaga untuk segala kemungkinan yang akan terjadi.


"Sebaiknya aku ambil wudhu lalu sholat. Aku akan merasa lebih tenang dengan itu."


Shelvia menaruh ponselnya di atas meja rias dia melepaskan hijabnya sebelum dia pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.


________


"Terima kasih atas kedatangannya, Ustadz. Tausiah Ustadz sungguh membuat hati kita semua merasa adem. Begitu ngena di hati," puji salah seorang laki-laki pada Faisal.


Faisal begitu senang dengan kegiatan rutin yang baik juga positif seperti ini. Dan alhamdulillah nya dia yang selalu menjadi pengisi tausiahnya.


"Sama-sama, Pak. Saya hanya bisa melakukan apa yang saya bisa dan yang saya tau," jawab Faisal dengan senyum ramah.


"Ini sudah sangat malam, saya permisi dulu, Pak. InsyaAllah kita bertemu lagi di bulan depan. Assalamu'alaikum...," tak lupa Faisal kembali menyalami bapak-bapak yang mengantarkannya sampai di mobil.


"Wa'alaikumsalam... Hati-hati, Ustadz. Sudah malam dan jalanan nya juga kurang baik, " ucap orang tadi mengingatkan.


"Terima kasih, Pak. Mari... " Faisal benar-benar masuk ke dalam mobilnya, perlahan mobil mulai berjalan dengan pelan meninggalkan tempat itu.


Semua orang juga kembali ke rumah mereka masing-masing setelah Faisal pergi.


Medan yang Faisal lalui memang sangat buruk, jalannya sudah rusak juga tidak dalam keadaan di aspal, melainkan hanya tatanan batu saja, itupun sudah rusak.


Faisal harus ekstra hati-hati, kalau tidak mobilnya bisa masuk ke selokan nantinya mana jalannya sekarang jauh dari pemukiman lagi.


Gelap gulita tapi tak membuat semangat Faisal luntur begitu saja dalam berdakwah, sebisa mungkin dia mengajarkan ilmu yang dia dapat. Ilmu yang bermanfaat adalah yang di amalkan juga di ajarkan bukan? dan Faisal sedang berusaha untuk itu.

__ADS_1


𝘏𝘢𝘤𝘪𝘩𝘩... 𝘏𝘢𝘤𝘪𝘩𝘩𝘩...


Faisal di buat bingung dia juga sangat terkejut dengan suara orang bersin yang dia dengar barusan. Di dalam mobil itu tidak ada siapapun kecuali dirinya tapi bagaimana mungkin ada orang bersin, tidak mungkin ada makhluk tak kasat mata kan?


Tak ada rasa takut dalam diri Faisal, dia tetap menjalankan mobilnya. Sesekali dia mengamati kursi penumpang di belakang melalui kaca di depan atasnya tapi sementara ini tidak ada tanda-tanda penumpang lain.


𝘏𝘢𝘤𝘪𝘩𝘩𝘩... 𝘏𝘢𝘤𝘪𝘩𝘩𝘩...


Suara itu kembali terdengar.


"Tidak ada orang? " Faisal semakin mengernyit.


"Astaghfirullah hal 'azim...!! " Faisal menginjak pedal rem dengan mendadak saat tiba-tiba dia lihat dari kaca ada kepala yang menyembul ke atas dari belakang bangku yang Faisal duduki.


Rambutnya panjang bahkan wajahnya tertutup dengan rambutnya sendiri.


Faisal menoleh untuk memastikan siapa yang ada di belakang, jika hilang berarti itu hanya jin saja namun jika tidak hilang berarti itu adalah manusia.


"Astaga, Tuan. Mobil tuan tidak pernah di bersihin ya! Bisa-bisanya mobil bagus begini tapi banyak debunya. Mana bau lagi! "


Faisal terperangah tak percaya ternyata ada seorang gadis yang menumpang di mobilnya tanpa dia tau. Gadis cantik berambut hitam,lebat juga panjang. Tapi baju yang dia kenakan? Astaghfirullah..., jaket jins yang di robek di kedua sikunya. Juga celana jins yang di robek juga di bagian lututnya.


Topi hitam bergambar tengkorak langsung dia pakai untuk menutupi puncak kepalanya tapi rambutnya tetap di biarkan tergerai indah di punggungnya. Bukan hanya itu saja? tapi mulutnya juga terus berkecamuk seperti tengah makan permen karet.


"Kenapa berhenti tuan, saya hanya mau numpang saja, mau tuan turunkan di manapun terserah asal jauh dari tempat ini," ucapnya.


Faisal masih terbengong mimpi apa dia semalam, mobilnya bisa di tebengin gadis yang seperti itu.


"Kenapa belum jalan juga, cepatlah jalan! kalau tidak aku akan tertangkap oleh bandit dari kampung yang memaksaku untuk menikah dengannya karena hutang bapak," ucapnya.


Faisal hanya menggeleng pelan, dia kembali melajukan mobilnya sesuai permintaan gadis yang entah siapa namanya.


____


Bersambung...


________

__ADS_1


__ADS_2