
__
Happy Reading..
__________
Setelah satu minggu di tutup akhirnya Resto Nusantara kembali di buka, dan secara langsung Resto itu langsung saja di penuhi oleh para pengunjung yang begitu merindukan makanan makanan buatan dari Rico maupun Dante.
Rico juga Dante begitu semangat juga dengan kegiatannya di dapur, setelah satu minggu tidak bergelut dengan dapur akhirnya sekarang dapur kembali mereka kendalikan.
"Alhamdulillah ya, Bos! Akhirnya Resto nya kembali di buka. Dan tetap ramai akan pengunjung, bahkan sekarang malah lebih banyak dari sebelumnya. " Ucap Dante.
"Mungkin ini lah yang di namakan hasil dari kesabaran dan juga keikhlasan, Dan. Seandainya saja aku menyerah begitu saja mu mungkin ini tidak akan pernah kita rasakan. " Jawab Rico.
Dalam hatinya lebih banyak bersyukur daripada rasa menyerah apalagi mengeluh. Benar, musibah kemarin adalah cara Allah meningkatkan derajat Rico, dan buktinya sekarang Rico lebih bisa bersabar dan bisa selalu ikhlas menjalani segalanya.
Meskipun dia masih di pusingkan dengan hutang yang begitu menumpuk, tapi dia tetap yakin akan ada jalan untuk dia bisa membayar semuanya dengan tepat waktu. Rico pun juga percaya kalau Allah menurunkan masalah kepada karena dia mampu.
"Bos, benar. Semoga musibah kemarin adalah ujian yang akan membuat Bos untuk bisa sukses, semoga setelah ini akan ada Resto-resto Nusantara yang lain dan di berbagai tempat. "
"Amiinn..., " Jawab Rico dengan lantang.
Tak ada salah untuk seseorang menyerukan sebuah doa, dan tak salah untuk seseorang memiliki mimpi untuk bisa sukses. Meskipun Rico tidak bisa sukses seperti yang lain dengan perusahaan-perusahaan besar mereka, tapi tidak salah kan kalau dia punya mimpi untuk bisa memiliki beberapa Resto.
"Setelah sukses nantinya, jangan lupakan aku yang hina ini ya, Bos." Ucap Dante dengan wajah sedih.
__ADS_1
"Astaghfirullah, Dan. Mana mungkin aku akan melupakanmu, kamu adalah orang pertama yang menjadikan Resto ini menjadi sebesar ini, jadi bagaimana mungkin aku akan lupa."
"Benar ya, Bos. Kalau sampai lupa aku akan menangis loh! "
"Iya-iya.. "
Sementara di luar, tepatnya di pinggir jalan raya motor Aisyah berhenti bibirnya terangkat dia sangat bahagia bisa melihat Resto Nusantara yang sudah kembali di buka lagi, dan tetap saja pengunjungnya penuh sepertinya sebelumnya bahkan sekarang lebih rame.
"Alhamdulillah, semoga ini bisa menjadi awal kesuksesan dari Bang Rico." Gumam Aisyah.
Senang rasanya bisa melihat Resto Nusantara kembali di buka setelah satu minggu vakum. Berkali-kali Aisyah mengucapkan syukur kepada Allah karena semua ini tidak akan terlaksana tanpa seizinnya.
"Terima kasih, Ya Allah. Dan Aisyah mohon satu lagi, tolong mudahkan jalan Bang Rico untuk bisa menggapai semua mimpi-mimpinya. Dan selalu bahagiakan, Bang Rico, karena kebahagiaannya sangatlah berarti untuk Aisyah. " Gumamnya.
Setelah puas di sana, motor Rico kembali melaju untuk menuju ke tempat yang sudah dia rencanakan.
Meskipun Aisyah yakin kalau Papanya tidak ikut andil dalam kejadian itu namun sebelum semuanya terungkap, siapapun busa du curigai, apalagi kelakuan Rayyan yang selalu tidak mengenakkan hati siapapun.
Di depan bangunan yang sangat besar Aisyah begitu buru-buru untuk menemui siapa orang yang akan memberikan kabar baik itu.
"Sebentar lagi aku akan mengetahui semuanya!" Gumam nya. "Sebentar lagi Bang Rico pasti akan mendapatkan keadilan, setelah aku mengetahui siapa pelakunya aku akan jebloskan dia ke penjara. "
Aisyah masuk di dalam bangunan itu, dan kedatangannya sudah sangat du nantikan oleh semua penghuni.
"Di mana Om Danu? " Tanya Aisyah pada salah satu pengawal yang berdiri menunduk menyambut kedatangan Aisyah.
__ADS_1
"Tuan Danu ada di dalam, Nona." Jawabnya.
"Hem.." Aisyah kembali melajukan langkahnya, menuju tempat dimana orang yang dia cari itu berada.
Belum juga sampai di ruangan yang Aisyah tuju orang yang Aisyah cari itu datang menghampirinya dengan membawa amplop coklat besar du tangannya.
"Siang, Nona." Sapanya menyambut kedatangan Aisyah.
Danu adalah asisten yang sama seperti Jon, hanya bedanya kalau Jon lebih sering di dalam markas sementara Danu mengurusi urusan dia luar markas.
"Siang, Om. Bagaimana? Apa semuanya sudah di dapatkan? " Tanya Aisyah dengan begitu dingin.
"Tentu, Nona. Semuanya sudah ayah dapatkan, semua ada di dalam sini, silahkan Anda memeriksanya sendiri, Nona." Amplop coklat Dani berikan pada Aisyah.
Dengan cepat Aisyah menerimanya, dengan cepat Aisyah membukanya karena dia sudah tidak sabar untuk bisa tau siapa orang yang ada di belakang kejadian kebakaran Resto Nusantara.
Betapa terkejutnya Aisyah setelah melihat siapa yang di liga dari foto itu. Foto yang sangat jelas bahkan wajahnya sana sekali tidak tertutup apapun.
"Jadi...? "
"Iya, Nona. Orang itulah yang melakukannya." Jawab Danu.
__
Bersambung...
__ADS_1
_____