
Happy Reading....
___________
"Sayang bangun yuk, sudah subuh," Rico membelai lembut pipi Aisyah, memijat perlahan untuk membuatnya terbangun.
Dua kali Rico memanggilnya tapi Aisyah belum juga membuka mata, begitu pulas dia tidur malam ini sampai-sampai dia tidak mendengar suara azan yang biasa membangunkan tidurnya.
"Sayang, subuh dulu yuk," Lagi Rico membangunkan Aisyah dan kini istrinya perlahan mulai mengerjap.
"Udah subuh, Bang? Kok Ais nggak dengar azan," Suaranya masih serak, khas orang bangun tidur. Tangannya langsung bergerak mengusap kedua matanya bergantian untuk membuatnya terbuka sempurna.
"Sudah, subuh dulu yuk," Begitu damai hati Rico sekarang, dia begitu bahagia bisa menjemput pagi dan bisa melihat istri tercintanya.
"Hem," Aisyah perlahan mulai bangun dengan sigap Rico juga membantunya.
"Bang, Ais baik-baik saja, Ais tidak sakit loh." Protes Aisyah. Lagi-lagi Rico begitu manis memperlakukannya.
"Kenapa sayang. Emangnya memanjakan istri pas sakit saja, tidak kan?" Bergetarlah hati Aisyah, semakin lama cinta Rico kepadanya semakin besar, bahkan setelah ujian kemarin terjadi dia tetap saja tidak marah apalagi menjauh dari Aisyah.
"Bang, kenapa sih abang begitu baik kepada Aisyah."
"Karena Ais adalah hidup Abang, kalau abang tidak bisa baik dengan hidup abang bagaimana kehidupan abang akan baik-baik saja. Sudah, sekarang ambil wudhu lalu sholat subuh, jangan sampai terlambat."
Rico beranjak lebih dulu namun dia tetap membiarkan Aisyah yang pertama kali masuk ke kamar mandi. Setelah Aisyah keluar baru dia masuk untuk mengambil wudhu juga.
Begitu khusuk keduanya menjalankan sholat subuh berjamaah, mengucapkan doa dengan sangat hikmat. Betapa senang hati Rico sekarang hidupnya benar-benar sempurna, kesabarannya membuahkan hasil.
__ADS_1
Kini dia bisa menjadi imam untuk Aisyah, setiap doanya ada yang mengaminkan di belakangnya.
Rico duduk memutar, menghadap ke arah Aisyah yang sudah menunggunya. Tangan terulur dan seketika di jemput oleh tangan Aisyah dan perlahan menariknya untuk dia kecup.
Tak mau kalah Rico juga menggantinya dengan mengecup kening Aisyah dengan lembut seketika keduanya hening dalam sesaat.
"Apa rencana abang hari ini?" Tanya Aisyah.
"Abang akan ke resto dulu pagi ini. Kamu bagaimana, mau ikut atau mau di rumah saja?"
"Ikut saja lah, Bang. Jenuh di rumah terus, bosan," Jawab Aisyah.
"Boleh, tapi kamu tidak boleh ngapa-ngapain di sana ya, kamu hanya harus duduk saja dan tidak boleh mengerjakan apapun."
"Kenapa?"
Ini kenapa Rico terlihat sangat berbeda sekali, kekhawatirannya begitu besar sekali.
"Ugh!" Tangan Rico langsung menekan perutnya sendiri, dia benar-benar mual. Tak mau sampai mengeluarkan semua yang ada di perutnya di sana Rico langsung beranjak dan lari masuk ke kamar mandi.
"Loh, Bang! Abang kenapa?" Aisyah panik dia cepat beranjak juga. Melepaskan mukena dan ikut berlari untuk mengejar Rico masuk ke kamar mandi.
Aisyah langsung memijat tengkuk Rico dengan pelan mengelus nya berharap Rico akan lebih enakan.
"Abang kenapa sih! Abang masuk angin ya?" Tanya Aisyah bingung. Tangannya terus bekerja di tengkuk Rico.
"Jangan deket-deket sayang, nanti kamu kena," Ucap Rico di sela dia yang memuntahkan semua yang ada di perutnya.
__ADS_1
Aisyah sedikit geser karena pergerakan tangan Rico. Padahal Aisyah juga berdirinya jauh jadi tidak mungkin dia akan terkena tapi Rico tetap saja tidak mau Aisyah semakin mendekat.
Begitu pucat wajah Rico, tubuhnya juga terlihat gemetar. Tangannya juga masih terus menekan perutnya.
"Hati-hati, Bang."
Aisyah menuntun Rico saat hendak kembali ke kamar. Dan memintanya duduk di ranjang lagi, "duduk, Bang. Biar Aisyah bikin teh hangat."
Aisyah cepat berlari bergegas ke dapur.
Sementara Rico kembali merebahkan tubuhnya di kasur.
Tak lama Aisyah kembali ke kamar dengan membawa cangkir putih yang berisi teh hangat. Dia duduk di sebelah Rico dan menyodorkannya.
"Minum dulu, Bang," Pintanya.
Rico nurut saja, dia kembali duduk dan perlahan meneguk tehnya perlahan.
"Masih mual?" Tanya Aisyah.
Baru saja pertanyaan Aisyah selesai Rico kembali berlari ke kamar mandi sepertinya rasa mualnya kembali lagi menyerang.
"Astaghfirullah, sebenarnya Abang kenapa sih," Aisyah kembali mengejar Rico setelah menaruh gelas di atas nakas.
******
Bersambung....
__ADS_1