Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
151. Pacaran Halal


__ADS_3

Happy Reading..


____


"Assalamu'alaikum... " wajah Rico tampak begitu lesu saat masuk ke rumah, tangannya langsung menutup pintu lagi setelah dia benar-benar sudah ada di dalam.


Hampir seharian dia pergi. Pagi ke kampus siangnya langsung ke resto Nusantara atas permintaan kedua sahabatnya. Dan apa yang dia dapat di sana? hanya mendengarkan keluh kesah dari mereka tentang percintaan.


Bukannya tak mau membantu, tapi Rico juga harus menemani istrinya juga kan? tak harus melulu di tinggal karena pekerjaan. Ada waktu tersendiri untuk kebersamaan mereka supaya hubungan mereka semakin harmonis.


Kedatangan Rico langsung di sambut dengan suka cita oleh Aisyah. Kebahagiaan Aisyah saat bertemu dengan Rico seolah dia sudah tak bertemu begitu lama.


"Wa'alaikumsalam, Bang." jawab Aisyah. Aisyah menghampiri Rico seperti biasa dia akan meraih tangan Rico untuk mengecup punggung tangannya. Bukankah dengan itu pahala yang berlimpah yang akan Aisyah dapatkan?


"Cepat mandi gih, bang Rico bau acem," ucap Aisyah.


Dengan cekatan Rico merangkul pinggang Aisyah mengajaknya masuk ke dalam kamar. Dia akan sangat senang jika mendapat perhatian lebih dari Aisyah, dia juga akan sangat bahagia karena selalu ada Aisyah yang menemani di setiap aktifitasnya.


"Hem.., nanti makan di luar yuk. Ya hitung-hitung kita 𝘥𝘪𝘯𝘯𝘦𝘳 gitu kayak orang yang lagi pacaran," ajak Rico sembari terus melangkah.


"Tapi, Bang? Aisyah sudah masak banyak loh. Masak iya nggak di makan," jawab Aisyah. Akan sia-sia saja kan semua yang dia masak tadi kalau akhirnya mereka akan makan di luar.


Lagian kalau ada acara makan di luar seharusnya Rico memberitahu dulu kan supaya Aisyah tidak memasak banyak.


Sebenarnya Rico juga malah langsung ingin mengajak Aisyah keluar, dia ingin memberikan kejutan untuknya. Tapi dia tak sabar ingin melihat ekspresi Aisyah juga mendengar komentarnya.


"Bisa di taruh kulkas dan bisa buat besok," jawab Rico dengan begitu santai.


"Hemm...? baik deh," jawab Aisyah yang akhirnya ikut saja apa yang Rico inginkan. Sudah lama juga dia tidak makan di luar bersama Rico di malam hari, entah kapan terakhir kalinya mereka makan bersama di luar.


Benar juga kata Rico, mereka bisa makan malam di luar sembari berpacaran dalam hubungan halal pasti akan sangat menyenangkan karena tak ada ketakutan lagi.


___


Pergantian waktu terasa begitu cepat, baru saja keluar sebentar tapi ternyata sudah malam. Felisha yang baru keluar dari kantor polisi untuk menjenguk deddy nya di buat terkejut. Tadi dia masuk masih terang dan sekarang ternyata sudah gelap saja langitnya.


Felisha juga sangat lapar dia belum makan sama sekali sejak siang sepulang dari kampus. Ada beberapa tugas yang harus dia kerjakan, dan juga salah satunya dia harus pergi ke tempat usaha Deddy nya untuk meninjau keadaan di sana.

__ADS_1


Ari yang masuk penjara membuat pekerjaan Felisha menjadi semakin menumpuk begitu banyak. Meski kadang lelah juga mengeluh tapi dia harus tetap menjalaninya.


Di tengah perjalanan Felisha singgah sebentar di salah satu restoran yang tidak terlalu besar. Dia hanya datang seorang diri pastinya.


Baru saja masuk pemandangan yang begitu manis Felisha lihat, hatinya memang belum bisa menghilangkan sepenuhnya rasa yang sudah ada tapi dia harus berusaha untuk bisa melupakan untuk selamanya.


Ya, dia melihat Rico juga Aisyah yang sedang makan malam di restoran itu. Keduanya terlihat begitu mesra dengan Rico yang sesekali menyuapi Aisyah. Sungguh membuat iri saja.


Tapi Felisha tak akan bisa apapun lagi kan? Mereka adalah pasangan halal tak mungkin dia akan datang kepada mereka memaki Aisyah seperti dulu lagi dan membuat kekacauan, yang ada nanti dia sendiri yang akan mendapatkan masalah.


Hembusan nafas berat keluar dari paru-paru Felisha, sakit memang tapi dia harus ikhlas. Dia harus bisa 𝘮𝘰𝘷𝘦 𝘰𝘯 kalau kata gaulnya sekarang.


Felisha yakin dia akan mendapatkan yang baik suatu saat nanti Allah pasti sudah menyediakan yang sempurna dan juga pantas untuknya. Bukannya Rico tidak pantas, tapi menyediakan yang benar-benar menjadi jodohnya.


Tak ingin terlihat oleh keduanya Felisha mengambil meja yang lebih jauh dia juga duduk memunggungi mereka supaya tak di lihat.


"Aku harus bisa ikhlas. Suatu saat aku pasti akan mendapatkan orang yang benar-benar mencintaiku. Memang benar kata Kak Rico sendiri, kodrat perempuan itu di kejar bukan mengejar. Aku akan patah hati lagi jika aku mengulang kesalahan yang sama."


Felisha harus menata hati yang bener-bener ikhlas. Menerima hubungan mereka dengan lapang dada maka Felisha akan bisa menerima jika ada orang yang datang dan ingin membahagiakannya.


Satu pelayan datang menghampiri Felisha, menanyakan makanan yang akan Felisha pesan.


"Assalamu'alaikum, boleh gabung? " suara yang tidak asing untuk Felisha, dia sangat mengenal suara itu. Felisha pun menoleh dan benar saja dia adalah pria yang beberapa hari ini mendekatinya.


"Wa'alaikumsalam.., boleh, silahkan." jawab Felisha. Felisha begitu terkejut dengan kedatangan Farel. Kenapa harus Farel lagi yang datang dan menemani kesendiriannya? Apakah ini yang di namakan jodoh? Atau mungkin hanya kebetulan saja.


"Terima kasih," Farel langsung duduk di kursi depan Felisha, dia juga tersenyum karena Felisha memperbolehkan untuk gabung. Farel baru saja pulang dari perusahaannya, karena dia merasa lapar dia sempatkan untuk singgah dulu untuk makan malam tak menyangka dia melihat Felisha duduk sendiri hingga akhirnya Farel putuskan untuk bergabung.


"Kamu sendiri saja?" Felisha langsung mengangguk dengan pertanyaan Farel, jelas dia sendiri emang mau sama siapa lagi dia tidak punya teman sekarang.


"Sudah pesan? " tanya Farel lagi. Felisha kembali mengangguk. Farel pun ikutan mengangguk mengerti.


Farel juga harus memesan makanan juga kan? Tapi belum juga dia memanggil pelayan sudah datang dan menanyakan apa yang menjadi pesanannya.


Keadaan menjadi hening, keduanya menjadi saling canggung saat pelayan sudah pergi. Felisha maupun Farel seperti kehilangan keberanian untuk memulai pembicaraan.


Berbeda di meja yang lain. Rico begitu senang menyuapi Aisyah. Berkali-kali Aisyah menolak karena dia merasa malu karena menjadi tontonan, tapi Rico tetap tak peduli. Dia menyuapi istrinya tidak ada yang salah akan hal itu kan?

__ADS_1


"Ayo dong, Ais. Satu lagi," ucap Rico. Tangannya menyodorkan sendok yang penuh dengan nasi serta lauk-pauknya.


"Ini yang terakhir ya, Bang. Aisyah malu di lihat orang-orang," bisik Aisyah.


Rico terkekeh menanggapi.


"Kenapa harus malu? yang nyuapin kamu kan suamimu sendiri, kamu ini ada-ada saja. Akk..." jawab Rico tak mau tau.


"Kamu harus makan yang banyak, aku pengen bakpao yang tembem kembali lagi. Mana ada bakpao rata seperti itu," Rico geleng-geleng kepala saat mengatakan itu, tangannya kembali sibuk memenuhi sendok yang akan dia suapkan lagi kepada Aisyah.


Aisyah sungguh malu, tapi dia tak bisa menolak keinginan Rico. Lagian Rico akan terus memaksanya, tak akan dia biarkan Aisyah kelaparan tentunya.


Makan malam yang begitu indah untuk Rico juga Aisyah, meskipun di selimuti rasa malu tapi tetap menyenangkan. Hati Aisyah tetap berbunga-bunga, dia begitu beruntung bisa menikah dengan orang yang benar-benar dia inginkan di setiap doa-doanya.


"Terima kasih ya, Bang,"


Ucapan Aisyah membuat Rico menghentikan aktivitasnya. Menoleh ke arah Aisyah dengan mata yang penuh selidik, terima kasih untuk apa?


"Untuk?" jawab Rico.


"Karena sudah berjuang untuk Aisyah. Kebersamaan ini tidak akan pernah terjadi kalau bang Rico menyerah. Terima kasih," Aisyah tertunduk, dia kembali sedih.


"Ini bukan hanya abang yang berjuang, tapi juga Aisyah. Ini hasil dari perjuangan dan kesabaran kita. Sekarang tidak usah kamu ungkit-ungkit masa lalu, lihatlah masa depan. Bangun dan wujudkan masa depan yang indah," jawab Rico.


Rico menggenggam tangan Aisyah. Dia tersenyum dan juga di balas senyum oleh Aisyah.


"Sekarang tinggal kebahagiaan Aisyah, jangan lagi kamu pikirkan masa lalu, hem.. " Rico mengangguk kecil.


"Iya, Bang." jawab Aisyah mengerti.


"Sekarang selesaikan makannya, aku ada satu tempat yang indah untuk kita kunjungi setelah ini," wajah Rico berbinar, entah tempat yang mana yang berhasil membuat Rico senang.


Aisyah sangat penasaran akan tempat itu. Dia semangat untuk menghabiskan makannya, supaya cepat pergi ke tempat yang Rico katakan tadi.


____


Bersambung...

__ADS_1


_____


__ADS_2