Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
98.Pelaku


__ADS_3

Happy Reading...


___________________


Di sebuah perusahaan yang sangat besar, perusahaan yang memang sudah sangat lama berdiri dan juga sangat terkenal dengan kesuksesannya, karena perusahaan itu sudah memiliki beberapa cabang.


Begitu banyak para karyawan di sana, Perusahaan yang menjulang tinggi itu pastinya terdapat ribuan para karyawan yang bekerja.


Seorang pemimpin baru saja selesai menutup meeting yang di laksanakan sejak satu jam yang lalu, meeting untuk perkembangan perusahaan itu lagi. Rencananya akan ada pembangunan untuk mengembangkan perusahaan.


"Terima kasih, semoga kalian bisa tetap bekerja dengan baik seperti ini untuk selamanya." Ucapnya.


Dia adalah Ari, seorang pemimpin perusahaan yang sangat besar. Di adalah pengusaha sukses mulai dari masa mudanya hingga sampai sekarang.


Semua yang di bangun terasa sangat mudah untuknya, bahkan daru awak perusahaan itu berdiri sama sekali tidak ada hambatan.


Para staf yang ikut meeting mengangguk senang akhirnya kerja mereka selama beberapa hari ini mendapatkan hasil yang baik. Bahkan tidak ada yang cacat untuk pemimpin mereka.


"Sama-sama, Pak. " Jawab mereka serentak dengan senyuman yang mengembang begitu bahagia.


"Jika pembangunan ini berhasil dan berjalan dengan baik saya pastikan kalian akan mendapatkan tunjangan yang pantas." Ucap Ari lagi yang memberikan janji untuk mereka semua.


Semua tampak bahagia dengan kesuksesan meeting ini. Semua juga senang karena mereka akan mendapatkan tunjangan karena kerja kerasnya.


Sementara di depan perusahaan, ada mobil polisi yang datang. Dua polisi turun melangkah dengan tergesa-gesa menuju tempat resepsionis.


"Permisi, apa kami bisa bertemu dengan Tuan Ari? " Tanyanya dengan formal.


Petugas resepsionis itu sangat bingung karena tiba-tiba ada polisi yang datang dan langsung mencari bos nya.


"Maaf, apa anda sudah mempunyai janji? " Tanya resepsionis.


"Tidak! Tapi saya ingin tetap bertemu dengan Tuan Ari. " Kekeuh nya.


"Oke sebentar. "


Dalam sekejap telfon langsung terhubung dengan sekertaris dari Ari yang ada di lantai atas.


Sekertaris cantik yang semula tengah sibuk dengan berkas-berkas di depannya langsung mengangkat ponsel yang ada di hadapan nya itu. "Halo, " Ucapnya.


"𝘔𝘢𝘢𝘧, 𝘉𝘶. 𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘩𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘥𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘰𝘭𝘪𝘴𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘪. "

__ADS_1


"Tapi tuan Ari sedang ada meeting? "


"𝘒𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴, 𝘉𝘶."


"Baiklah, saya akan beritahukan dengan tuan Ari,"


" Baik, Bu." Jawab sekertaris lalu menerus telfon nya.


Siapapun yang melihat tiba-tiba ada polisi di sama pasti akan bingung, dan begitu banyak pertanyaan di dalam kepalanya. Pasalnya bos mereka terkenal sangat baik dan tidak pernah ada berita miring tentangnya.


Sekertaris itu ragu-ragu untuk masuk di ruangan meeting, meeting sepertinya belum selesai jadi dia takut kalau sampai kedatangannya akan menggangu.


Namun dia juga tidak bisa mengabaikan kedatangan polisi itu yang ingin bertanya dengan Ari. Baru saja tangannya ingin meraih handle pintu, pintu sudah terbuka dari dalam.


Satu persatu staf keluar dan langsung perhu setelah sesaat mereka menyapa sekertaris cabut itu.


Dan yang terakhir keluar adalah Ari beserta asistennya yang berjalan di belakang Ari.


"Maaf tuan, di bawah ada polisi yang ingin menemui Anda. " Ucap sekertaris itu.


"Polisi." Ari mengernyit, untuk apa ada polisi yang datang ke sana, sepertinya dia tidak melakukan hal yang melanggar hukum, kecuali satu, dia yang menjadi dalang untuk kebakaran Resto Nusantara milik Rico.


"Tidak mungkin terbongkar kan? "Gumamnya, Ari terlihat bingung sendiri.


Sejenak Ari membenarkan jas hitam yang di pakai, setelah itu dia berjalan menuju lift untuk bisa mengantarkan dirinya hingga ke lantai paling dasar.


Tak lama di dalam lift akhirnya Ari bisa keluar dari sana, dan sudah langsung ada di lantai paling dasar. Ari kali melangkah dengan penuh wibawa. Dia menghampiri dua polisi yang menunggu nya.


"Maaf membuat Anda menunggu." Ucap Ari, Ari menyalami keduanya dengan sangat formal, meski dalam pikirannya ada sedikit ketakutan namun dia bisa menghadapinya.


"Apa ada yang bisa saya bantu? " Tanya Ari, tak pernah terbesit hal buruk akan menimpanya kan? Karena di sangat percaya tidak akan ada yang tau akan perbuatan yang buruk.


"Begini tuan, kamu datang membawa surat penangkapan untuk Tuan Ari. Anda harus memberikan penjelasan kepada pihak Kepolisian tentang kebakaran di resto Nusantara punya pak Rico." Ucap polisi.


Ari begitu syok bagaimana mungkin semua itu bisa terbongkar dengan cepat padahal dia sudah menyuruh orang yang sangat tepat dan dia sendiri juga yang meminta untuk orang yang telah dia suruh untuk pergi dari kota itu.


"Tapi saya tidak melakukan apa yang Anda tuduhkan kepada saya, jadi bagaimana mungkin saya akan ikut kepada anda. " Elak Ari.


"Semua bisa anda jelaskan di kantor polisi kami mohon kerjasama anda dengan kami." Ucap polisi.


Ari tidak mungkin menolak permintaan dari polisi apalagi dia berontak itu akan membuat polisi yakin kalau dia yang melakukannya, dengan berat hati dia harus bisa meyakinkan kalau dia tidak bersalah.

__ADS_1


"Baik saya akan ikut dengan anda, "ucap Ari.


Dengan cara terhormat polisi membawa Ari untuk segera ke kantor polisi dan untuk menjalani pemeriksaan.


***


Bukan hanya polisi saja yang menyambut kedatangan Ari melainkan ada Danu yang sudah ada di sana sedari tadi.


Terlihat Ari mengerutkan dahi karena dia melihat ada seorang laki-laki yang duduk di depan polisi dalam posisi memunggungi pintu masuk.


Danu yang sadar akan kedatangan Ari langsung menoleh dan benar saja tersangka itu sudah ada di depan matanya, Danu menyunggingkan bibirnya dengan sinis, "Hemm.. "


Ari semakin bingung melihat Danu yang terlihat begitu membencinya padahal Ari sendiri tidak mengenal siapa Danu sebenarnya.


Melihat Danu seperti itu membuat Ari yakin bahwa laki-laki di hadapan inilah yang telah melaporkan dirinya dan membuat dirinya harus berhadapan dengan polisi.


"Siapa Anda sebenarnya?" Tanya Ari dengan tatapan mata yang tajam.


Danu tersenyum sinis,"Tak perlu Anda tau siapa saya, yang terpenting saya tau siapa Anda dan apa yang telah Anda lakukan." Jawab Danu.


"Apa masalah Anda dengan saya!"


"Saya tidak punya masalah dengan Anda, tapi sepertinya Anda yang mencari masalah dengan saya."


"Apa yang saya lakukan dengan anda! Bukankah saya tidak pernah punya masalah dengan Anda! " Ucap Ari yang sudah mulai terbawa emosi.


"Andai lebih tau apa yang Anda lakukan, Tuan. Anda orang terpelajar, tuan. Jadi anda pasti tau bukan kalau setiap kesalahan harus mendapatkan hukuman. Saya hanya membantu saja, Tuan. Keadilan harus segera di tegakkan. " Ucap Danu begitu santai.


"Kenapa Anda begitu yakin kalau saya punya kesalahan, apakah Anda memiliki bukti? " Sinis Ari.


"Bukti? Hem...," Danu beranjak mendekat ke arah Ari yang masih berdiri, " Apakah Anda pikir saya akan bisa membuat Anda di sini kalau saya tidak punya bukti? Saya punya buktinya, Tuan. Jadi persiapan diri anda saja untuk mendekam di sini dalam waktu yang sangat lama. " Ucap Danu semakin sinis.


Danu meninggalkan tempat itu dan meminta pihak Kepolisian untuk mengulik semua permasalahan hingga tuntas, dan juga memberikan hukuman yang setimpal kepada Ari.


"Siapa dia sebenarnya? Kenapa dia tidak mempunyai rasa takut sedikitpun. Apakah dia pemain baru yang akan menghadapi ku? " Gumam Ari seraya menatap kepergian Danu.


Danu yang sudah sampai di luar langsung mengambil ponselnya dan segera memberitahukan pada Nona sang pemain utamanya.


__


Bersambung

__ADS_1


______'


__ADS_2