
Happy Reading...
________
"ππ―πͺ πΆπ―π΅πΆπ¬ π¬π’π¬ ππ’π―π΅π¦, " suara manis yang terdengar begitu lembut terus terngiang di kepala seorang Dante. Pekerjaannya menjadi tak karuan, dia sama sekali tak bisa fokus dengan semua yang ada di hadapannya.
Bukan hanya itu saja tapi Dante juga terlihat senyum-senyum sendiri saat mengingat semua kenangan beberapa hari yang lalu.
"Sepertinya aku sudah gila, atau sebenarnya aku telah menyukainya? ah! tapi masak sih? dia bukan tipeku," gumamnya yang.
Sesekali kepalanya menggeleng, bibirnya terus tersenyum hatinya masih terus memastikan apakah semua itu benar atau salah.
"ππ’π©π’π©π’..., ππ’π¬ ππ’π―π΅π¦ π£πͺπ΄π’ π΄π’π«π’! "
Suara itu kembali terngiang, hadir begitu saja tanpa dia inginkan kedatangannya. Hatinya semakin bergetar, jantungnya berdetak semakin kuat perasaannya semakin tak karuan.
"Sepertinya aku benar-benar telah jatuh cinta, aku jatuh cinta. Dan baru kali ini aku merasakan ini, belum pernah aku merasakan semua perasaan ini, apakah benar ini yang di namakan cinta," gumamnya yang sudah sangat yakin sekarang dengan keadaannya sendiri.
"Aku akan menemuinya," ucapnya dengan yakin.
Secepatnya Dante akan menyelesaikan pekerjaannya, dan di saat istirahat tiba dia akan menemui gadis itu dan mungkin akan secepatnya mengatakan isi hatinya. Dante akan menjemputnya langsung di kampus di mana gadis itu menimba ilmu.
Perasaan yang tak bisa di ungkapkan dengan semua kata-kata tapi Dante ingin sekali mengatakan semua, apapun! tapi dia bingung apa yang ingin dia katakan.
Inikah yang namanya cinta? baru membayangkan saja Dante sudah sangat bahagia apalagi bisa benar terjadi apa yang dia bayangkan itu? pastilah Dante akan sangat bahagia.
"Sebentar lagi aku akan mengatakannya, aku akan mengatakan padanya kalau aku sangat mencintainya. Setelah itu aku akan langsung melamarnya, aku yakin dia yang terbaik," gumamnya lagi.
Dante kembali termenung sejenak kedua tangannya menghentikan aktivitas dengan alat dapurnya. Seketika yang hadir di ingatannya adalah senyum dari gadis itu.
"Hem..., pantes saja Rico seperti orang gila saat itu.Ternyata benar, cinta itu benar-benar membuat orang menjadi gila," gumamnya lagi.
__ADS_1
Kepala Dante kembali menggeleng untuk mengalihkan semua bayangan itu, dia harus lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya sekarang daripada melamun dan akan menghambat semuanya.
Dante terus bekerja, menjalankan semua pekerjaannya di Resto Nusantara. Setelah siang dan hampir waktu istirahat dia mulai bersiap-siap untuk menemui gadis yang barusan ada di ingatan nya.
"Aku datang, aku akan datang," ucapnya dengan kaki yang melangkah dengan cepat dan tangan terus aktif memakai jaket kulitnya yang berwarna kecoklatan.
Dengan mobilnya Dante pergi, melajukan mobilnya dengan perlahan untuk menuju tempat yang menjadi tujuannya sekarang.
_____
Di kampus Meyka juga Shelvia baru saja keluar, mereka akan pulang karena mereka tak ada tempat lagi untuk di kunjungi.
"Mey, kita pulang sekarang saja ya? aku tak ada niatan untuk ke mana-mana, " ucap Shelvia.
Meyka mengangguk. Kedua itu terus berjalan menuju parkiran. Namun saat mereka berdua sampai ternyata ada Iqbal yang sudah menunggunya di sana bahkan Iqbal sudah duduk di motor milik Shelvia.
"Kak Iqbal? " Shelvia mengernyit. Sebenarnya apa yang akan dia lakukan di sini, bahkan dia sengaja menunggunya di tempat parkir di atas motornya lagi.
Terkejut itu pasti karena Shevia tidak mendapatkan pesan dari Iqbal bahwa dia akan datang untuk menjemputnya namun sekarang dia sudah ada di depan mata.
Shelvia juga Meyka berjalan menghampiri Iqbal yang terlihat sangat senang dengan kedatangan mereka berdua. Oh ralat! kedatangan Shelvia tentunya. Iqbal turun dari motor lalu berjalan menjemput Shelvia dengan begitu tenang.
"Via, aku datang ke sini untuk menjemputmu untuk mengajakmu ke suatu tempat yang saya yakini kamu pasti akan senang setelah sampai sana," ucap Iqbal.
Tempat mana yang dimaksud oleh Iqbal? Shelvia belum melihatnya bagaimana mungkin Iqbal langsung mengatakan bahwa dia akan menyukai tempat itu.
Tapi sepertinya ajakan dari Iqbal tidak akan mungkin dipatuhi oleh Shelvia begitu saja. Shelvia menggeleng dia tidak mau ikut dengan Iqbal apalagi mereka punya akan pergi berdua saja itu tidak akan baik bukan.
"Sepertinya Shelvia tidak bisa ikut, Kak! karena ada tugas yang harus saya kerjakan di rumah," jawab Shelvia memberikan alasan yang sebenarnya memang banyak tugas yang harus Shelvia kerjakan.
"Ayolah, untuk kali ini saja jangan menolak permintaanku, aku janji akan pulang cepat dan kita tidak akan pergi jauh-jauh hanya di sekitar sini saja. please," ucap Iqbal yang begitu memohon supaya Shelvia mau ikut dengannya.
__ADS_1
Sebenarnya apa yang direncanakan oleh Iqbal sampai dia begitu memohon kepada Shevia untuk ikut. Apakah ada sesuatu yang sangat penting?
"Tapi, Kak? " Shelvia masih ragu untuk ikut dengan Iqbal tapi itu tidak akan membuatnya menyerah begitu saja Shelvia harus tetap ikut dengannya.
"Ayolah," kekeuh Iqbal.
" tapi bagaimana dengan Meyka?" Shelvia menoleh kearah sepupunya itu dan yang dia dapatkan adalah anggukan kecil juga senyum yang begitu manis yang bertanda bahwa Meyka mengizinkan untuk pergi dengan Iqbal, "tapi?"
"Pergilah, aku tidak keberatan jika kamu mau pergi dengan Kak Iqbal. Aku bisa saja pulang dengan taksi atau dengan ojek. Jadi sekarang kamu pergilah dengan Kak Iqbal mungkin ada sesuatu yang penting,"
"Baiklah," akhirnya Shelvia mau ikut dengan Iqbal.
Shelvia dan Iqbal tidak pergi dengan motor melainkan dengan mobil yang dibawa oleh Iqbal, sedangkan motor Shelvia ditinggal di sana karena Meyka juga tidak bisa mengendarai motor. Setelah kepergian mereka berdua Meyka berjalan sendiri menuju ke jalan raya untuk mencari taksi di sana atau mungkin dia bisa pulang dengan ojek.
Baru saja sampai di depan Meyka melihat Farel tengah berbicara dengan Felisha dengan jarak yang begitu dekat bahkan keduanya terlihat begitu akrab karena mereka sesekali tersenyum. Hati mereka kembali panas seperti ada gejolak yang ingin keluar dari dalamnya namun dirinya menahan nya dengan sekuat tenaga.
"Kak Farel? " gumamnya.
Apakah mungkin Meyka cemburu? tapi itu bukan haknya? bahkan dia tidak pantas karena mereka berdua tidak memiliki hubungan apapun, hanya sebuah rasa yang tersimpan dengan indah didalam hati Meyka yang belum pasti bisa mendapatkan balasan dari Farel sendiri.
Tatapan mata yang terlihat sangat sakit ternyata dilihat oleh Dante yang masih berada di dalam mobil, "kenapa hatiku sangat sakit? apakah Meyka menyukai Farel, tapi? "
Cinta yang mulai tumbuh dengan subur di hati Dante rasanya kembali layu setelah melihat tatapan mata Meyka yang melihat Farel dengan penuh harapan.
"Apakah aku harus tetap maju? atau aku..? "
___
Bersambung...
___
__ADS_1