Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
59.Jagalah kehormatan nya


__ADS_3

____


Happy Reading...


____________________


"Kak, kak Farel tidak apa-apa? " Tanya Meyka yang ternyata berangkat bersama dengan Farel dan ada di sebelahnya.


Meyka tau apa yang membuat Farel menghentikan mobilnya dan terdiam di sana. Ada Aisyah dan juga Rico di depan sana yang menjadi pusat netra hitam yang di miliki oleh Farel.


"Kak, kakak tidak apa-apa? " Tanya Meyka sekali lagi.


Akhirnya Farel tersadar dan langsung menoleh ke arah Meyka. Farel tersenyum kecut melihat Meyka, kenapa sekarang malah Meyka yang ada di sampingnya dan bukan Aisyah yang di jodohkan padanya.


Apapun yang terjadi sekarang Farel masih tetap optimis kalau dia akan bisa mendapatkan cintanya Aisyah dan bisa hidup berdampingan dengannya, meskipun tidak sekarang namun nanti semuanya butuh proses untuk sampai di tempat itu.


"Aku tidak apa-apa, maaf. " Jawab Farel gagu.


Farel pun kembali melajukan mobilnya dan masuk ke area kampus, mencari parkiran seperti biasa.


Meyka pergi ke kelas sedangkan Farel dia pergi ke tempat lain. Ada urusan yang harus dia lakukan sekarang. Dan tempat yang menjadi tujuannya adalah perpustakaan di mana Rico pergi.


____


"Pak Rico! " Panggil Farel membuat Rico berhenti saat dia hendak masuk ke dalam perpustakaan.


Rico menghentikan langkah, menoleh dengan cepat dan langsung mendapatkan Farel yang berjalan semakin dekat dengannya.


Sepertinya tak akan ada habisnya perebutan halus mereka berdua, sebelum janur kuning melengkung maka masih sah sah saja untuk mereka berdua saling berusaha dan saling menginginkan.


Apalagi belum ada kata sah dari kata saksi maka semua itu masih halal untuk mereka perjuangkan. Farel kekeuh dan yakin karena dia sudah mendapatkan restu dari orang tuanya Aisyah, sedangkan Rico kekeuh dan juga yakin karena dia sudah mendapatkan hati Aisyah, entah perjuangan siapa yang akan membuahkan hasil entah cinta atau restu.


Rico menatap datar Farel yang ada di hadapannya, dia selalu tenang menghadapi siapapun, kecuali ada di hadapan sang gadisnya Aisyah, dia lebih sering gugup dan juga tak bisa tenang.

__ADS_1


"Ada apa, Pak Farel. Apa anda membutuhkan sesuatu? " Tanya Rico santai.


"Apakah anda tidak mempunyai rasa malu, Pak Rico? Semua orang sudah tau kalau Aisyah adalah calon tunangan saya, kenapa anda malah terang-terangan mendekatinya. Apa Anda ingin mempermalukan reputasi Aisyah? " Tanya Farel mulai sinis.


"Kalau anda benar-benar mencintai Aisyah seharusnya anda lebih memperdulikan kehormatannya, bukan hanya peduli dengan kesenangan anda sendiri, Pak Rico. " Imbuh Farel.


Rico tersenyum santai menanggapi perkataan dari Farel, dia memang mencintai Aisyah, dua mendekatinya bukan berarti dia tak perduli dengan kehormatannya.


"Maaf Pak Farel, bukan niat saya ingin mempermalukan anda, saya atau Aisyah. Saya hanya melakukan apa yang saya rasa benar. Saya mencintainya dan sepertinya dia juga demikian. Apa kami salah? " Jawab Rico.


"Tentu anda salah besar, pak Rico! Anda tau Aisyah adalah calon tunangan saya. Tapi, bahkan Anda tidak malu mendekatinya meskipun di depan saya sendiri "


"Bukankah baru calon pak Farel? Dan belum sah menjadi suaminya. Kalau anda suaminya maka saya akan menjauhi, apalagi kalau Anda dan dia juga saling mencintai saya akan ikhlas pergi tapi sepertinya tak akan semudah itu pak Farel. " Jawab Rico.


Perseteruan akan selalu terjadi di antara mereka berdua, mereka sama-sama mencintai orang yang satu dan harapan mereka pun juga sama.


Rico tak akan mungkin melanjutkannya seakan Aisyah tidak menerima tadi malam, tapi dia menerimanya dan membuat komitmen untuk berjuang bersama-sama maka dari itu doa semangat. Kalau Aisyah bilang tidak maka dia akan pergi perlahan meskipun akan sangat menyakitkan.


Rico benai telah terikat dan tak bisa mundur lagi, dia tidak akan bisa.


"Saya mohon pak Rico untuk menjauhinya. "


"Kita lihat saja pak Farel, siapa yang harus mendekat dan harus menjauh. " Jawab Rico tetap dalam ketenangan.


___


"Syah, ta-tadi... Tadi kak Farel melihat kamu saat bersama dengan Kak Rico. Apakah itu akan baik-baik saja, apakah tidak akan menjadi masalah untuk mu dan juga Kak Rico? " Tanya? Meyka.


Aisyah terkejut, dia tak tau kalau Farel akan melihatnya dengan Rico tadi. Tapi lama-lama mereka akan tau segalanya. Ini seharusnya tidak di sembunyikan dan harus terang-terangkan dengan jelas.


Aisyah harus bisa tegas mengambil keputusan, dia harus bisa memilih dengan pasti siapa yang akan dia terima dan dia tidak harus melukai dan memberikan harapan kosong di antara salah satu di antara mereka berdua.


Entah di setujui atau tidak namun Aisyah harus tetap mengatakannya pada Rayyan kalau bisa dia harus memutuskan perjodohannya, jadi dia bisa bahagia dengan orang yang dia pilih dan yang sangat mencintainya. Begitu juga dengan Farel yang bisa melanjutkan hidupnya dan mencari seseorang yang benar-benar baik dan tulus padanya.

__ADS_1


"Kamu benar? " Tanya Aisyah.


Meyka mengangguk, apa yang dia katakan adalah benar dia sama sekali tak mengada-ada karena dia sendiri yang melihatnya kalau Farel begitu kecewa dan terlihat patah hati saat melihat Aisyah bersama dengan Rico.


"Benar, Syah. Kan aku berangkat bareng Kak Farel, jadi aku melihat semuanya saat itu. " Jawab Meyka.


"Oh.. Alhamdulillah deh kalau begitu, bagaimana kalau kamu saja yang berjodoh dengan kak Farel ya, Mey. "


"Huss.. Jangan ngadi-ngadi deh, Syah. Kak Farel dan kamu yang di jodohkan, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan kuku. " Ucap Meyka yang mulai tak terima karena dirinya di bawa-bawa.


Meskipun Meyka benar menyukai Farel namun dia tak se egois itu dan menghiraukan apapun keadaan yang terjadi di dalam keluarganya, Meyka akan bisa menahan semua, dan memupus kalah Farel mungkin memang bukan jodohnya.


"Aku bicara sebenarnya, Mey. " Ucap Aisyah.


Dia ingin membantu Meyka jika dia mengatakan iya pada Aisyah, dia akan mencoba untuk membuat Meyka fan Farel dekat dan berharap bisa berlangsung namun sepertinya akan sulit karena Meyka tidak mau mengakuinya.


Meyka beranjak lalu pergi dari sana, Meyka sungguh pandai menyembunyikan semua isi hatinya. Seharusnya Aisyah juga belajar seperti Meyka dan bisa menyembunyikan perasaannya dan mementingkan keluarganya, tapi masalahnya Aisyah bukan Meyka, Aisyah tidak akan pernah bisa menyembunyikan segalanya.


"Mey! Meyka! " Panggil Aisyah namun sudah tak di hiraukan oleh Meyka yang sudah semakin jauh.


Aisyah bernafas panjang, dia berfikir apakah


Jalannya ternyata salah, seharusnya dIa lebih Hati-hati untuk bisa mendekatkan Meyka dengan Farel dan tidak terlalu buru-buru. Karena ini adalah hal yang sangat sensitif. Salah selangkah saja maka semua akan menjadi berantakan.


"Sabar Aisyah, kamu harus pelan-pelan dan jangan buru-buru. " Gumam Aisyah.


__'


Bersambung..


__________


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen nya.. Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2