Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
180. Menunggu Sang Belahan Jiwa


__ADS_3

**"***""""


Happy Reading...


Faisal termenung seorang diri setelah melihat semua hamparan tanah yang beberapa hari ini menjadi tempat yang sakral untuk Dante juga Meyka.


Sesekali menatap indahnya malam yang di penuhi bintang-bintang di atas sana, menikmati keheningan malam tampa ada seseorang yang menemaninya di dunia nyatanya ataupun di dalam hatinya.


Apa ini? Ketiga adik perempuannya semuanya sudah menikah sementara dirinya? Kapan dia akan di pertemukan dengan kekasih hatinya yang akan menemani di setiap nafasnya.


Harapan masih terus berjalan, doa juga terus di panjatkan, Tetapi Allah belum mengizinkan dia untuk bertemu dengan tulang rusuknya. Sampai kapan penantiannya akan berakhir? Siapa gadis yang sudah Allah ciptakan untuknya?


Tak ada satupun gadis yang dekat dengannya tak ada tanda-tanda juga seorang gadis yang akan mengisi hatinya.


Setelah kepergian Aira dia tak lagi fokus tentang gadis. Bukan berarti dia tak bisa move-on, dia juga Aira belum punya ikatan apapun jadi tak menjadi hal buruk saat dia pergi dan memilih laki-laki lain.


Tak pernah ada kata terpuruk dan menyerah dalam setiap doanya. Dia tetap berharap meminta pendamping yang terbaik yang akan menjadi makmum yang sholehah yang akan menemani langkahnya dalam perjalanan di dunia.

__ADS_1


"Belum tidur, Bang?" Rayyan datang, mengejutkan dengan suaranya juga dengan sentuhan tangan di pundaknya.


"Pa," Faisal menoleh tetapi tidak bergeser dari tempat duduknya.


Rayyan ikut duduk di sebelahnya. Memandang titik yang sama seperti Faisal, yaitu sang bintang-bintang yang begitu manis malam ini.


"Apa ada masalah?" Rayyan tetap tak mengalihkan pandangannya.


"Tidak." Jawab Faisal. Mungkin secara mata memang tak ada masalah. Karena masalah yang sebenarnya ada di dalam hatinya.


"Jangan terlalu di pikirkan. Jika sudah saatnya dia pasti akan datang. Yakinlah, dia akan segera datang, Allah masih menjaganya di luar sana. Allah tengah membina hatinya untuk menjadi pantas untuk bersanding dengan mu."


"Jangan sedih seperti ini. Ambilah air wudhu, dan mengadu lah kepada Allah. Minta dia untuk segera di temukan kepadamu dan secepatnya di satukan. Allah tau apapun yang di ingin oleh hamba-Nya, jadi mintalah kepada Allah," Imbuh Rayyan lagi.


"Iya, Pa." Jawaban Faisal membuat Rayyan percaya kalau yang di pikirkan olehnya sama seperti yang dia katakan. Semua tentang jodoh yang belum dia temukan.


"Masuklah, ini sudah malam. Tidak enak kalau ada ustadz lain yang lihat." Pinta Rayyan.

__ADS_1


"Baik, Pa. Faisal masuk dulu. Assalamu'alaikum.." Pelan Faisal beranjak.


"Wa'alaikumsalam.."


Mata Rayyan terus melihat punggung anaknya yang semakin jauh anak satu-satunya yang belum juga menemukan kekasih hatinya. Entah sampai kapan Allah akan menahan jodohnya seperti ini.


"Ya Allah. Dekatkanlah jodohnya. Dan berikan dia jodoh yang terbaik menurut-Mu. Bukan baik menurut kami, karena penilaian dari mata manusia terkadang salah. Jadi, semua hamba serahkan kepada Engkau saja Ya Allah." Gumam Rayyan yang masih melihat punggung Faisal.


Setelah benar-benar menghilang dari jangkauan matanya Rayyan baru kembali masuk ke rumahnya. Sudah terlalu malam, angin juga semakin dingin pasti tidak akan bagus untuk kesehatannya.


Di dalam kamar Faisal benar-benar melakukan apa yang menjadi saran dari Rayyan, papanya. Dia mengambil wudhu lalu melaksanakan shalat sunnah dua rakaat. Setelahnya ada beberapa doa yang dia panjatkan. Setelahnya Al-Qur'an lah yang menjadi teman malamnya.


Hingga beberapa lembar Faisal melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Hingga akhirnya dia lelah dan mengantuk.


Al-Qur'an bertengger diatas nakas setelahnya Faisal menaruhnya. Berbaring di kasur dengan semua bayangan yang telah datang. Perlahan matanya mulai tertutup. Kesepian mencoba dia abaikan. Mimpi-mimpi dia jemput melalui tidurnya.


'Wahai siapapun engkau yang Allah kirim sebagai pemilik hati. Datanglah padaku. Dengarkan pintaku untuk selalu bersama. Ya Allah, labuhkanlah cinta untukku dari seseorang yang telah Engkau sediakan untukku. Aku merindukannya Ya Allah, sangat rindu.' batin Faisal.

__ADS_1


◦•●◉✿""✿◉●•◦


Bersambung..,


__ADS_2