Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
190. Extra....


__ADS_3

Lebaran....




5 tahun kemudian



Gema takbir begitu menggema semua begitu antusias menyerukan takbir di hari terakhir di bulan Ramadhan.



Semua keluarga besar berkumpul menyambut hari yang fitri yang akan terjadi besok.



Alangkah bahagianya, semua keluarga berkumpul anak-anak, cucu-cucu semua pulang ke rumah.



Semua tampak bahagia dengan hingar bingar di hari lebaran yang penuh dengan menu-menu makanan yang khas di hari nan Fitri.



Semua makanan juga sudah tersedia di atas tikar panjang. Sengaja tidak menggunakan meja karena semua keluarga berkumpul menjadi satu tidak akan muat jika menggunakan meja. Lagian akan lebih nikmat jika makan dengan Lesehan di atas tikar seperti sekarang ini.



Anak-anak terus berlari-larian keluar masuk saat mendengar suara kembang api yang di nyalakan dan berpijar indah seolah ingin menyentuh langit.



Bersamaan dengan indahnya malam yang bertabur bintang kembang-kembang api menambah keindahannya.



Alvaro anak pertama dari Akhsan dan Khairi yang kini tengah mengandung anak keduanya.



Alvino anak pertama dari Ikhsan juga Fatma yang kali ini tengah melakukan program untuk anak kedua.



Arkan dan Arkana anak dari Rico juga Aisyah yang juga sudah ikutan berlari-lari mengejar kedua abangnya yang keluar masuk melihat kembang api.



Zaki anak pertama dari Iqbal juga Shelvia yang juga ikut-ikutan.



Latifa anak pertama dari Dante juga Meyka yang kini juga hamil lagi. Kata Dante banyak anak banyak rezeki jadi dia ingin menambah lagi dan tak menunda-nundanya.

__ADS_1



Farid anak pertama dari Farel juga Felisha yang ikut datang ke sana atas permintaan Tasya sang oma yang semakin tua.



Tentu juga ada Ara, dan Kiara anak pertama dan kedua dari Marco dan sang istri.



Sementara Faisal, entah di mana Author menyembunyikannya sekarang 😅😅😅



Semuanya berkumpul, memeriahkan kebersamaan di malam takbiran di pesantren yang kini para santri-santri sedang pada mudik. Hanya ada keluarga inti saja juga beberapa para penjaga yang tidak mudik.



Begitu senang saat melihat semua keluarga berkumpul seperti sekarang ini. Bisa menikmati makanan bersama-sama juga terus melihat keaktifan anak-anak yang terus heboh keluar masuk tiada henti.



Saling rebutan kembang api dan berlari-larian karena rebutan korek api.



Sementara para bapak-bapak malah asik menyantap makanan yang tersedia sementara para emak-emak masih sibuk untuk menyediakan semua perlengkapan untuk besok. Juga semua kue-kue yang harus di pajang di atas meja.




"Hah! Ternyata aku sudah tua. Cucuku sudah banyak dan besar-besar," Ucapnya.



"Bentar, Kek!" Seru Arkana menjawab, "akk, Bang Arkan! Itu kembang api adek!" Protes Arkana saat tiba-tiba kembang api yang ada di tangannya di ambil paksa oleh Arkan.



"Ambil aja kalau bisa," Arkan dengan cepatnya dia berlari tapi baru beberapa langkah saja langsung di hadang oleh Alvaro juga Alvino di depannya. Keduanya berdiri dengan memasang wajah sadis juga bersedekap dada.



"Sini kembang apinya," Pinta Alvaro.



"Nggak, ini punya Arkan." Jelas Arkan tak akan membiarkan itu jatuh di tangan kedua abangnya yang super nakalnya.



"Oh, tidak mau ngasih ya," Alvino yang menyungging sinis.


__ADS_1


Keduanya mendekat dan membuat Arkan mundur. Arkan pikir mereka akan mengerjai lagi. Belum juga tertangkap kedua abang itu terjatuh secara bersamaan.



"Jangan begitu dong Tommy. Itu tidak boleh. Kamu akan menyakiti mereka!" Seru Arkan.



Jelas itu membuat semua yang ada di sana melongo. Tommy? Siapa? Bahkan di sana tidak ada yang namanya Tommy.



Alvaro juga Alvino saling lempar pandang mereka berdua kebingungan dengan yang Arkan katakan.



"Abiii, Arkan ngomong sendiri lagi!" Teriak keduanya dan lari terbirit-birit.



"Bang, siapa Tommy?" Bahkan Arkana juga tidak tau.



"Hehehe, bukan siapa-siapa. Nih kembang apinya. Maaf ya," Arkan hanya bisa meringis saja. Dia langsung pergi namun dengan mulut yang ngedumel seolah memarahi seseorang.



"Arkan Arkan, kau ini." Tentu hanya Rico yang tau apa yang terjadi pada Arkan karena ternyata Arkan juga memiliki apa yang Rico miliki. Indigo.



\*\*\*\*\*\*\*~•°•~\*\*\*\*\*\*\*



Terima kasih untuk semua reader's yang selalu setia dengan karya yang kebanyakan halu dengan alur yang tidak jelas milik Author ini.



Terimakasih dengan dukungan kalian seperti apapun dukungannya. Maaf jika ada yang tidak sesuai dengan apa yang kalian ingin. Maaf ya.



Untuk cerita Faisal jangan lupakan ya...



Kepoin ceritanya juga dengan judul



'Mas Ustadz I Love You'


__ADS_1


Author tunggu dukungannya ya di kisahnya Faisal. Sampai bertemu lagi di sana. 😘😘😘😘😘


__ADS_2