
_____
Happy Reading....
___________________
Duduk sorang dari, menatap indahnya malam melalui jendela yang ada di kamarnya. Ya, dia adalah Rico yang kini tengah berfikir dan terus berfikir. Malam yang semakin larut tapi dia sama sekali tak bisa tidur dan memejamkan matanya.
Makan tak enak, minum apalagi, dan tidur semakin tak bisa lagi. Rico seakan di hadapkan dengan pertarungan besar yang besok akan dia lakukan, pertarungan dengan musuh terbesarnya, yaitu mentalnya sendiri.
Rico yang tidak makan malam membuat Susan sangat khawatir, dia langsung mendatangi kamar Rico dan ingin tau sendiri apa yang terjadi pada anak semata wayang nya itu.
"Assalamu'alaikum, Nak." Susan berjalan semakin dekat setelah dia berhasil menutup pintunya lagi.
Seketika Rico menoleh dan saat itu juga Susan sudah ada di sampingnya. "Wa'alaikumsalam, Bun. " Jawab Rico.
"Kenapa kamu tidak makan, Nak. Apa kamu ada masalah? " Tanya Susan sembari mendudukkan dirinya di kursi sebelah Rico duduk.
"Rico tidak laper, Bun. Rico juga... "
"Apa yang kamu sembunyikan dari, Bunda. Apa kamu benar-benar ingin memendamnya sendiri? Ingat, Nak. Sebesar apapun masalah mu, ada Bunda dan Ayah yang akan selalu bersamamu. " Susan menyentuh tangan Rico dia benar-benar berharap bahwa Rico akan bercerita dan menjelaskan semuanya yang terjadi padanya.
"Hemm." Susan mengangguk sekali, sembari mengedipkan matanya, dia sangat menunggu Rico untuk bercerita padanya.
Rico merobohkan tubuhnya, menaruh kelapanya di pangkuan Susan, dia benar-benar membutuhkan kenyamanan saat ini, dan semua itu akan dia dapatkan hanya di pangkuan Susan saja.
"Ada apa, Nak. " Susan langsung membelai rambut Rico, dia sangat yakin kalau anaknya ini sedang ada dalam masalah besar.
"Bun, jika kita mencintai seseorang namun orang tuanya tidak memberikan restunya, apakah kita harus tetap berjuang atau kita harus meninggalkan nya? " Tanya Rico yang terdengar begitu sendu.
"Apa alasan orang tuanya tidak merestui? Karena harta, marga, identitas, atau karena rupa? " Tanya balik Susan.
"Jika mereka tidak memberikan restunya karena alasan tadi, maka semua masih bisa di perjuangkan. Namun jika alasannya karena agama maka lebih baik untuk di tinggalkan." Imbuh Susan.
"Apakah itu benar? "
"Tentu, apalagi ada cinta yang sama dari orang yang di cintai, maka mereka bisa sama-sama berjuang untuk bisa menyatukan cinta mereka. Beda kalau yang berjuang hanya sepihak, itu lebih baik di tinggalkan karena itu akan sangat susah untuk di wujudkan dan tentunya akan sangat menyakitkan. " Jawab Susan.
__ADS_1
"Kenapa? Apa kamu mencintai seseorang? " Tebak Susan.
"Rico..? "
"Jika kamu memang mencintainya dan juga sebaliknya dari gadis itu, maka perjuangkan lah. Bunda percaya dengan anak Bunda ini. "
"Tapi, Bun? Orang tuanya sudah menetapkan seseorang untuk menjadi jodoh dari gadis itu, jika kami berjuang bersama dan dapat mewujudkannya bukankah itu berarti kami telah menyakiti orang itu? Lalu, apakah aku akan bahagia jika aku telah merebut kebahagiaan orang lain? " Jawab Rico
Susan terdiam, apa yang di alami Rico benar-benar sulit. Di satu sisi dia sangat mencintai gadisnya dan ingin bisa mendapatkannya, namun di satu sisi lagi dia tidak ingin mendapatkan kebahagiaan jika dengan menghancurkan kebahagiaan orang lain.
Seorang ibu mana yang akan mampu mendapati anaknya yang tengah seperti ini, Rico tengah dilema, seorang ibu pasti akan ikut merasakannya.
"Jodoh bukan kamu, gadis itu atau orang tuanya yang menentukan, tapi Allah lah yang menentukannya. " Jawab Susan.
"Bunda, besok aku harus ke sana, ke tempat gadis itu dan mengatakan langsung pada keluarganya, seandainya aku benar-benar ke sana apakah aku akan bersalah? Tapi kalau aku tidak datang apakah aku termasuk orang yang pengecut? " Ucap Rico.
Susan menghela nafas panjang, apa yang harus dia katakan sekarang, apakah dia akan mengatakan bahwa Rico harus datang ke sana yang pasti akan menyakiti orang lain dan juga mungkin akan mendapatkan penghinaan dari orang tua dari gadis itu? Atau dia harus mengatakan tidak, dan menjadikan anaknya seperti seorang pengecut yang mundur sebelum berperang?.
"Rico bingung, Bun? "
"Dia..., dia, dia Aisyah, Bun. "
"Aisyah..?" Susan kembali diam, meskipun Susan belum mengenal Aisyah dengan benar tapi Susan tau kalau Aisyah adalah gadis yang baik.
"Apakah Bunda dan Ayah akan merestui ku?"
"Jika semuanya demi kebahagiaanmu kenapa Tidak."
"Lebih baik sekarang ambillah wudhu, menghadap lah kepada Allah, minta petunjuk dan jalan terbaik Pada-Nya. Hanya Allah lah ya bisa membantumu, Nak. Bunda ataupun Ayah tidak akan bisa membantumu, tapi kami hanya bisa memberikan restu dan juga doa untuk mu, bergegaslah.. " Pinta Susan.
"Hem.. " Mungkin benar apa yang di katakan oleh Susan, hanya Allah lah yang bisa membantunya, Rico kembali duduk dia sedikit tenang setelah mendapat sedikit petuah dari Susan.
"Bunda istirahatlah, ini sudah sangat malam."
"Baiklah, bunda pergi dulu. Ingat, jangan begadang, tetaplah jaga kesehatan mu. " Susan beranjak, mengusap bahu Rico kemudian berlalu pergi.
"Hem.. " Angguk Rico
__ADS_1
Rico pun juga langsung beranjak dia pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu sesuai apa yang di sarankan oleh Susan barusan.
____
"Pa, besok Rico akan datang. " Ucapan dari Faisal langsung membuat Rayyan terdiam dari aktivitasnya yang sedang membaca kitab.
Rayyan begitu terkejut dengan perkataan dari Faisal barusan, bagaimana Rico bisa datang, dan apa alasannya, dia sangat tak menginginkan akan kedatangan dari Rico, entah besok bahkan selamanya.
Faisal tau papanya tidak akan menyukai itu, tapi inilah cara yang terbaik. Faisal juga ingin tau seberapa besarnya keseriusan dari Rico pada Aisyah.
"Untuk apa dia datang. " Jawab Rayyan begitu dingin, bahkan sama sekali tak melihat ke arah Faisal.
"Untuk mengatakan hubungan dia dan juga Aisyah, dan juga ingin mengatakan jalan kedepannya. "
"Berani sekali dia! "
"Aku yang memintanya, Pa. Semuanya harus di selesaikan, apa Papa mau Aisyah dan Rico selalu bertemu dengan diam-diam, apa itu yang papa inginkan! bagaimana jika orang yang mengenal papa melihatnya apa itu tidak lebih mempermalukan papa nantinya. " Jawab Faisal.
Rayyan diam, apa yang di katakan Faisal ada benarnya, dia juga tidak mau sampai ada masalah baru yang akan lebih mempermalukan keluarganya, jika itu jalan satu-satunya untuk menyelesaikannya kenapa tidak.
Mungkin dengan itu Rayyan benar-benar bisa membuat Rico bisa jauh dari Aisyah, apa yang akan dia katakan besok akan mempengaruhi segalanya bukan? Jadi, dia harus mempersiapkan segalanya.
"Kalau papa tidak mau menemuinya? "
"Maka masalah ini tidak akan pernah selesai, Pa. Aisyah akan terus membangkang pada papa, dan aku yakin Aisyah tidak akan menyerah begitu saja. "
"Baik, kalau itu adalah jalan satu-satunya papa akan menemuinya besok. " Jawab Rayyan, dia segera beranjak dan pergi begitu saja dia tak mau berlama-lama membicarakan Rico yang sama sekali tidak dia inginkan kedatangannya.
Faisal tersenyum tipis, seenggaknya Rayyan akan menemui Rico untuk besok. Semua yang akan terjadi besok sangat bergantung dengan apa dan bagaimana cari Rico menyampaikannya, keberhasilannya ada di tangan Rico sendiri.
"Semoga semuanya akan berakhir dengan baik." Gumam Faisal merasa sedikit lega dari sebelumnya.
__
Bersambung..
_______________
__ADS_1