
Happy Reading...
Sampailah Rico, Jon juga semua orang-orangnya di sebuah bangunan yang tepat ada di tengah-tengah hutan. Mereka terus berjalan mengendap-endap setelah sebelumnya menyembunyikan kendaraan mereka di tempat yang sedikit jauh dari tempat itu.
Mereka harus bergerak dengan hati-hati karena mereka juga kalah jumlah lagian mereka juga langsung masuk di kandangnya musuh jadi itu akan sangat susah untuk bisa masuk ke dalam sana.
"Tuan, apa yang harus kita lakukan. Bahkan kira juga tidak membawa senjata jarak jauh. Kita hanya membawa senjata ini saja," Jon menunjukan sebuah senjata rakitan mereka sendiri yang hanya bisa di gunakan melumpuhkan lawan dari jarak dekat.
Rico menoleh, melihat senjata itu yang terlihat hanya seperti mainan. Tak ada yang tau jika itu adalah senjata yang sangat berbahaya karena bisa saja langsung membuat lawannya lumpuh dalam sekejap mata.
"Tak masalah, kita bisa menggunakannya. Tak perlu senjata jarak jauh untuk menyelamatkan Aisyah, yakinlah ada Allah yang akan selalu bersama kita. Kita semua akan selamat dan mereka semua yang akan kalah," jawab Rico tegas.
Jon sedikit meragukan kata-kata Rico, bagaimana mungkin dia bisa percaya begitu saja padahal Rico juga tidak mempunyai kemampuan lebih bahkan dia juga tidak tau bagaimana caranya menggunakan senjata itu, lalu?
"Bagaimana mungkin?"
Jon begitu meragukan kemampuan Rico. Meskipun dia tau kalau Rico pernah melumpuhkan orang-orang yang berniat buruk kepada Aisyah tetapi kali ini mereka harus berhadapan di kandang mereka sendiri.
"Sekarang," Rico bergerak lebih dulu sebelum dia mengajak Jon juga yang lain, Rico melangkah lebih dulu karena dia tidak akan mendapatkan kepercayaan dari Jon kalau dia tidak bergerak mendahului.
Meskipun ragu Jon tetap melangkah, mengikuti Rico yang sudah berjalan lebih dulu.
Mereka bergerak dengan sembunyi-sembunyi, melumpuhkan satu persatu penjaga dengan alat yang tadi Jon tunjukkan. Ternyata Rico bisa dengan sendirinya tanpa mendapatkan penjelasan dari Jon dan itu membuat Jon percaya kalau Rico memang memiliki kemampuan yang terpendam.
Beberapa orang bertugas untuk melumpuhkan sementara sebagian lagi bertugas untuk menyingkirkan mereka semua supaya tidak menjadi masalah nantinya.
Satu saja orang mereka ketahuan pingsan pasti tempat itu akan ramai dan semua orang akan keluar dan mencari tau apa yang terjadi.
"Kamu ke sana, saya akan ke sana untuk mencari Aisyah," pinta Rico.
Rico hanya sendiri saja untuk mencari Aisyah sementara Jon bersama orang-orangnya yang juga berpencar untuk mencari Aisyah sekaligus untuk melumpuhkan lawan.
Sudah cukup jauh mereka masuk dan sampai kini juga belum ada yang tau, mereka sangat pintar.
"Aisyah, kamu harus bertahan. Aku akan menyelamatkanmu."
__ADS_1
Rico menaiki tangga dia sangat yakin kalau Aisyah ada di lantai atas. Rico terus bergerak perlahan jika ada orang yang menghalangi jalannya dia langsung melumpuhkannya namun jika tidak dia hanya akan bersembunyi sebentar menunggu orang itu pergi.
"Siapa kamu!" Baru saja Rico hendak membuka salah satu kamar ada orang yang datang dan memergokinya.
Rico menoleh dan orang itu sudah berlari menghampirinya. Untung hanya satu orang saja dan Rico akan bisa melumpuhkannya.
Sedikit perlawanan dari orang itu, memang terjadi pertarungan tetapi itu hanya sebentar saja karena orang itu langsung terkena senjata yang Rico bawa. Orang itu langsung jatuh tersungkur tak sadar.
Rico membuka kamar tadi dan ternyata Aisyah tidak ada di sana, Rico menarik orang itu dan memasukkannya kedalam sana.
Rico kembali berjalan.
Rico berhenti di depan sebuah kamar, terdengar suara berisik di dalam sana dan suara-suara teriakan yang suaranya sangat Rico kenal.
"Aisyah!" Rico berusaha untuk membukanya tetapi susah karena pintu ternyata di kunci.
Sementara di dalam Aisyah terus melawan Ateez yang terus berusaha untuk menyentuhnya.
Pergerakan Aisyah yang sangat gesit membuat Ateez sangat kesusahan untuk menangkapnya.
Sudut bibir Ateez memang sudah mengeluarkan darah karena mendapatkan pukulan dari Aisyah tetapi itu tidak membuatnya berhenti untuk menyentuhnya, dia terus mengejar Aisyah.
Keinginannya menjadi semakin kuat melihat Aisyah yang begitu agresif dalam penolakan. Ateez akan sangat senang setelah dia berhasil menjinakkan kucing liarnya itu.
"Larilah sesukamu, Bidadari ku. Aku yakin kamu akan aku dapatkan setelah ini," Ateez terus menyeringai.
Ada sesuatu yang terjadi kepada Aisyah, tak seperti biasanya dia yang selalu mudah mengalahkan siapapun tetapi kali ini dia sangat kewalahan untuk mengalahkan Ateez yang sebenarnya kekuatannya juga di bawahnya tetapi kenapa kali ini Aisyah begitu tak berdaya, apa yang terjadi.
Lelah juga akhirnya Aisyah, dan saat dia lengah dia tertangkap oleh tangan Ateez. Tangan kekar itu langsung kembali menarik hijab Aisyah yang sudah kembali melekat. Dia juga menarik pergelangan tangan Aisyah dan melemparkannya ke kasurnya.
Mulut Ateez sudah berkecamuk dia sudah tidak sabar lagi untuk menyentuh Aisyah, ingin sekali cepat membuka pakaian yang menjadi penghalangnya untuk melihat apa yang ada dalam diri Aisyah.
Ateez kembali mengurung Aisyah dia memaksa untuk mencium Aisyah tetapi itu tak mudah karena Aisyah terus berontak.
"Lepaskan, jangan sentuh saya!" teriak Aisyah yang sudah tidak bisa kabur lagi.
__ADS_1
"Hahaha..., tadi kamu sangat agresif sayang dan sekarang adalah giliran ku. Aku akan lebih agresif lagi untuk menikmati mu."
Tawa Ateez menggelegar, satu tangan mengikat kedua tangan Aisyah di atas kepalanya Aisyah sementara satunya juga terus bergerak untuk menahan wajah Aisyah supaya tidak bisa bergerak.
"Lepas!" Aisyah sudah sangat kesusahan untuk bergerak lagi. Wajahnya sudah tidak bisa menoleh karena di tahan begitu kuat oleh tangan Ateez.
Aisyah menangis takut, dia takut kalau Ateez benar-benar akan merenggut kehormatannya.
Brakk...
Pintu yang terbuka dengan paksa seakan tidak bisa di dengar oleh Ateez dia sudah terbuai untuk secepatnya menyentuh Aisyah.
Bugh... Bugh...
Rico menarik tangan Ateez untuk menjauh dari Aisyah dan setelah itu Rico memukulnya. Ateez jatuh tersungkur di lantai setelah pukulan mendarat di perut Ateez oleh Rico.
"Kamu mau menyentuhnya! Maka hadapi saya. Selama saya masih hidup maka kamu atau siapapun tidak akan pernah bisa menyentuhnya!" Mata Rico terlihat sangat merah dan di penuhi dengan amarah.
Tak berhenti hanya dengan beberapa pukulan di serangan pertama tetapi Rico kembali membabi-buta Ateez dengan tidak ada ampun.
Ternyata Ateez tidak sekuat yang Rico bayangkan dia bisa kalah begitu saja, mungkin karena Rico memukulnya tepat di tempat yang membuatnya tak berdaya.
Di saat Ateez hendak bergerak untuk melawan Rico langsung menancapkan senjatanya dan pas mengenai perutnya. Ateez kembali terjatuh dan kini tidak sadarkan diri.
"Aisyah...!" Rico cepat berlari ke arah Aisyah yang menangis tiada henti, dia hampir kehilangan harapan dia takut kalau tak akan ada yang datang dan menyelamatkan dari Ateez yang hendak merenggut kehormatannya.
Rico langsung memeluk Aisyah, dia juga sangat takut kalau sampai terjadi sesuatu kepada istrinya itu, "sudah, jangan menangis Abang sudah datang."
"Bang, Aisyah takut," Aisyah terus menangis di dalam pelukan Rico.
"Sudah, ada Abang yang akan selalu ada untuk Aisyah. Abang akan selalu melindungi Aisyah," ucap Rico yang di lanjutkan dengan mengecup puncak kepala Aisyah.
"maafkan Aisyah, Bang. Maafkan Aisyah karena tidak mengindahkan apa yang menjadi permintaan Bang Rico. Maaf," Aisyah begitu menyesal. Semua itu tidak akan terjadi kalau dia tidak melanggar apa yang Rico perintahkan.
"Sttt..., sudah."
__ADS_1
Bersambung....