Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
160.Ali harus bagaimana


__ADS_3

Happy Reading....


Keempat sekawan kini berada di kantin bersama-sama, mereka makan siang di sana. Seolah merayakan kedatangan Felisha di anggota mereka.


Tak ada yang membedakan mereka, entah besar kecil, sedikit atau banyak ilmu mereka tak membedakan akan hal itu.


"Fel, setelah ini kamu mau kemana?" tanya Meyka.


Mereka langsung menghentikan aktivitas makan mereka, fokus menatap Meyka yang mengeluarkan pertanyaan.


"Sepertinya aku mau menjenguk deddy sebentar lalu pergi ke kantor untuk kembali mengontrol perkembangan di sana. Setelah deddy di penjara usahanya sedikit mengalami masalah, jadi aku harus turun tangan untuk mengelola dan mempertahankan supaya tidak ada masalah," jawab Felisha menjelaskan.


Mereka bertiga mengangguk mengerti. Kini Felisha harus di paksa oleh keadaan untuk lebih dewasa dan lebih bisa bertanggung jawab.


Felisha harus menggantikan deddy nya untuk sementara waktu. Untung saja Felisha masuk di manejemen bisnis, jadi dia bisa menjalankan pekerjaan orang tuanya.


"Kamu yang kuat ya, Fel. Aku yakin kamu pasti bisa menjalani semua demi baik," ucap Aisyah.


"Terimakasih, Syah." jawab Felisha.


Akhirnya ada juga teman yang menguatkan dan mengasih support padanya. Biasanya dia hanya sendiri dalam hal apapun dan sekarang dia benar-benar merasa sangat bahagia.


Rasa syukur terus Felisha ucap dalam hatinya, tak dia kira dia akan mendapatkan kebahagiaan di hari ini.


Hijrah yang membawa keberuntungan untuknya, jika dia tak memilih jalan ini dia yakin tidak akan mendapatkan sahabat.


_____


"Assalamu'alaikum," kedatangan Aisyah di resto di sambut dengan bahagia oleh Rico.


Bukan hanya Rico saja yang senang tapi semuanya, juga Dante dua sangat bahagia karena Aisyah datang tidak sendiri ada Meyka bersamanya.


Hatinya begitu di penuhi dengan cinta yang sangat besar untuk Meyka, kedatangan sudah seperti cahaya yang datang dalam kegelapan malam.


"Wa'alaikumsalam, " jawab Rico.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam," Dante juga menyambungnya dengan jawaban salamnya.


Rico juga Aisyah tersenyum geli melihat Dante juga Meyka yang terlihat malu-malu.


"Syah, kita pergi yuk. Nanti jadi nyamuk lagi," Rico langsung menarik pergelangan tangan Aisyah, menuntunnya untuk masuk ke ruang istirahat Rico.


"Hem...," Aisyah mengangguk kecil, kakinya langsung melangkah mengikuti Rico membawanya pergi.


Meyka semakin canggung setelah kepergian Aisyah juga Rico. Dia juga terus menunduk dengan wajah yang tersipu.


"Kita duduk di sana, Yuk. Aku sudah siapkan sesuatu untuk mu," ajak Dante.


Meyka semakin tersipu rapi dia juga mengangguk kecil. Dante yang mulai melangkah membuat Meyka juga mengikutinya.


Entah apa yang Dante siapkan saat ini. Seharusnya Meyka yang selalu menyiapkan sesuatu untuk Dante tapi ini malah kebalik.


______


Rico juga Aisyah sudah memasuki ruangan yang menjadi tempat istirahat Rico saat berada di resto.


Memang niat banget untuk membuat Aisyah semakin tembem, Rico selalu memanjakannya dengan makanan makanan.


Rico menyandarkan punggungnya di kursi, dia memejamkan mata sekejap dia ingin bersantai selama Aisyah belum keluar dari kamar mandi.


Baru saja beberapa detik memejamkan matanya Rico kembali membuka mata. Namun dia langsung terbelalak, sepertinya ada sesuatu yang dia lihat dari mata batinnya.


"Astaghfirullah, apalagi ini," Rico mengusap wajahnya kasar. Wajah langsung terlihat gelisah, dia juga terlihat sedang memikirkan apa yang telah dia lihat barusan.


"Semoga itu tidak benar. Jangan kasih duka untuk keluargaku Ya Allah. Baru saja kebahagiaan kamu dapat," gumam Rico.


Aisyah yang sudah keluar dari kamar mandi langsung mengerutkan dahi saat melihat apa yang terjadi pada Rico sekarang. Diamnya menyimpan sesuatu yang sangat besar tapi Aisyah tidak tau itu apa.


Aisyah berjalan mendekat, dia duduk di sebelah Rico. Menatap wajah suaminya yang masih terus diam. Sebenarnya ada apa Aisyah sama sekali tidak tau.


"Bang," panggil Aisyah. Tangan langsung menggenggam tangan Rico.

__ADS_1


Apa yang Aisyah lakukan berhasil mengejutkan Rico dari lamunannya, membuyarkan semua bayangan yang ada di kepalanya.


Semua tidak akan baik-baik saja jika Aisyah tau.


"Ada apa? " tanya Aisyah. Matanya menatap mata Rico dengan lekat.


"Hem..., kita harus ke pesantren sekarang juga. Sekarang juga," Rico begitu buru-buru.


Aisyah begitu terkejut dengan Rico yang tiba-tiba seperti ini. Sebenarnya ada apa? apa yang Rico ketahui sampai-sampai dia sangat buru-buru ingin cepat pergi ke pesantren padahal Aisyah baru saja datang.


"Tapi kenapa, Bang? " ucapan Aisyah masih begitu lembut. Dia ingin tau tapi apa yang Rico pikirkan.


"Bukan waktunya aku jelaskan, Syah. Sekarang kita harus pergi. Kalau tidak sekarang kita akan terlambat. Cepatlah," Rico begitu buru-buru, dia semakin gelisah.


"Tapi kenapa, Bang? sebenarnya apa yang terjadi," Aisyah masih sangat penasaran.


Rico tidak menjawab untuk sekarang dia harus cepat sampai ke pesantren dalam waktu cepat.


Aisyah tak mau bertanya lagi meski dia sangat penasaran. Dia ikut berjalan cepat mengikuti Rico dk depan.


Langkah Aisyah yang sedikit lambat membuat Rico kembali menoleh, dia menggenggam tangan Aisyah dan mengajaknya untuk berlari.


"Kamu percaya padaku kan? kalau kamu percaya padaku maka sekarang kamu pergi ke markas. Jangan keluar dari sana sebelum aku menjemput mu," ucap Rico.


"Sebenarnya ada apa ini, Bang. Aisyah tidak mengerti," Aisyah masih sangat bingung.


"Aku akan cerita semuanya nanti. sekarang tidak ada waktu lagi. Aku mohon, ikuti apa yang aku katakan. Pergi ke markas dan jangan keluar sebelum jemput menjemputmu," Rico begitu memohon.


"Aku harus pergi sekarang. Assalamu'alaikum,"


"Wa'alaikumsalam, tapi, Bang! Bang! " teriak Aisyah tapi Rico sudah tidak lagu menoleh.


"Apa yang harus aku lakukan," Aisyah begitu bingung.


_ Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2