Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
159. Empat Sekawan


__ADS_3

Happy Reading...


Langkah Aisyah semakin di percepat saat dia melihat Meyka juga Shelvia di kampus. Aisyah begitu sangat bahagia sebentar lagi mereka semua pasti akan bahagia.


tak akan ada lagi ujian yang datang dan semuanya akan baik-baik saja. Aisyah sangat yakin semua itu, tapi belum juga Aisyah sampai di tempat mereka dia melihat Felisha yang begitu berbeda sekarang. Felisha sudah sama seperti mereka, pakaian tertutup, juga mengenakan hijab meski masih simpel.


Jalan hidup yang begitu indah untuk Felisha, dia terlihat sangat cantik dan begitu imut juga sangat sempurna.


"Subhanallah, begitu besar anugrah yang Engkau berikan, Ya Allah. Terima kasih atas semua ini. Tak ada yang lebih indah dari ini semua." Ucap Aisyah.


Bukannya berjalan ke arah Meyka juga Shelvia kini Aisyah lebih memilih ke arah Felisha. Dan gadis itu juga sama pas ke arah nya.


"Assalamu'alaikum," rupanya Felisha lebih dahulu yang menyapanya.


Adem rasanya hati Aisyah, mendengarkan suara yang begitu merdu dari Felisha saat mengucapkan salam.


"Wa'alaikumsalam," jawab Aisyah. Senyumnya begitu manis Aisyah keluarkan, Aisyah mengulurkan tangan kepada Felisha dan dia juga menerimanya dengan baik.


"Aisyah, selamat ya atas pernikahanmu juga kak Rico. Maaf saat itu aku tidak bisa hadir dan mengucapkan selamat padamu," ucap Felisha.

__ADS_1


Senyum Felisha begitu tulus sekarang, sepertinya sekarang Felisha benar-benar sudah menerima dengan lapang dada juga ikhlas pernikahan Aisyah juga Rico.


Felisha ingin menjadi lebih baik sekarang dia tak mau mengulangi kesalahannya lagi.


"Terima kasih Fel. Sebenarnya aku.., maaf aku tidak pernah mengetahui jalan takdir yang seperti ini. Aku pasti sangat menyakiti mu kan? maaf," ucap Aisyah sedih.


Aisyah menunduk sedih, jika harus memilih maka Aisyah tidak mau menyakiti siapapun dalam hubungannya dengan siapapun, tapi kenapa takdir harus berjalan seperti ini.


"Jangan pernah menyalahkan takdir, Syah. Aku ataupun kamu tidak ada yang tau akan jalannya takdir. Aku bersyukur juga sangat bahagia karena Kak Rico bisa menikah dengan gadis sepertimu."


"Kamu bukan hanya cantik dan juga baik tapi kamu begitu berbeda dari yang lainnya, kamu sangat cocok dengan Kak Rico dan karena itulah aku ikhlas. Jika perilaku mu buruk maka aku akan berjuang mati-matian untuk merebut kembali kak Rico darimu, tapi kamu tidak seperti itu," terang Felisha.


Ternyata Felisha benar-benar sudah sangat berubah, dia lebih dewasa dari sebelumnya. Felisha menjadi lebih baik.


"Terima kasih, Fel," Aisyah memeluk Felisha dengan sangat erat.


Meyka juga Shelvia begitu senang melihat pemandangan yang sangat langka ini, Akhirnya Aisyah juga Felisha bisa berdamai dan bisa saling menerima dengan baik.


"Akhirnya mereka bisa akur, semua pasti akan bahagia dan akan baik-baik saja." ucap Shelvia.

__ADS_1


Shelvia berangkulan dengan Meyka dan keduanya sangat bahagia.


"Iya, semua pasti akan baik-baik saja." Jawab Meyka.


Keduanya melangkah mendekati Aisyah juga Felisha. mereka saling berangkulan dan sangat berbahagia.


"Sepertinya anggota kita akan bertambah satu lagi. Kita bisa menjadi empat sekawan dan bisa menjadi sahabat selamanya, bukan begitu kan, Syah? " tanya Shelvia.


Aisyah mengangguk cepat keempat gadis itu masih saling berpelukan.


"𝘐𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩 𝘳𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯, 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘩𝘢𝘣𝘢𝘵 𝘍𝘦𝘭𝘪𝘴𝘩𝘢? " batin Felisha.


Tak pernah terbayangkan kalau ternyata perubahan Felisha akan membuat dirinya mendapatkan teman bukan hanya satu tapi tiga sekaligus.


Nikmat yang tak pernah Felisha bayangkan.


"𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘠𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘫𝘪𝘬𝘢 bukan 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘌𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶. 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢, 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩, " batin Felisha.


___

__ADS_1


Bersambung..


___


__ADS_2