Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
170.Iqbal Mencari Shelvia


__ADS_3

Happy Reading..


Berjalan seorang diri setelah pulang dari kampus, dia adalah Shelvia. Biasanya dia selalu mengendarai motor tapi tidak untuk kali ini, dia lebih memilih naik taksi dan sekarang untuk pulang dia masih jalan kaki.


Langkahnya begitu pelan dengan kepala yang isinya tentang sejuta pikiran dari hubungannya dengan Iqbal yang terasa sangat susah. Kenapa dia susah sekali mendapatkan restu dari Mamanya Iqbal padahal jelas-jelas bukan dia yang bersalah.


"Kenapa aku merasa ujian ku hampir sama dengan Kak Rico ya? Sama-sama tak mendapatkan restu. Tapi, apakah aku kuat bertahan sama seperti Kak Rico?" gumamnya.


Shelvia berhenti sejenak, duduk di bangku pinggir jalan yang tersedia. Matanya mengamati mobil motor dan semua kendaraan yang lalu lalang tiada henti.


"Bukan hanya jalan manusia saja yang mendapat halangan dan rintangan, tapi kendaraan juga sama. Kadang macet kadang mogok di tengah jalan kadang senggolan dengan yang lainnya bahkan ada juga yang terjun bebas karena kecelakaan, sama saja seperti hidupku."


Shelvia tersenyum getir setelah menyamakan jalan hidupnya yang sama seperti jalannya kendaraan yang ada di hadapannya.


Baru saja sebentar Shelvia tersenyum matanya di buat terbelalak saat matanya menangkap seorang wanita yang terjatuh di jalan raya. Bukan hanya itu saja yang membuatnya terbelalak melainkan apa yang berjalan dan semakin mendekatinya.


Sebuah truk berwarna kuning dengan cat yang sudah pudar itu melaju dengan cepat bahkan sepertinya sang sopir juga mengantuk.


"Tante, Awas!!"


Shelvia berlari tunggang langgang untuk menyelamatkan perempuan itu dari bahaya yang menghampirinya.


Brakk....


Shelvia mendorong dan membuat wanita itu terpental jauh sementara dirinya juga sama terpental tapi di arah yang berbeda. Ya, Shelvia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan orang itu.



Iqbal begitu bingung mencari keberadaan Shelvia sang pujaan hatinya. Dia memang berniat untuk menjemput di kampus karena dia ingin mengajaknya makan siang bersama. Sudah lama juga mereka tidak bertemu, membuat Iqbal merasa rindu.



"Kamu di mana sih Via?" Iqbal berhenti saat berada di depan kampus tangannya juga langsung mengambil ponsel untuk menghubungi Shelvia.



Berkali-kali dia menghubungi gadisnya tapi sekali saja tak mendapatkan respon apapun, hanya suara dari operator yang dia dengar.


__ADS_1


"Kamu di mana sih? apa sudah pulang?" Iqbal menggeleng tidak percaya, tidak mungkin Shelvia akan pulang secepat itu.



"Aku akan mencarinya di rumah," tekatnya.



"Kak Iqbal!"



Baru saja kakinya melangkah satu saja dia kembali berhenti dan membalik saat dia mendengar ada orang yang memanggilnya.



"Ya!" di lihatlah orang itu yang ternyata adalah Meyka yang kini berlari ke arahnya.



"Kak Iqbal pasti nyari Shelvia ya?" tanya Meyka.




"Shelvia sudah pulang dari tadi Kak, tadi katanya dia tidak enak badan dan pulang duluan. Mungkin sekarang sudah sampai rumah," Jawab Meyka.



"Oh, kalau begitu saya ke rumahnya sekarang deh. Terus kamu pulangnya bagaimana?"



"Hem..., kak Dante mau jemput Meyka, jadi Kak Iqbal cepat ke rumah Shelvia saja. Sepertinya dia sangat merindukan Kakak."



"Hem, assalamu'alaikum."

__ADS_1



"Wa'alaikumsalam," Cepat Iqbal melangkah dan pergi meninggalkan Meyka.



"Begitu besar cinta mereka, semoga saja kelak aku juga bisa mendapatkan cinta yang tulus sama seperti Shelvia juga Aisyah," gumamnya.



"Assalamu'alaikum," suara lembut itu seketika mengalihkan mata Meyka dan cepat menoleh.



Meyka tersenyum malu, baru saja di bicarakan orangnya sudah nongol begitu saja dengan senyum yang begitu manis. Bahkan juga menyodorkan bunga mawar merah kepada Meyka.



"Wa'alaikumsalam, Kak Dante," Meyka terlihat malu saat ini. Apalagi melihat bunga mawar merah di tangannya.



"Bunga mawar merah tanda cinta, apakah kamu tidak akan menerima cintaku? aku susah-susah petik sendiri loh dari tanamannya, nih lihat! tanganku luka karena durinya. Tapi ini aman kok, aku tidak mau kamu sampai terluka sama seperti ku. Aku ingin kamu menerimanya setelah bersih dari apapun," ucap Dante.



Wajah Meyka memanas karena perkataan Dante, pinter banget dia gombalnya.



"Te-terima kasih," di terimanya oleh Meyka dengan sangat gugup dan tak berani memandangi Dante lagi.



"Alhamdulillah, cintaku di terima. Semoga bukan hanya di terima tapi juga di balas. Pulang sekarang?"



"Hem.."

__ADS_1



Bersambung...


__ADS_2