
Happy Reading..
____
Tekat Rico untuk bertemu dengan Aisyah sangat besar, setelah semuanya aman dia kembali keluar dari kamarnya dan kali ini dia sama sekali tidak melepaskan infusnya.
"Aku harus menemui Aisyah dan menjelaskan semua padanya?" gumam Rico yang tetap bersikukuh.
Rico berjalan dengan semangat meski dia sedikit kesusahan, dia berhenti tepat di depan ruangan Aisyah. Kali ini tujuannya tidak boleh gagal lagi, dia harus secepatnya bertemu dengan Aisyah.
Rico segera mendorong pintu dia sudah tak sabar bertemu dengan Aisyah, yang jelas dia sangat rindukan, "Assalamu'alaikum, Ais..yah... " Matanya mengedar sempurna, tak ada siapapun di sana hanya satu perawat saja yang tengah membereskan tempat itu.
"Sus, di mana pasien yang ada di sini?" tanya Rico.
Perawat itu seketika menoleh ke arah Rico, "Pasien di sini baru saja pulang," jawabnya.
Tubuh Rico seketika menjadi lemas, gagal sudah untuk bisa bertemu dengan Aisyah dan menjelaskan semuanya, "Astaghfirullah hal 'azim.., ada apa lagi ini?" Gumamnya.
Rico berjalan keluar dengan tak semangat, keinginan untuk bisa bertemu dengan Aisyah telah gagal untuk hari ini, "Aku tidak boleh menyerah, aku harus bisa bertemu dengan Aisyah secepatnya, kalau tidak aku akan terlambat."
___
Aisyah sudah tak lagi bisa menolak apa yang Rayyan katakan padanya, meskipun keputusan itu tidak dia inginkan namun kali ini dia sudah pasrah, dia tak bisa melakukan apapun lagi.
"Pernikahan akan di percepat, dua haru lagi Aisyah juga Farel sudah harus menikah," ucap Rayyan.
"Terserah Papa," Aisyah beranjak dari duduknya dia pergi ke kamarnya sendiri dengan wajah yang benar-benar mengisyaratkan lelah.
Ya, Aisyah sangat lelah dengan keadaan ini, dia tak bisa melakukan apapun lagi sekarang, "𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘪𝘬𝘩𝘭𝘢𝘴, 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘪𝘬𝘩𝘭𝘢𝘴. "
"Akhirnya Aisyah setuju untuk menikah dengan Farel. Ma, kita harus mulai mempersiapkan segalanya." Ucap Rayyan.
"Tapi, Pa? Apa tidak terlalu cepat? " Tanya Keisha yang sangat khawatir.
"Tidak, Ma," Jawab Rayyan kekeuh.
Meskipun dalam waktu yang singkat dan terbilang mendadak semua sudah mulai di persiapkan, Rayyan sendiri yang akan memastikan supaya acara pernikahan Aisyah dan Farel akan berjalan dengan lancar dan tak ada halangan apapun lagi.
Meskipun begitu tapi ada rasa was-was juga di hati Rayyan, bagaimana jika kejadian yang sudah-sudah setiap diadakan acara pernikahan itu akan kembali terjadi? Bagaikan kalau sampai terjadi tragedi yang tidak di inginkan seperti sebelumnya.
__ADS_1
Rayyan benar-benar mempersiapkan segalanya dengan baik, bukan hanya peralatan yang aman namun dia juga memerintahkan beberapa orang untuk berjaga dua puluh empat jam di tempat itu.
"𝘒𝘦𝘫𝘢𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘳𝘶𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘥𝘪 𝘢𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪, 𝘥𝘪𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳, " Batin Rayyan.
___
Kenapa rasanya sungguh susah untuk bisa bertemu dengan Aisyah, baru saja Rico keluar dari rumah sakit dan ingin ke rumah Aisyah dia harus bertemu dengan Felisha di sana, yang jelas Feli pasti akan menghentikannya.
"Kak Rico! " Pekik Felisha tak percaya, kedatangannya ke rumah sakit hanya untuk menengok temannya dan tak mengira kalau dia malah bertemu dengan Rico.
"Felisha," Rico pun terkejut, kenapa bisa secepat ini bertemu dengan Felisha, kenapa tidak dengan Aisyah.
"Kak Rico darimana saja, semua orang bingung mencari kak Rico! Apa kakak tidak merindukan kami semua," ujar Felisha begitu banyak.
"Saya, saya hanya pergi sebentar Feli. Kenapa? Apakah kalian merindukanku?" tanyanya.
"Jelaslah, apalagi Feli, Feli sangat merindukan kakak." Jawab Felisha jujur.
"Tapi maaf Feli, aku sedang buru-buru aku harus bertemu dengan seseorang."
"Siapa? "
"Apakah Aisyah? Kenapa harus Aisyah, Kak! Sebentar lagi Aisyah akan menikah kakak harus melepaskannya!"
"Karena itulah aku harus bertemu dengannya."
"Kenapa harus Aisyah, Kak!"
"Kenapa? Apa masalahmu?"
"Aku...? Karena aku mencintaimu,Kak! Aku lebih dari Aisyah, jika pakaian yang Kak Rico permasalahkan Felisha akan berubah, Feli akan berubah seperti Aisyah. Tapi Feli mohon terima Feli, Kak! "
Rico terkejut dengan perkataan Felisha yang begitu jujur, tapi bukan hanya masalah pakaian yang menjadi masalah Rico menyukai Aisyah bukan karena pakaiannya.
"Ini bukan masalah pakaian, Feli. Tapi ini masalah hati! Cinta tidak bisa di paksakan Fel!"
Rico tetap kekeuh untuk menaiki motornya, namun lagi-lagi Felisha menghentikannya, "Oke! Oke, tidak masalah kalau kak Rico tidak peduli dengan Feli, tapi apa kak Rico tidak peduli dengan orang tua, kakak! Om juga Tante di usir dari rumah, kenapa kak Rico melakukan semua itu pada mereka? Apa kakak tidak memikirkan mereka! "
Rico terbelalak, karena fokus ingin bertemu dengan gadisnya dia lupa dengan orang tuanya, "Di mana mereka sekarang? "
__ADS_1
"Mereka ada di Resto Nusantara," Jawab Felisha.
Tanpa pikir lagi Rico langsung naik ke motornya dan bergegas pergi ke Resto Nusantara.
"Kak Rico! " teriak Felisha namun tak mendapatkan jawaban apapun lagi.
"Rico? Apa kamu bertemu dengan Rico? " Seketika Felisha menoleh dan melihat Farel ada di sana.
____
Rico terus berlari setelah sampai di Resto Nusantara, meskipun kakinya sakit namun dia ingin secepatnya bertemu dengan kedua orang tuanya dan meminta maaf.
"Bos! Astaga, darimana saja kamu, Bos! " Dante yang melihat Rico langsung menghadangnya dan berhasil menghentikan langkah Rico.
"Akhirnya kamu pulang juga, Bos. Kau sungguh keterlaluan karena pergi tanpa pamit dan sama sekali tak memberi kabar pada siapapun. Kau membuatku menjadi seorang janda, Bos,"
"Di mana Ayah dan Bunda? " Tanya Rico yang tidak mau bercanda saat ini.
"Kenapa, Bos. Apa kamu tidak merindukan istrimu ini!"
"Aku tidak bercanda, Dan! Di mana Ayah dan Bunda! " Bentak Rico.
"Astaga bos, pulang-pulang langsung marah-marah seperti ini? Kesambet apaan, Bos, " ucap Dante.
"Di mana Ayah dan Bunda! " Rico semakin geram.
"Rico! " Rico menoleh dan langsung melihat Sumarno yang berdiri di sana, "Kamu darimana saya, Nak? "
Kerinduan begitu besar dari seorang ayah yang tak melihat anaknya dalam beberapa hari ini, Sumarno berjalan mendekat begitu juga dengan Rico.
"Ayah," Rico meraih tangan Sumarno mengecup punggung tangannya sebentar. Rico kembali berdiri dengan tegak lalu dia memeluk erat Sumarno yang sudah meneteskan air mata.
"Maafkan Rico, Yah. Rico tidak bermaksud untuk menyusahkan Ayah dan Bunda, " Menyesal memang akan datang belakangan, tapi mau bagaimana lagi seenggaknya Rico bisa mendapatkan banyak pembelajaran dari semua yang dia lakukan.
"Dasar anak nakal." Ucap Sumarno namun kedua tangannya langsung membalas pelukan dari Rico.
___
Bersambung...
__ADS_1
______