Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
189. Arkan Dan Arkana


__ADS_3



Kepanikan juga rasa gelisah masih terus berlanjut untuk Rico meski sudah berada di rumah sakit. Lebih tepatnya di ruang persalinan.



Jelas, di tempat itu adalah tempat yang paling menegangkan bagi siapapun apalagi bagi para suami-suami yang menemani istrinya menjalani persalinan.



Rasa sakit yang di rasakan sang istri pastilah sangat kuat di rasakan oleh suami juga. Rasanya ikut tersayat-sayat akan rasa sakitnya.



Ketika Aisyah meringis karena kontraksi Rico juga ikut menyipitkan matanya. Bahkan juga begitu banyak kerutan yang terletak jelas di keningnya.



Hatinya terus berdzikir begitu juga dengan mulutnya yang juga menuntun Aisyah untuk melakukan hal yang sama. Tangannya terus mengelus pipi Aisyah juga satu tangannya menjadi pegangan Aisyah untuk menjadi penguatnya.



"Akk!" Rico memejamkan mata saat Aisyah juga memejamkan mata dengan meringis saat kontraksi semakin sering dan terlihat semakin menyakitkan.



Rico terus beristighfar juga terus menyerukan dzikir-dzikir yang dia bisa.



Arahan demi arahan oleh dokter Aisyah lakukan dia sangat yakin dengan itu akan mempermudah jalannya persalinan ini. Jadi dia ikut saja.



Hingga pada akhirnya suara tangis bayi menggema keras di ruangan itu. Aisyah juga Rico sama-sama menyerukan syukur pada Sang Pemilik Kehidupan tapi juga bersamaan dengan tangis yang keluar.



Berkali-kali Aisyah mendapatkan kecupan dari Rico, dia sangat bahagia karena akhirnya hidupnya benar-benar di sempurnakan oleh Aisyah dengan menghadirkan buah hati di antara mereka berdua.



Baru beberapa saat tenang Aisyah merasakan sakit lagi pada perutnya.



"Loh!" Rico nampak bingung. Pasalnya dia tidak tau kalau ternyata ada dia bayi di dalam kandungan Aisyah. Aisyah yang dengan pintar menyembunyikannya.



"Yang, ada apa ini? Dok?" Rico begitu takut doa kembali panik.



Aisyah tidak menanggapi dia lebih fokus dengan kelahiran anak keduanya. Sementara sang dokter hanya tersenyum sementara salah satu perawat meminta Rico untuk tetap tenang.

__ADS_1



Kenapa Rico bisa tidak tau?



Tumben, biasanya dia akan tau segalanya tapi kenapa kali ini tidak? Aneh.



Kembali suara tangis bayi yang kedua mereka dengar lagi dan kini tangis dia bayi bersahut-sahutan begitu menggema di ruangan itu.



Rico masih terdiam, dia seolah syok dengan semua ini. Pintar sekali Aisyah menyembunyikan semuanya. Bagaimana bisa, padahal Rico selalu ikut saat pemeriksaan.



"Bang, kok malah bengong?" Ucap Aisyah yang kini rasa sakit itu sudah hilang.



"A\_anak kita kembar? Dua?" Rico masih saja gak percaya padahal itu adalah nyata.



"Hem, anak kita kembar," Aisyah tersenyum di sisa-sisa peluh yang masih terus keluar juga nafas yang masih dia usahakan untuk kembali normal.




"Kejutan," Ucap Aisyah lagi. Sesekali matanya terpejam dengan bibit yang mengeluarkan kata.



~~~~~~\*\*~~~~~~



Suara azan Rico kumandangkan di telinga kedua anaknya bergantian. Begitu juga dengan iqamah yang tak ketinggalan.



Dua bayi yang sangat menggemaskan yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Alhamdulillah, benar-benar sempurna hidup Rico sekarang.



Semua keluarga masuk ke ruang perawatan Aisyah, melihat bayi-bayi mungil yang sudah selesai mendapatkan azan dari sang ayah tentu juga dengan doa yang Rico bisa.



Bukan hanya Rico juga Aisyah yang bahagia, tapi semua keluarga ikut bahagia. Semua mengucapkan selamat satu persatu secara bergantian dan menyapa si kecil yang sangat menggemaskan.



Dua bocah balita juga terlihat begitu antusias, mereka adalah Alvaro juga Alvino anak dari Akhsan juga Ikhsan yang juga benar-benar mirip seperti anak kembar. Namanya hampir sama wajahnya pun juga begitu mirip padahal usia keduanya berbeda hampir dari tahun. Hanya tingginya saja yang tak sama.

__ADS_1



"Abi abi, Al mau lihat dedek," Katanya.



"Al juga mau, Abi," Alvino menyerobot tak sabar.



Ke antusiasan mereka berdua membuat semua orang tersenyum karena gemas. Selalu saja kedua bocah itu akan saling berebut kalau sedang bersama. Entah apapun pasti akan di perebutkan semoga saja kelak kalau udah dewasa tidak memperebutkan satu cewek. Bahaya kan?



"Ric, udah siapkan nama untuk mereka?" Tanya Akhsan.



"Sudah, Bang." Jawab Rico. Meski namamu mendadak tapi tetap bisa. Padahal awalnya hanya satu nama saja yang di siapkan tapi karena ada dua Rico harus mencari lagi.



"Arkan dan Arkana."



~~~~~~"~~~~~~~



END...



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...



Terima kasih untuk penggemar bang Rico juga mbak Aisyah.



Terima kasih atas segala dukungan yang seperti apapun... Terimakasih..


😘😘😘😘



Salam hangat, salam manis untuk semua reader's...



🤗🤗🤗🤗🤗🤗



Semoga kita bertemu lagi di karya-karya Author selanjutnya 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2