Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
33.Jangan lupakan janjimu


__ADS_3

_____


Happy Reading


Reader tercinta Semoga selalu senang dan selalu suka. Berharap Bisa menghibur kalian semua..


Muach...


____________


Mata Rico masih saja terjaga, dia sama sekali belum merasakan ngantuk sama sekali, padahal malam sudah sangat larut. Tak ada yang bisa Rico lakukan dan dia kerjakan, seandainya di rumah dia bisa mengerjakan sesuatu yang lebih berfaedah jika dia tak bisa tidur, tapi sekarang? dia ada di rumah sakit dan tak bisa melakukan apapun.


Rico hanya bisa mengambil ponsel dan terus mainkan game hingga dia merasa bosan sendiri, dia bukanlah penggila game jadi dia akan mudah bosan dan merasa jenuh.


" Besok aku harus bisa pulang, aku tak bisa berlama-lama disini. Ini akan membuat ku stress. "'gumamnya.


Rico menaruh ponselnya di atas nakas, membaringkan tubuhnya dan berusaha untuk bisa tidur. Namun sepertinya Rico tak akan bisa semudah itu untuk bisa tidur, dia hanya bisa pura-pura memejamkan matanya tapi tidak dengan otak dan hatinya yang terus berkelana.


" Ini kenapa sih? tidak seperti biasa, biasanya aku akan sangat mudah ngorok, lah sekarang? ini sungguh terlalu. " cicitnya dengan sangat kesal pada dirinya sendiri.


Rico terus komat-kamit tak jelas, dia hanya marah tapi masak iya dia marah sama dirinya sendiri, itu seakan tidak etis dan malah seperti orang tidak waras kalau sampai ada yang mendengarnya.


Rico mulai berusaha lagi untuk memejamkan matanya, tapi belum juga berhasil menjemput dunia mimpinya, dia kedatangan tamu yang tak di duga-duga dan tidak diharapkan akan kehadirannya.


" Rico. " sapa seseorang.

__ADS_1


Rico mengerutkan keningnya sebelum dia membuka matanya.Mendengar dengan seksama siapa pemilik dari suara itu. Suara itu sangatlah tidak asing baginya. " Kenapa suaranya begitu familiar?. " gumamnya. Tapi Rico masih antara percaya dan tidak, ini sudah sangat larut malam mana mungkin akan ada tamu yang menjenguknya malam-malam begini.


" Rico. " panggilnya lagi.


Mata Rico melebar dengan terang saat bola matanya menangkap sosok yang sudah sangat lama sekali tak hadir kepadanya. Rico terpejam sejenak mengeluarkan nafas panjang dengan penuh kesabaran.


Sosok itu kembali datang karena sepertinya ingin menagih janji Rico yang tadi siang sempat ingin dia lepaskan.


" Ada apa Tuan? bukannya tuan sudah tenang kenapa harus kembali lagi?. " tanya Rico heran, meskipun dia sendiri tau kalau sosok itu tidak akan datang kalau tidak ada urusan dengan janji yang sempat di ucapkan dulu.


" Apakah kau melupakan janjimu, Rico.? " tanya balik sosok itu. Sosok laki-laki yang kini terlihat lebih tampan dan lebih muda, dengan setelan baju berwarna putih dan tubuh yang memancarkan cahaya. Sosok itu adalah Tuan Fahmi. Opa dari Aisyah yang telah berpulang lima tahun yang lalu.


Entah ini adalah sebagai beban atau sebuah nikmat yang harus Rico terima, tapi meskipun tanpa diminta pun Rico tetap akan melindungi gadisnya meskipun bagaimana caranya. Keselamatan dia lebih penting daripada keselamatannya sendiri jadi tak akan mungkin Rico bisa lupa akan hal itu.


Fahmi kembali datang mungkin karena ucapan dari Rico yang tadi dia lontarkan pada Rayyan, sebenarnya itu bukanlah hal yang sebenarnya, Rico mengatakan itu hanya karena dia ingin Rayyan mulai mengetahui akan permasalahan yang mulai di lakukan oleh anaknya, tapi sepertinya tak akan semudah itu Rayyan tau.


Janji yang sangat berat sebenarnya yang harus di pikul oleh Rico, bagaimana tidak? dia harus bisa menghentikan setiap bencana yang akan terjadi pada keluarga Aisyah dan terutama adalah Aisyah sendiri, gadis yang memang udah di serahin oleh Fahmi untuk di jaga oleh Rico sepenuhnya.


Mungkin itulah awal mula ikatan mereka begitu kuat dan akhirnya mereka akan saling membutuhkan satu sama lainnya. Aisyah yang sedikit keras kepala dan dengan semua pekerjaan yang dia geluti, dan dengan Rico yang bisa mengetahui apapun sebelum semuanya terjadi dan semua hal mistis yang bisa dilihat dari mata batinnya. Semua itu akan saling melengkapi di antara mereka berdua.


" Aku berharap kau memang tidak melupakannya, Rico. Karena aku akan datang di setiap kamu mulai melupakan janji yang sudah kamu sepakati. " ucap Fahmi.


"Tuan tenang saja, aku pasti akan memenuhi janji itu. " jawab Rico dengan sangat yakin.


Fahmi terlihat menarik senyum hingga akhirnya dia perlahan mulai menghilang dari pandangan Rico. Rico menghela nafas, apa yang dia katakan adalah sebuah peringatan untuk Rayyan supaya lebih berhati-hati bagaimana mungkin semua uti malah membuat Fahmi bangun kembali dari jiwa tenang nya.

__ADS_1


" Maafkan aku Tuan. " ucapnya menyesal.


__________


Aisyah berjalan masuk ke sebuah bangunan besar dengan aura dingin, di ikuti oleh Jon di belakangnya dia terus melangkah menuju salah satu ruangan yang kini menjadi pusat tujuannya.


Ya, Ruangan pembuatan senjata yang sampai malam begini masih begitu banyak orang yang bekerja di sana. Aisyah mulai mengamati setiap langkah deni langkah pembuatan senjata itu, semua harus di pastikan dengan baik dan tak ada kesalahan sedikitpun.


" Ingat, jangan sampai kalian melakukan kesalahan! atau kalau tidak kalian tak akan mendapatkan satu sen pun uang untuk kalian makan!. " ucapnya dengan badan yang sangat dingin dan begitu menyeramkan.


Orang yang ada di sana semuanya sudah tau akan hal itu, mungkin di luar sana gadis ini bisa lemah lembut tutur katanya tapi tidak jika sudah masuk di tempat ini. Aisyah benar-benar bisa menyesuaikan tempat dengan sangat baik, bahkan tak terlihat ada cacat sedikitpun. Itu sebabnya dia sangat di segani sebagai ketua di organisasinya.


" Baik Ketua!. " jawab mereka semua bersamaan.


Pekerjaan yang berat pastilah akan menghasilkan pundi-pundi uang yang juga sangat besar untuk semuanya, bukan itu saja tapi pengabdian mereka yang sudah mendarah daging pada gadis yang kini berjalan memutar melihat pekerjaan mereka.


" Pak Jon, beritahu saya jika sewaktu-waktu mereka mengalami masalah, di sini kita bukan hanya partner tapi kita juga saudara, jika salah satu di antara kita ada yang terkena masalah kita harus ikut turun tangan untuk menyelesaikannya. " ucap Aisyah yang seketika di angguki oleh Jon.


" Baik, Nona. " jawab Jon patuh sembari mengangguk dan menunduk hormat.


"Bagus, jangan sampai terjadi masalah besar karena pak Jon lalai akan hal itu. Ingat baik-baik. " tukas Aisyah.


" Tidak akan, Nona. Saya akan menjalankan semuanya dengan baik dan benar. " jawab Jon. Jon adalah orang yang sangat tertib dan juga sangat teliti dia tidak akan mungkin melakukan kesalahan meski itu hanya secuil saja.


_______

__ADS_1


Bersambung..


_______________


__ADS_2