Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
123. Kemarahan Felisha


__ADS_3

Happy Reading...


_____


Mendengar pernikahan Rico juga Aisyah membuat Felisha terpukul hatinya, harapannya kini telah sirna mimpinya telah pupus, dia tak bisa mendapatkan kesempatan lagi untuk bisa memiliki Rico sang pujaan hati.


Malam yang begitu dingin, tepatnya hampir tengah malam Felisha berada di jalan raya seorang diri, niatnya tadi ingin memastikan tentang kabar pernikahan Rico juga Aisyah, dan setelah semuanya sudah pasti dia tak mampu untuk melihat dan masuk ke tempat terlaksananya acara.


Felisha berjalan perlahan, air matanya terus mengalir hatinya sangat sakit karena patah hati. Sepatu tinggi yang tadinya dia kenakan sekarang sudah entah di mana karena dia tinggalkan.


"Kenapa aku selalu sial, Deddy masuk penjara, aku di rumah sendiri dan harus melakukan apapun sendiri, dan sekarang? sekarang kak Rico menikah dengan Aisyah, apakah alu memang tak pantas untuk bahagia. "


"Apa kesalahanku, kenapa kak Rico juga lebihh memilih Aisyah dari pada aku! emang kurang apa sih aku? aku lebih segalanya dari dirinya, tapi kenapa.. Kenapaaa!! Argghhh!! " teriak Felisha begitu frustasi.


"Aku tau Deddy melakukan kesalahan, tapi itu kan Deddy bukan Feli, kenapa kak Rico tidak mempertimbangkan itu... Kak Ricoooo!!! "


"Argghhh!! "


Teriak Felisha berulang-ulang, cintanya begitu besar meski dia tau kalau Rico tidak menyukainya tapi dia tetap saja berusaha mendekatinya dan ingin mendapatkannya.


Tapi urusan hati tidak bisa di paksakan, bukan? sebesar apapun kita mencintai seseorang belum tentu juga dia akan membalasnya dan memiliki perasaan yang sama.


"Kak Rico jahat!! Kak Rico kejam terhadap Feli, Felisha benci Kak Rico..., Haaaa!! "


Sungguh susah menerima kenyataan bahwa orang yang dia cintai kini sudah menjadi milik orang lain. Meski dia tak menyaksikan langsung terjadinya acara tapi Felisha mendengarnya dengan jelas saat Rico mengikrarkan ijab qobul.


Jalan yang begitu sepi, malam yang begitu gelap tidak membuat Felisha merasa takut sama sekali, dia benar-benar telah terbutakan oleh cinta hingga dia tak menyadari segalanya.


Di sebuah pos tua begitu banyak laki-laki yang tengah main kartu, asyik merokok juga sesekali meraka meneguk minuman alkohol yang menjadi teman malam mereka.


"Wihh..., ada cewek cakep tuh," ucap salah satu satu mereka yang lebih dahulu menoleh dan melihat Felisha yang berjalan semakin dekat.


"Jangan ngawur kalau ngomong, mana ada cewek malam-malam begini? bukannya cewek cakep tapi malah mbak kunti yang lewat, hahaha!" Teman satunya bahkan tak percaya jika benar-benar ada cewek yang tengah patah hati dan berjalan seorang diri di tempat sepi.


Laki-laki yang pertama langsung menyapit dagu temannya dan menolehkan paksa wajah itu, "Noh! Sekarang percaya kan? apa gue bilang, ada cewek cakep yang sedang kesepian,"


Mata keduanya langsung terang benderang, kapan lagi mereka melihat cewek cakep di malam-malam begini. Apalagi dia terlihat seksi karena baju yang Felisha kenakan memang sangat terbuka. Gaun pink di atas lutut, tanpa lengan juga begitu ketat di tubuhnya menambah kesan bahenol dengan lekukan tubuh yang membuat mata nakal langsung menyala.


"Mangsa enak nih, yuk samperin!" ajak orang yang sempat tidak percaya tadi.


Dua orang langsung menaruh kartunya beranjak dan mendekat Felisha, sementara tiga orang lagu masih tetap tinggal karena mereka tak berminat sama sekali.

__ADS_1


"Halo cantik, sendirian aja main sama Aak yuk," Ajaknya.


"Saya tidak butuh! " jawab Felisha dengan ketus dan langsung kembali berjalan.


"Eh eh...! Jangan buru-buru pergi dong cantik. Kita senang-senang dulu." Kedua orang itu terus menghalangi setiap langkah Felisha mereka tidak akan membiarkan Felisha pergi sebelum mereka mendapatkan apa yang dia mau tentunya.


"Pergi, jangan ganggu saya! " Bentak Felisha namun malah membuat kedua laki-laki itu terkekeh.


"Pergi! Jangan halangi saya!" Felisha terus berusaha pergi namun mereka tetap kekeuh tak mau membiarkan itu.


Bukan hanya Felisha saja yang kecewa akan pernikahan Rico juga Aisyah tapi ada Farel juga yang kini memutuskan untuk pulang ke rumahnya dan menenangkan diri atau bisa di bilang menata hati.


Meskipun kecewa tapi Farel tetap berbesar hati dia sadar kalau keputusan yang dia ambil adalah benar, dia tidak akan bahagia jika menikah dengan Aisyah karena hati Aisyah tetap untuk Rico saja.


Dengan mobilnya Farel menempuh perjalanan untuk bisa mengantarkan ke rumahnya sendiri, Marco yang menawari untuk Farel ke rumahnya tidak di indahkan oleh Farel. Dia ingin menyendiri sejenak dan berusaha untuk ikhlas.


"Keputusanmu sudah benar, Farel. Keputusanmu sudah benar," gumamnya dan terus menyetir mobilnya sendiri.


Sampai di sebuah pertigaan Farel melihat cewek yang sedang di ganggu oleh dua orang laki-laki, Farel yang berniat untuk belok harus mengurungkan niatnya karena dia tak bisa membiarkan keburukan terjadi pada wanita itu meskipun dia tidak mengenalnya.


Mobil Farel berhenti saat jaraknya sudah dekat, dia langsung turun untuk menolong wanita itu. Lagian apa sih yang dipikirkan wanita itu? bisa-bisanya dia berkeliaran di tengah malam seperti sekarang dan juga mengenakan pakaian yang sangat terbuka, pantas saja mata-mata jahat langsung menginginkannya.


"Felisha?" Pelik Farel setengah tak percaya, apalagi yang di lakukan gadis itu, kebodohan apalagi yang membuatnya berada dalam masalah yang seperti ini lagi.


"Kak Farel?" Tatapan Felisha bukan memelas karena ingin minta tolong, melainkan dia sangat kesal dengan Farel.


"Jangan campuri urusan Felisha, Kak! Lebih baik kakak pergi! Felisha nggak mau melihat kak Farel! " Teriak Felisha keras.


Farel mengernyit bingung, apa kesalahannya sampai-sampai Felisha terlihat marah padanya dan tak mau mendapatkan bantuan darinya, "kenapa, Fel!? " tanya Farel bingung.


"Pergilah anak muda, sepertinya kekasihmu ini sedang marah padamu. Biarkan dia di sini dan kami akan menghiburnya," ujar laki-laki yang mengganggu Felisha.


"Ayo sayang, kamu ikut kami saja." Salah satu laki-laki itu langsung menarik pergelangan tangan Felisha, meskipun Felisha tak mau di tolong oleh Farel bukan berarti dia juga mau pergi dengan laki-laki yang tak jelas itu.


Cepat-cepat Felisha mengibaskan tangannya dan berhasil membuatnya terlepas dari laki-laki itu, "Jangan sentuh saya!" Teriak Felisha.


Namun itu tak membuat laki-laki itu pantang arah, mereka kembali memaksa Felisha untuk pergi dari sana, "Ayo ikut! "


Kejahatan yang ada di depan mata pastinya tak membuat Farel diam saja, meskipun Felisha tak menginginkan bantuannya tapi dia tak mau sampai terjadi sesuatu pada Felisha.


"Lepaskan dia!" Teriak Farel.

__ADS_1


"Hahaha..., tidak usah ikut campur, kekasihmu tidak mau pergi sama kamu, lebih baik kamu pergi! "Ucapnya.


" Lepaskan! " Bentak Farel.


"Weh nyolot nih orang, belum pernah di hajar nih sepertinya. Hajar bro!ll"


Kedua orang itu langsung berusaha menghajar Farel, namun dia terus bisa menghalaunya.


Di saat kedua laki-laki itu berhasil terjengkang Farel langsung menarik Felisha dan membawanya ke mobil, "Masuk Fel! " pintanya sembari menoleh karena sepertinya ketiga orang yang tadi diam saja kini sudah mendekat.


"Tidak mau! Felisha tidak mau ikut dengan kak Farel! " Tolak Felisha.


"Masuk Felisha, masuk! " Sentak Farel dan akhirnya Felisha langsung masuk dengan wajah yang kesal.


Farel pun bergegas untuk pergi dari sana membawa Felisha, ketiga orang itu ingin mengejar tapi tidak akan bisalah.


"Apa yang kamu lakukan, Fel! Apa kamu memang mau orang-orang itu melecehkan mu, iya!? " nada Farel tinggi, dia masih tak habis pikir dengan jalan pikiran Felisha.


"Kenapa kak Farel peduli, seharusnya Kak Farel tidak usah peduli dengan Felisha! Felisha benci pada Kak Farel, Felisha benci! " Teriak Felisha keras.


"Apa salahku?" Farel mengernyit sepertinya dia tidak membuat masalah dengan Felisha tapi kenapa dia membencinya.


"Apa kak Farel tidak sadar dengan kesalahan kakak! Kenapa kakak membiarkan Kak Rico menikah dengan Aisyah! Kak Rico seharusnya menjadi milik Feli, bukan Aisyah! " Sungut Felisha.


Farel tau sekarang, kenapa Felisha begitu membencinya, karena Farel yang menyerahkan Aisyah pada Rico dan membuat mereka menikah dan itu tidak di sukai oleh Felisha karena dia menyukai Rico.


"Hufff..., mereka memang sudah di takdirkan bersama Fel, dan kita tidak bisa mencegahnya," Jawab Farel.


"Mereka tidak akan bersama kalau kak Farel yang menikahi Aisyah! semua ini salah kak Farel, aku benci pada kak Farel, aku benci!! "


Felisha begitu membenci Farel, bahkan dia tak lagi menoleh ke arahnya.


"Di mana rumahmu?" Tanya Farel yang berniat untuk mengantarkan Felisha pulang.


"Felisha nggak mau pulang! Turunkan saja Feli di sini. " Jawab Felisha namun tak mau menoleh sedikitpun dan malah memandang luar.


Farel berhenti, dia tanya baik-baik pada Felisha namun tetap saja tidak di jawab. Farel bingung dia tak mungkin tega menurunkan Felisha di tempat itu, itu sangat berbahaya.


Farel tampak terus berfikir hingga akhirnya Farel dengan ragu-ragu membawa Felisha pulang ke rumahnya, Farel yakin tidak akan ada masalah karena di rumah ada pembantu juga ada suaminya juga. Jadi mereka tidak akan berdua saja.


___

__ADS_1


Bersambung..


______


__ADS_2