
_____
Happy Reading...
___________________
Aisyah melangkah dengan buru-buru untuk sampai ke kelas, kelas hampir dimulai tapi dia belum juga sampai.
Seperti biasa dia akan berjalan sendiri ke arah kelasnya ya, karena dia memang hanya sendiri dalam mengambil jurusan itu.
" Aku nggak boleh telat. " Ujarnya dan terus melangkah dan semakin menambah laju kakinya semakin cepat.
Di sekitar tempat itu memang tak terlalu sepi karena masih ada banyak mahasiswa yang lalu lalang, menunggu jam kelas mereka yang belum tiba.
Langkah yang begitu cepat membuat Aisyah sama sekali tak hati-hati dan membuatnya harus berujung dengan kakinya tergelincir.
" Akk... " Teriak Aisyah.
Buku-buku dan semua kertas terbang berhamburan, tangannya melayang mengudara begitu tinggi, mulut menganga dan matanya menatap langit-langit.
𝘉𝘳𝘶𝘬𝘬𝘬....
Aisyah langsung menutup matanya dengan cepat. " Aww... " Sontak Aisyah mengeluh.
Namun itu tak berlangsung lama karena punggungnya sama sekali tidak merasa sakit karena terbentur dengan lantai.
Aisyah membuka matanya pelan dan akhirnya dia tau alasan sebenarnya, karena terdapat tangan kekar yang melingkar tepat di tubuh atasnya. Mata dua insan itu saling bertemu, netra coklat saling bertabrakan satu sama lain dengan begitu jelas.
Mata yang beberapa hari ini tidak bertemu dan saling merindukan kini telah ada di depan matanya, wajahnya terlihat memancarkan kebahagiaan dengan pertemuan ini.
Sejenak tatapan keduanya terus bertemu dengan mulut yang kelu tak mampu untuk saling mengungkapkan apapun.
" Bang Rico. " Ucap Aisyah begitu lirih. Ya, orang itu adalah Rico, yang lagi-lagi telah menyelamatkannya.
" Hem.. " Rico tersenyum begitu manis namun dia belum juga melepaskan tangannya dari tubuh Aisyah.
Kedua jantung mereka saling berlomba, berdetak dengan cepat dan saling beradu suara, menjadi sebuah seruan melodi cinta yang begitu indah.
𝘋𝘦𝘨... 𝘋𝘦𝘨... 𝘋𝘦𝘨....
" Bang Rico. " Panggil Aisyah dan berhasil membuyarkan lamunan Rico yang masih menikmati posisi yang sangat langka ini.
__ADS_1
Rico membantu Aisyah berdiri dengan tegak, dan setelah Aisyah berdiri dia melepaskannya. Keduanya saling tersenyum namun rasa canggung yang datang kepada keduanya. Sesekali keduanya saling lirik namun terkesan malu-malu, apalagi di tambah dengan pipi Aisyah yang sudah sangat bersemu merah.
" Biar aku bantu. " Rico berinisiatif mengambil buku-buku yang berserakan di lantai, dia berjongkok dan mulai mengambil satu persatu, semua itu dia lakukan demi menghilangkan atau menyembunyikan rasa gugup nya.
" Biar aku aja, Bang. " Aisyah pun menyusul berjongkok dan juga memulai mengambil satu persatu semuanya.
Keduanya saling berebut, mengambil dengan cepat. " Ma- maaf. Aku telah lancang." Ucap Rico.
" Maksudnya?. " Aisyah masih tak mengerti, Kelancangan apa yang membuat Rico harus minta maaf padanya.
" Aku telah menyentuhmu. " Ucap Rico seraya melirik kecil ke arah Aisyah yang kini terlihat bertambah malu.
𝘊𝘦𝘬.....
Tatapan keduanya kembali bertemu karena lagi-lagi Rico menyentuh Aisyah, dan kini dia menyentuh tangannya saat mereka berdua secara bersamaan mengambil buku yang terakhir.
𝘋𝘦𝘨... 𝘋𝘦𝘨... 𝘋𝘦𝘨...
" 𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘱𝘦𝘳𝘪𝘬𝘴𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨. 𝘔𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩. " Batin Rico.
𝘌𝘬𝘩𝘦𝘮... 𝘌𝘬𝘩𝘦𝘮...
" Hem. " Aisyah mengangguk kecil dan juga tersenyum tipis sebagai tanda dia telah memaafkannya.
Keduanya berdiri secara bersamaan dengan buku yang tadi ada di tangan Aisyah. Tatapan mata keduanya langsung tertuju pada pria tampan yang mengenakan hem abu-abu dan juga celana hitam.
" Pagi Pak Farel. " Sapa Rico yang begitu datar dan juga tenang meskipun tatapan Farel seakan menusuknya.
" Kak Farel. " Lirih Aisyah yang tak berani berkata lebih keras lagi, dia terus menunduk di belakang Rico dan terus memegangi sebagian buku-buku yang tadi jatuh.
" Aisyah, pergilah ke kelas jam kuliah mu sudah akan di mulai kan. " Seru Rico sembari membalikkan badannya. " Nih bukunya, lain kali kalau jalan hati-hati. " Imbuhnya.
" I- iya, Bang. Terima kasih sudah menolong Aisyah. Saya permisi, Assalamu'alaikum.. " Pamit Aisyah meninggalkan tempat itu setelah semua buku yang ada di tangan Rico sudah dia terima.
" Pak Rico, apakah anda lupa dengan semua peringatan Om Rayyan? Apakah anda benar-benar menentangnya?." Tanya Farel yang mulai memanas.
" Mana mungkin saya lupa, Pak Farel. Saya hanya menolongnya saja, kalau tidak mungkin tulang belakang nya akan patah karena terbentur lantai. " Jawab Rico dengan santai.
Farel sedikit mengernyit, namun hanya beberapa saat saja. " Kalau begitu, atas nama calon tunangan Aisyah saya ucapkan terima kasih karena telah menyelamatkannya, tapi saya benar-benar mohon Pak Rico jauhi Aisyah. "
Rico melangkah mendekat menepuk bahu Farel sembari melemparkan senyum. " Jangan terlalu mencemburui wanita yang belum pasti menjadi milik anda, Pak Farel. Jika kelak wanita itu ternyata menjadi milik orang lain akan sangat menyakitkan. " Sekali lagi Rico melempar senyum setelah itu dia mengucapkan salam untuk pergi dari sana
__ADS_1
" Assalamu'alaikum. "
Dengan santainya Rico pergi dari sana, mengantongi kedua tangannya dan berjalan masih dengan keadaan yang sedikit pincang.
" Wa'alaikumsalam." Farel membalik dengan cepat menatap punggung Rico yang semakin jauh.
" Saya sudah sangat yakin pak Rico, Aisyah akan menjadi milikku. Entah cepat atau lambat semua itu akan terjadi. Dan saat itu tiba siapa yang akan merasa sakit, saya atau anda. " Gumam Farel yang tetap kekeuh pada keyakinannya.
" Aku akan berjuang untuk mendapatkan seorang yang menjadi cinta pertama ku, bukankah Rosulullah juga pernah memperjuangkan cinta pertamanya?. Jadi saya rasa itu tak masalah. " Gumamnya lagi.
Perjuangan Rosulullah untuk mendapatkan cinta pertamanya ( Fakhitah) lah menjadi tauladannya meskipun akhirnya Rosulullah tak bisa memilikinya meskipun sudah dua kali melamarnya Rosulullah tetap berhubungan baik dengannya. Farel juga ingin seperti itu, namun dia berharap usahanya akan membuahkan hasil dan Aisyah bisa dia miliki seutuhnya.
Sedikit kisah tentang Rosulullah dan cinta pertamanya. ( Fakhitah adalah cinta pertama Nabi Muhammad SAW, namun tidak ditakdirkan untuk berjodoh oleh Allah SWT. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW menikah dengan Siti Khadijah. )
_______
𝘗𝘭𝘢𝘬𝘬....
" Astaghfirullah, kenapa aku jadi lupa menayangkan keadaan Bang Rico?. " Belum juga sampai di kelas Aisyah kembali berhenti dia menepuk keningnya sendiri karena kelalaiannya.
Semua itu terjadi karena dia terlalu gugup tadi saat bersama dengan Rico, jika tidak mungkin dia akan lebih fokus dan bisa mengetahui keadaan Rico sekarang.
" Aku akan bertanya nanti. " gumamnya.
Aisyah kembali melangkah dan kini dia benar masuk ke dalam kelas untuk mengikuti kuliah yang akan segerakan di mulai.
Aisyah duduk di bangkunya, dia menaruh buku-bukunya di atas meja kecil yang menyatu dengan tempat duduknya.
Aisyah tersenyum kecil dia menatap kosong ke arah depan dan ingatan nya berputar kembali dimana kejadian tadi berlangsung padanya dan juga Rico.
" Pagi-pagi udah senyum-senyum aja nih, kesemsem sama siapa?. " tanya salah satu teman sekelasnya.
" Tidak, bukan siapa-siapa. " jawab Aisyah yang berusaha mengelak.
" Oh.. "
_________
Bersambung....
_________________
__ADS_1