
___
Happy Reading....
__________________
" Itu Bos! Wanita sialan itu. Dialah yang berani ikut campur dengan urusan kita!." Ucap salah satu dari orang itu memberitahu.
" Woii.... Berhenti kamu... " Teriaknya dan Aisyah pun langsung menoleh dengan cepat.
Aisyah mengurungkan niatnya untuk membuka pintu mobil, dia lebih dulu menoleh ke arah para gerombolan yang datang karena dia berubah sangat penasaran.
Begini juga dengan Farel, dia yang sudah berhasil membuka pintu terpaksa menutupnya lagi setelah menaruh paper back yang ada di tangannya.
" 𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢? 𝘈𝘱𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘶𝘥 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩?. " Batin Farel.
Farel melihat Aisyah yang begitu tenang, tak ada sedikitpun semburat ketakutan yang datang di wajahnya. Tak seperti wanita-wanita pada umumnya yang berhadapan dengan para brandal yang begitu bengis.
Farel kembali memutar dan mendekati Aisyah, Farel berhenti tepat di samping Aisyah dan terus menara para brandal itu yang semakin mendekat.
" Mereka siapa? Apa kamu ada masalah dengan mereka?. " Tanya Farel bingung.
" Belum tau pastinya, tapi mungkin memang pernah. " Jawab Aisyah santai.
Brandal-brandal itu sudah ada di depan mata, jarak mereka begitu dekat namun Aisyah tetap saja tenang, tak seperti Farel yang sudah bergidik ngeri. Apalagi dengan orang-orang itu yang bertubuh kekar dan juga berotot? Menyeramkan.
Tubuh kekar, berotot, wajah bengis menakutkan, tatapan menusuk, semua kaki tangan di tato, rambut pada menjulang tinggi kayak tiang jemuran bagaimana tidak menakutkan? Semua pun kan takut, jika orang biasa pasti sudah lari terbirit-birit daripada mereka bonyok dan berakhir di UGD atau di kamar mayat.
Namun kenapa ketakutan itu sama sekali tak ada dua wajah wanita yang berhijab dan terlihat lemah lembut ini? Punya kemampuan apa sampai dia sama sekali rak mengeluarkan ekspresi lain selain ekspresi datar.
" Aisyah, sebaiknya kita pergi saja. Mereka pasti sangat berbahaya. " Ucap Farel.
" Pergilah kalau Kak Farel mau pergi. Ini adalah urusan ku. " Jawab Aisyah.
Para brandal itu tertawa mendengar keberanian Aisyah, mereka begitu banyak karena mereka ada tujuh orang, sedangkan Air hanya berdua saja dengan Farel yang sepertinya sudah ketakutan.
" Besar juga nyali mu, bocah! Tapi jangan panggil aku Frans jika aku tak bisa membuat mu bertekuk lutut padaku. Meskipun dari cerita yang aku dengar kamu sangat kuat, tapi kita lihat saja, siapa yang lebih kuat. " Ucap ketua brandal itu.
" Maaf tuan-tuan, sepertinya saya tidak pernah berurusan dengan kalian, tapi kenapa kalian mengganggu ku?. " Tanya Aisyah bingung.
Benar saja Aisyah bingung, selama dia pulang dia belum pernah berurusan dan menunjukkan keahliannya pada preman pasar yang melakukan pemalakan pada anak kecil saat itu. Itupun Aisyah melakukannya hanya dengan gerakan gerakan kecil, jadi bagaimana bisa itu di sebut kuat.
" Sepertinya kalian salah orang tuan-tuan. " Ucap Aisyah lagi.
" Tidak! Kami tidak akan pernah salah orang! Kamu adalah wanita yang telah menghajar anak buah ku saat di depan pasar beberapa hari yang lalu, dan karena itu kami semua harus kelaparan seharian.
" Ucapnya dengan kesal.Aisyah berfikir sejenak, kapan dia pernah menghajar orang. Seperti tak ada di waktu dekat ini, bahkan semua urusannya dia serahkan pada Jon, terus siapa.
" Halahh, jangan sok pura-pura linglung begitu. Kamu kan yang menghentikan anak buah ku untuk minta makanan pada anak kecil di depan pasar beberapa hari lalu!. " Ucapnya.
Ya, sekarang Aisyah ingat. Dia pernah menghajar beberapa orang saat mereka dengan tak punya hatinya mau merampas yang menjadi milik seorang anak kecil.
" Kalian bener tidak salah orang?, bagaimana mungkin cewek kecil lemah seperti saya bisa mengalahkan anak buah tuan! Yang pastinya sangat kuat, kan?. " Ucap Aisyah yang masih tak mau mengakuinya.
__ADS_1
" Bener juga sih, kalau di lihat bagaimana bisa cewek kecil itu bisa mengalahkan anak buah ku yang sudah terlatih?. " Gumam ketua brandal itu dengan bingung.
" Jangan percaya, Bos! Saya sendiri yang melihat dia menghajar teman kita. " Ucap orang yang tadi.
" Benar?."
" Ya elah, Bos. Masak saya bohong sih? Sejak kapan aku pernah berbohong!."
Lelah mendengar perdebatan antara bos dan anak buahnya itu Aisyah memutuskan untuk membuka pintu mobil, lebih baik pulang daripada melayani mereka.
" Kita pulang saja, Kak. Kita nggak ada urusan dengan mereka. " Ucap Aisyah.
" Hem. " Farel mengangguk dia hendak kembali berjalan memutari mobilnya.
Bos brandal yang melihat Aisyah dan Farel yang akan pergi tak tinggal diam begitu saja, dia berjalan mendekat, menahan bahu Aisyah supaya tak melanjutkan membuka pintu mobil.
" Jangan buru-buru, Nona. Kalau kamu memang tak mempunyai masalah dengan kita, kenapa kamu takut. " Ucapnya dengan santai.
Farel yang mendengar seketika kembali menoleh, matanya langsung menatap tak suka brandal itu yang dengan lancang menyentuh Aisyah. " Lepaskan dia!" Bentak Farel tak suka.
Aisyah hanya melirik kecil, dan melihat tangan yang masih bertengger manis yang begitu beraninya ada di atas bahunya. " Lepas. " Ucap Aisyah pelan.
" Lepaskan dia, Tuan! Kamu tidak ada urusan dengan kalian!. " Seru Farel.
Bos brandal itu tersenyum sinis, menatap getir Farel yang sudah mulai berani membentaknya. " Beri dia pelajaran. " Orang itu mengibaskan tangannya, memerintah para bawahannya untuk memberikan pelajaran pada Farel karena telah berani membentak nya.
Beberapa orang langsung maju, menghadang Farel yang hendak menyelamatkan Aisyah dari bos brandal itu. Pertengkaran pun mulai terjadi, meskipun tak begitu begitu menguasai ilmu persilatan tapi Farel bisa lah sedikit sedikit.
" Tuan, urusan Anda dengan saya. Jangan libatkan orang lain dalam hal ini. Lepaskan dia dan Anda bisa melakukan apapun yang kalian bisa untuk membalas dendam kalian pada saya. " Aisyah menurun bahunya dan berhasil membuat tangan itu terlepas.
" Lepaskan dia, atau kalian akan menyesal. " Ucap Aisyah dengan aura dingin yang mulai muncul dari dirinya.
" Hahaha... Emang apa yang bisa kamu lakukan pada kami, sampai kamu begitu berani mengancam ku. " Ucap bos brandal.
" Yang bisa saya lakukan?. " Aisyah menyeringai sinis, tangannya sudah mengepal sempurna di bawah sana dan siap untuk di layangkan pada bos brandal.
𝘉𝘶𝘨𝘩.....
" Ini lah yang bisa saya lakukan!. " Ucap Aisyah dengan kasar.
Pukulan berhasil mendarat di perut bos brandal, meskipun terlihat hanya pukulan biasa namun nyatanya itu bisa membuatnya kesakitan.
Bos brandal itu membungkuk, tangannya langsung menekan perutnya yang terkena hantam tangan Aisyah. " Gila, kuat juga nih bocah. " Keluhnya.
" Masih berani?. " Lagi-lagi Aisyah menyeringai, dia melipat lengan bajunya yang dirasa mengganggu untung dia selalu memakai manset jadi aurat nya tetap tak terlihat.
Bos brandal itu begitu tajam menatap Aisyah kali ini, dia sudah mendapatkan pukulan sebagai pemanasan dan kini saatnya dia harus membalasnya berkali-kali lipat, meskipun orang itu adalah seorang wanita sekaligus.
" Bedebah! Kau tidak akan pernah aku lepaskan begitu saja!. " Umpatnya dengan wajah yang menyeramkan.
Bos brandal pun tak sungkan lagi untuk membalas perbuatan dari Aisyah, kini dia sudah maju dan siap melayangkan pukulan.
" Aisyah! Awas!. " Terima Farel yang mengetahuinya.
__ADS_1
𝘉𝘶𝘨𝘩....
𝘉𝘶𝘨𝘩....
Teriakan dari Farel membuat Aisyah dan juga Farel sendiri lengah, dalam bersamaan keduanya terkena pukul dari orang yang berbeda.
Farel terjengkang begitu juga dengan Aisyah, dia juga sudah ambruk di paving dengan tangan yang langsung memegangi perutnya.
"𝘒𝘢𝘬 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘵𝘢𝘶, 𝘥𝘪𝘢 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘵𝘢𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘬𝘦𝘢𝘩𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘬𝘶, 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩. " Batin Aisyah.
Satu keputusan yang Aisyah ambil yang akan membuat dirinya terluka, dia lebih baik menyembunyikan identitasnya pada Farel dan memilih terluka. Semua tak boleh tau, tidak boleh.
Bos brandal itu tertawa terbahak-bahak karena melihat betapa lemahnya Aisyah, ternyata semuanya tak sesuai seperti yang dia dengar.
Dia berjalan mendekat berjongkok di hadapan Aisyah yang masih kesakitan, mencapit pipinya dengan begitu kuat.
" Segini saja ternyata kekuatan mu. " Ucapnya di sambung dengan kekehan kecil.
Bos brandal itu melepaskan pipi Aisyah dengan kuat hingga kepala Aisyah terbentur paving.
" Kau akan menyesal setelah ini. " Lirih Aisyah.
" Hahaha.. Menyesal! Siapa yang akan menyesal aku atau kamu?! Hahaha..... " Tawanya meremehkan kata-kata Aisyah.
𝘊𝘶𝘪𝘩𝘩...
Dengan berani Aisyah meludahi bos brandal itu dan membuatnya kembali marah.
𝘗𝘭𝘢𝘬.. 𝘗𝘭𝘢𝘬.. 𝘗𝘭𝘢𝘬....
Tamparan berkali-kali Aisyah dapat dari tangan brandal itu, hingga pipinya lebam dan ujung bibirnya sedikit robek.
" Aisyah! Lepaskan Aisyah!. " Teriak Farel.
Farel pun sudah di pegang dua orang, Farel terus berontak dan ingin menolong Aisyah namun dia tidak bisa. "𝘉𝘶𝘨𝘩.. 𝘉𝘶𝘨𝘩.... " Dua pukulan lah yang akhirnya di dapat oleh Farel.
" Aisyah, pergi Aisyah! Pergi!. " Teriak Farel.
Begitu banyak orang yang ada di sana namun satu pun tak ada yang menolong Aisyah dan Farel, semuanya brandal itu sudah terkenal kejam dan begitu sadis.
Aisyah terus mengalah dia sama sekali tak berniat untuk melawan, dia ingin menyembunyikan semuanya dari Farel maupun dari semua orang yang ada di sana.
Bos brandal itu mencengkram baju Aisyah, menatapnya begitu bengis. " Siapa pun tak akan ada yang berani melawan dan mengalahkan ku, tidak akan ada!. " Ucapnya.
Lagi-lagi Aisyah di dorong dan kepalanya kembali harus terbentur paving. Aisyah sudah sangat pusing pandangannya mulai kabur, mungkin itu karena benturan yang berkali-kali terjadi padanya.
Satu tangan yang mengepal sudah ada di atas wajah Aisyah dan tinggal di ayunkan untuk sampai ke wajah Aisyah.
𝘉𝘶𝘨𝘩....
" Akulah lawan mu, bukan dia!. "
____
__ADS_1
Bersambung....
_______________