
_____
Happy Reading....
____________________
"Yeee..., akhirnya akhirnya! Ahhh...! Akhirnya aku bisa lagi menikmati makanan yang di buat Kak Rico.., ahh senengnya.. "
Teriak Felisha histeris karena saking senangnya bisa melihat Resto Nusantara kembali di buka, dan sebentar lagi dia akan bisa merasakan apa yang dia ingin makan di sana, yang pastinya adalah masakan dari Rico sangat pujaan hati.
Felisha berlari dengan buru-buru untuk masuk ke Resto yang sudah di perbaiki itu, bukan Felisha kalau langsung duduk manis seperti pengunjung lainnya dia pasti akan pergi ke dapur terlebih dahulu untuk mencari sensasi dulu. Tak sempurna juga belum melakukan itu.
Benar saja, tempat yang menjadi tujuan pertamanya adalah dapur yang dimana ada dua chef dan beberapa pembantunya yang tengah sibuk berkutat dengan alat dapurnya.
"Assalamu'alaikum, kak Rico! " Teriaknya heboh.
Rico, Dante dan lainnya pasti akan terkejut setelah itu, menoleh secara bersamaan dan mungkin ada yang berdecak ada juga yang hanya menggeleng. Seperti Dante salah satunya.
"Wa'alaikumsalam.. " Jawab Rico.
"Kebiasaan! Dasar cewek urakan! " Ucap Dante dengan sinis, matanya menatap Felisha dengan kesal di tambah lagi dengan mulutnya yang tak berhenti menyungging.
"Dante, jawab salam hukumnya? " Tanya Rico.
"Iya Pak ustadz, hukumnya wajib. Wa'alaikumsalam..! " Jawab Dante seolah tidak ikhlas.
"Kamu tidak akan mendapatkan pahala kalau tidak ikhlas begitu, Dan."
Felisha terkekeh, merasa menang banyak karena di bantu oleh Rico. "Iya, Kak! Seharusnya kalau jawab salam itu dengan ikhlas, jadi dapat pahala! " Seru Felisha.
"Iya Iya, Wa'alaikumsalam... " jawab Dante sembari nyengir manis nan terpaksa. "Puass!! " Imbuhnya.
Rico pasti menggeleng setelah itu. Setiap Dante bertemu dengan Felisha pasti akan terjadi perang, mungkin kali ini Felisha hanya sedang tidak mood saja untuk berdebat.
Tak menjawab lagi Felisha lebih serius dengan semua pergerakan tangan Rico di hadapannya. Tangan yang terus menari-nari di atas wajan sangat Felisha senangi, dan itulah yang membuat Felisha semakin tergila-gila dengan Rico.
"Kak, Rico! Ajarin aku masak dong, aku juga pengen bisa masak yang enak seperti Kak Rico. Supaya kelak kalau kita sudah sah aku bisa manjain Kak Rico dengan masakan ku." Pinta Felisha benar-benar berharap.
"Apa! Sah!! Jangan bermimpi di siang bolong deh! Yang ada kamu akan nyesek kalau itu hanya berhenti di dunia halu mu saja! " Cerocos Dante.
"Apa sih, Syirik aja jadi orang! Bilang saja situ iri karena nggak punya gebetan! Makanya rombak tuh wajah biar banyak yang naksir! " Sinis Felisha.
__ADS_1
"Astaghfirullah.. " Dante geleng-geleng kepala.
"Tumben bisa nyebut, udah insaf sekarang? Atau mungkin karena memang kenyataan kali ya? Hahaha..., muka hanya pas-pasan sih! Lebihin dikit ngapa sih! " Ejek Felisha.
"Aku suapin cabe set*an baru tau rasa loh cewek urakan! " Sungut Dante.
"Coba saja kalau berani? Di sini ada Kak Rico, pasti dia akan membantuku dari makhluk di bawah rata-rata kayak situ, iya kan Kak Rico? " Felisha beralih menatap Rico.
Rico tidak menjawab sepatah kata pun untuk Felisha, Rico hanya mengedikkan kedua bahunya dengan malas, bahkan matanya sama sekali tak menoleh ke arah Felisha.
"Syukurinnn!! Nggak ada pembela, hahaha!! " Tawa Dante.
"Biarin! Yang penting hati kak Rico kan hanya untuk Felisha, wekk.. " Terlihat lidah Felisha menjulur begitu panjang ke arah Dante, pembelaannya cukup signifikan juga untuk dirinya sendiri.
"Hem.. " Jawaban untuk Felisha tak lebih sekedar menyunggingkan bibir saja dari Dante, dia sudah tak mau berlama-lama lagi ngoceh dengan Felisha yang tidak ada faedahnya sama sekali.
Kini Felisha kembali fokus dengan Rico, sebentar lagi apa yang dia inginkan akan matang, Felisha sudah gak sabar untuk itu. "Cepat sedikit, Kak! Aku sudah sangat sangat lapar.. "
"Bentar Feli, apa kamu mau makan mentah-mentah begini? " Tanya Rico.
"Boleh! Asal kak Rico yang suapin. " Ucap Felisha sembari cengengesan.
____
Sepulang dari kampus ketiga gadis berhijab itu mereka sempatkan untuk mampir dulu ke Resto Nusantara, meskipun hanya sekedar lihat-lihat atau mungkin mereka bisa minum-minum kopi.
Ketiga gadis itu sudah duduk di kursi yang ada di satu meja, mata mereka terus memandangi semua sudut yang juga sudah terdapat para pengunjung yang ada. Senang hati mereka bisa membantu Resto itu kembali berdiri lagi, bahkan sekarang sudah bisa beroperasi lagi.
Tak lupa mereka juga memesan satu minuman untuk mereka masing-masing, dan dengan cepat pesanan mereka juga sudah sampai di hadapan mereka.
"Alhamdulillah ya, akhirnya Resto ini bisa kembali di buka." Ucap Aisyah mengawali percakapan, meskipun dia sudah tau sejak kemaren namun dia hanya seorang diri saat itu, dan dia belum bisa meluapkan kata-kata itu untuk siapapun.
"Iya, alhamdulillah sekali. " Jawab Shelvia setelah meneguk minumannya menggunakan sedotan.
"Iya, aku senang akhirnya kita bisa kesini lagi dan bisa menikmati minumannya, " Saut Meyka juga.
Tak ada obrolan yang serius dari mereka bertiga, selain mereka terus melihat sekeliling mereka hanya menikmati minuman mereka masing-masing.
Pas mata Aisyah sampai di pintu keluar masuk dapur dia melihat Rico juga Felisha yang tengah berjalan beriringan dengan saling tersenyum, mata Aisyah langsung tak berkedip dan terus melotot mengamati mereka berdua.
Sadar dengan apa yang terjadi dengan Aisyah, Meyka dan Shelvia mengikuti arah pandang matanya dan yang pasti akan mendapatkan hal yang sama seperti yang di lihat Aisyah, yaitu Felisha dan Rico.
__ADS_1
"Syah, kamu baik-baik saja kan? " Lirih Shelvia.
Aisyah masih tak bergeming, dia diam seribu bahasa tanpa menjawab sepatah katapun dari Shelvia.
"Aisyah, kamu tidak apa-apa kan?" Kali ini giliran Meyka yang bertanya sembari menyentuh bahu Aisyah.
Seketika Aisyah terkejut, dia sadar dan langsung mengalihkan pandangannya, "Astaghfirullah hal 'azim.." Ucapnya dan langsung melengos.
Ternyata keberadaan mereka bertiga juga di sadari oleh Felisha, senyum sinis terukir jelas di bibir Felisha kapan lagi dia bisa membuat hati Aisyah memanas kalau tidak sekarang? Lagian dia sangat menginginkan Rico jadi ini adalah pertarungan mereka berdua kan? Untuk bisa mendapatkan hati seorang Rico.
"Kak, kita duduk di sana yuk! Tapi nanti jangan lupa suapin aku ya? " Ucapnya yang di peruntukan untuk Rico namun matanya memandang arah Aisyah.
"Hem? Tidak bisa Feli, aku hanya menemanimu saja, kalau kamu masih seperti itu lebih baik aku pergi lagi, aku masih banyak pekerjaan." Jawab Rico seraya menolak permintaan Felisha.
"Yah.. Ngga bisa romantis dong! " Felisha merengut kecewa.
"Feli, kita hanya sebatas sahabat ya? Bukan lebih! Aku mau menemani mu karena kamu yang memintanya sebagai sahabat, tapi kalau kamu masih seperti itu lebih baik aku kembali." Setengah badan Rico sudah berbalik, namun dengan cepat Felisha menariknya untuk kembali.
"Iya-iya! Maaf. " Ucap Felisha menyesal.
"Yuk cepat! " Ajak Rico.
Rico dan Felisha kembali melangkah, namun saat langkah pertama mata Rico baru melihat kalau ternyata ada Aisyah juga di sana, "Aisyah." Gumamnya.
Dilihatnya Aisyah yang sangat murung, dan tidak semangat mungkin karena dia melihat dirinya juga Felisha dan apa yang di lakukan Felisha barusan.
Bukannya membuntuti Felisha, kini Rico malah balik arah dan berjalan untuk ke tempat Aisyah berada.
"Kak, kita duduknya di sana saja ya, yang lebih adem. " Ucap Felisha tanpa sadar akan kepergian Rico.
Lama tak mendapatkan jawaban Felisha menoleh dan berapa terkejutnya dengan apa yang dia lihat."Kak Rico! " Teriak Felisha. Kaki Felisha di hentakan kasar dia sangat jual dengan Rico, dan jangan lupakan mulutnya yang monyong beberapa senti.
Felisha berjalan ke arah Rico dengan kesal tentunya, dia keinginannya untuk bisa berdua saja telah gagal lagi sekarang dan itu hanya kaya Aisyah lagi.
"Ihh..., kak Rico tega."
__
Bersambung...
__________
__ADS_1