Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
117. Menerjang Badai


__ADS_3

Happy Reading....


___________


Hujan deras, kilat terus menyambar, petir terus menggelegar juga badai yang terus berhembus dengan kuat namun tak menyurutkan seorang Rico untuk menepati sebuah janji yang sudah dia buat sendiri.


Beberapa menit yang lalu, baru saja dia akan memejamkan mata arwah Fahmi kembali mendatangi dirinya dan menagih janji itu padanya.


"𝘙𝘪𝘤𝘰."


𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘬𝘢 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘪 𝘍𝘢𝘩𝘮𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘵𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢. 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘵𝘢𝘱𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨,"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢, 𝘛𝘶𝘢𝘯? "


"𝘙𝘪𝘤𝘰, 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪 𝘮𝘶 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢𝘢𝘯 𝘮𝘶 𝘺𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘪𝘭𝘪𝘩? " 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘍𝘢𝘩𝘮𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳𝘯𝘺𝘪𝘵, 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘥𝘪𝘢 𝘱𝘪𝘭𝘪𝘩? 𝘒𝘦𝘥𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨, 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘣𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘶𝘢𝘵.


𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘫𝘢𝘮𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘪𝘴𝘵𝘪𝘸𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪. 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘵𝘢𝘶, 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘯𝘺𝘢, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘨𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢.


𝘏𝘦𝘭𝘢𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘧𝘢𝘴 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘶𝘵𝘶𝘱 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘺𝘢, "𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪𝘬𝘶. "


"𝘚𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢, 𝘙𝘪𝘤𝘰. "


"𝘏𝘦𝘮.. " 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘬, 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘫𝘢𝘬 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘬𝘦 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘫𝘢𝘶𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳, 𝘺𝘢 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘙𝘦𝘴𝘵𝘰 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢.


𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘴𝘶𝘳𝘢𝘵 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘬𝘶𝘯𝘤𝘪𝘯𝘺𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢.


"𝘈𝘴𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮𝘶'𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮, 𝘉𝘶𝘯, 𝘠𝘢𝘩. " 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬.


"𝘞𝘢'𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮, 𝘕𝘢𝘬. " 𝘒𝘦𝘥𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘬𝘦𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘤𝘰.


𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘳𝘢𝘵 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘚𝘶𝘮𝘢𝘳𝘯𝘰, "𝘠𝘢𝘩, 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘪𝘬𝘩𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘣𝘶𝘯𝘥𝘢, 𝘴𝘶𝘳𝘢𝘵 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘯𝘢𝘮𝘢 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩. 𝘚𝘦𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪, 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘮𝘢𝘨𝘩𝘳𝘪𝘣 𝘣𝘦𝘴𝘰𝘬 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘈𝘺𝘢𝘩 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘣𝘶𝘯𝘥𝘢 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩, 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘩𝘢𝘥𝘪𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘬𝘶. "


"𝘜𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘣𝘶𝘯𝘥𝘢,? 𝘉𝘪𝘴𝘢 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘥𝘪 𝘳𝘦𝘴𝘵𝘰 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘭𝘰𝘭𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘺𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘬𝘶𝘱 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘪𝘢𝘺𝘢𝘪 𝘈𝘺𝘢𝘩 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘉𝘶𝘯𝘥𝘢 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪. 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢. "

__ADS_1


𝘚𝘶𝘮𝘢𝘳𝘯𝘰 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘚𝘶𝘴𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯, 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳𝘵𝘪. "𝘕𝘢𝘬, 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯? " 𝘜𝘤𝘢𝘱 𝘚𝘶𝘮𝘢𝘳𝘯𝘰.


"𝘈𝘱𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩? " 𝘐𝘮𝘣𝘶𝘩 𝘚𝘶𝘴𝘢𝘯.


"𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬, 𝘠𝘢𝘩, 𝘉𝘶𝘯. 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳. 𝘛𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨, 𝘣𝘦𝘴𝘰𝘬 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩, 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢, 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯... "


"𝘔𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘢𝘱𝘢, 𝘕𝘢𝘬.


" 𝘔𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪. " 𝘉𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘙𝘪𝘤𝘰.


"𝘉𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢, 𝘢𝘴𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮𝘶'𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮, 𝘠𝘢𝘩, 𝘉𝘶𝘯. 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘱𝘢𝘮𝘪𝘵. " 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘭𝘶𝘬 𝘚𝘶𝘴𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘚𝘶𝘮𝘢𝘳𝘯𝘰 𝘣𝘦𝘳𝘨𝘢𝘯𝘵𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘶𝘮 𝘱𝘪𝘱𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢, 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘮𝘱𝘶𝘩 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘬𝘪 𝘚𝘶𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘶𝘮 𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘴𝘶𝘳𝘨𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘱𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘬𝘪 𝘪𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢, 𝘥𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘳𝘨𝘢 𝘪𝘵𝘶.


𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘫𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘭𝘶𝘬 𝘚𝘶𝘴𝘢𝘯, "𝘙𝘦𝘴𝘵𝘶𝘪 𝘙𝘪𝘤𝘰 , 𝘉𝘶𝘯. 𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭. "


𝘚𝘶𝘴𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘚𝘶𝘮𝘢𝘳𝘯𝘰 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘨𝘦𝘮𝘪𝘯𝘨, 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘪𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶. "𝘈𝘴𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮𝘶'𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮... " 𝘛𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘥𝘢𝘳 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘪𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘮𝘪𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪.


"𝘕𝘢𝘬!! 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘢𝘶 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘯𝘢! " 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘢𝘬 𝘚𝘶𝘴𝘢𝘯.


"𝘙𝘪𝘤𝘰! 𝘙𝘪𝘤𝘰! " 𝘐𝘮𝘣𝘶𝘩 𝘚𝘶𝘮𝘢𝘳𝘯𝘰 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘙𝘪𝘤𝘰 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘤𝘶𝘢𝘤𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘶𝘳𝘶𝘬.


Awalnya Rico bingung akan memulainya dari mana, dia juga tidak mungkin menghadang semua masalah itu sendiri, dia harus meminta seorang untuk menemaninya.


Dengan keahliannya, Rico langsung melaju cepat ke sebuah tempat, Markas Mawar Berduri. Itulah tempat yang menjadi tujuannya sekarang, Rico akan meminta bantuan dari orang-orangnya Aisyah sendiri karena tak ada yang lain yang lebih kuat dari itu.


Rico mengenal baik Jon, dia yakin Jon akan membantunya, karena itu juga untuk menyelamatkan ketua mereka.


Bangunan yang begitu gelap gulita tak ada penerangan di luar sudah terlihat oleh Rico, dia langsung turun membunyikan gerbang menggunakan batu supaya ada orang yang akan membukanya, meski dia tidak yakin karena cuaca yang tidak mendukung.


Namun setelah beberapa kali Rico membunyikan akhirnya ada orang yang keluar, "Siapa kamu!" Ucapnya dengan nada tinggi dan penuh selidik, ya itu pasti akan dia lakukan karena mereka sama sekali tak mengenal Rico, mungkin mereka akan mengira kalau Rico adalah mata-mata, Kan?.


"Saya Rico, bisa bertemu dengan Pak Jon? Ini sangat penting, dan ini juga menyangkut ketua kalian, " Jawab Rico.

__ADS_1


"Memangnya siapa kamu?! "


"Saya Rico, saya hanya ingin bertemu dengan Pak Jon."


"Sebentar."


Orang itu kembali masuk dan tentunya masih membiarkan Rico berasa di luar di bawah air hujan yang terus berjatuhan.


Tak lama orang itu kembali, dan kali ini dia membiarkan Rico masuk, "masuk, pak Jon sudah menunggu! "


__


"Assalamu'alaikum, pak Jon. " Sapa Rico dengan begitu sopan.


Bukan hanya Jon saja yang ada di sana, melainkan ada Danu juga ya tengah duduk-duduk santai.


"Wa'alaikumsalam, silahkan duduk Tuan Rico." Jawab Jon tak kalah sopan, Jon maupun Danu pasti akan sangat sopan dengan Rico, mereka mengenal Rico adalah laki-laki yang spesial dari ketua mereka bagaimana mungkin mereka akan bertingkah tidak sopan.


"Ada apa, Tuan? Apa yang membuat Anda datang sendiri ke sini dan menerjang badai yang sangat mengerikan ini?" Tanya Danu.


"Ini bukan tentang saya, tapi tentang Aisyah dan juga keluarganya."


"Maksudnya? "


"Aku tak mengenal satu persatu musuh kalian atau musuh keluarga Aisyah. Tapi mulai malam ini sepertinya mereka akan melakukan hal yang buruk untuk keluarga Aisyah. Mereka tau hari ini adalah hari pernikahannya dan mereka ingin mengacaukan segalanya.


"Masalah di setiap terjadinya pernikahan di keluarga Aisyah sudah sangat di ketahui oleh mereka, dan mereka akan memanfaatkan itu. Mereka akan melakukan itu karena biar semua orang mengira kalau kutukan itu ada di keluarga Aisyah. Jadi saya meminta pak Jon untuk membantu saya menghentikan semuanya."


Begitu banyak Rico mengatakan semua, meskipun awalnya Jon juga Danu tak percaya namun mereka akhirnya membantu Rico.


 

__ADS_1


Bersambung...


______


__ADS_2