Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
186.Undangan Mengejutkan


__ADS_3

Happy Reading....


************


Pagi-pagi yang sangat cerah juga sangat indah. Semua kembali pada aktivitasnya masing-masing. Rico juga Aisyah sudah bersiap untuk ke tempat tujuan yang berbeda. Aisyah ke kampus sementara Rico akan ke resto.


Meski kini tengah mengandung Aisyah tetap harus dengan kuliahnya. Bisa saja dia melakukan kuliah dengan cara Home Schooling tapi tidak, dia akan lebih semangat jika datang langsung ke kampus dan berada di hadapan para dosen yang membimbing.


"Sayang, nanti jemput jam berapa?" Tanya Rico seraya mendekati Aisyah.


"Hem, sekitar jam dua, Bang." Jawab Aisyah yang juga menoleh ke arah Rico yang kini sudah ada di belakangnya.


"Baiklah ratuku. Nanti tunggu abang jemput. Jangan kemana-mana ya."


"Abang nggak ke kampus hari ini?" Tanya Aisyah.


"Tidak ada jadwal. Besok mungkin?" Rico seolah berpikir entah benar atau tidak yang dia pikirkan. Semoga saha benar.


Aisyah mengangguk dengan cepat dan kembali membereskan semua perlengkapan yang akan dia bawa ke kampus.


Semua sudah siap dan keduanya bergegas untuk pergi sekarang juga. Tentu mereka akan berpamitan dengan bunda juga Ayah.


Selesai berpamitan mereka berangkat tapi baru saja mereka berdua hendak naik ke mobil ada orang yang datang.


"Assalamu'alaikum... permisi, apakah benar ini rumah pak Rico?" Tanya nya.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam, ya benar. Ada apa ya, Pak?" Rico kembali menutup pintu mobil lalu menghampiri orang itu. Sementara Aisyah juga urung untuk masuk.


Aisyah terus mengamati langkah Rico yang mendekati orang itu juga saat keduanya berbicara.


"Ini ada undangan untuk anda dan istri anda," Orang itu tersenyum seraya memberikan undangan berwarna silver.


"Undangan?" Rico mengernyit.


"Iya, pak. Kalau begitu saya permisi, assalamu'alaikum," Pamitnya.


"Wa'alaikumsalam," Jawab Rico.


Aisyah melangkah mendekat, dia juga sangat penasaran dengan undangan yang Rico terima. Tapi itulah Rico, belum membuka saja doa sudah tersenyum seolah tau apa yang ada di dalam undangan itu.


Di sodorkan undangan itu pada Aisyah mungkin Aisyah yang lebih penasaran karena Rico sudah pasti tau apa isinya.


"Sepertinya kita harus membeli kado yang spesial," Celetuk Rico.


"Maksudnya?" Jelas Aisyah sangat kebingungan, dia tidak tau apa maksud dari apa yang Rico katakan.


"Bukalah," Pinta Rico.


Bergegas Aisyah membuka undangan itu dibaca dengan seksama dan akhirnya dia tau isinya. Dan benar, mereka harus membeli kado yang sangat spesial.


"Alhamdulillah, akhirnya Kak Farel dan Felisha akan menikah juga. Senang akhirnya Kak Farel menemukan jodohnya," Ucap Aisyah.

__ADS_1


"Alhamdulillah, semua akan bahagia." Jawab Rico.


"Belum," Aisyah menegaskan.


"Lah, kok belum?"


"Bang Faisal masih jomblo. Entah kapan dia akan bertemu dengan jodohnya. Aku pengen jomblangin dia sama temen tapi takut tidak sesuai," Ucap Aisyah.


"Tidak usah. Jodohnya sudah di persiapkan oleh Allah. Cepat atau lambat juga akan bertemu." Rico tersenyum lagi penuh arti.


"Kenapa tersenyum?"


"Tidak, yuk berangkat. Kalau tidak kamu akan terlambat nantinya. Abang juga akan kesiangan Dante pasti akan mengomel kalau abang nggak datang-datang."


Rico merangkul Aisyah menuntun ke mobil dan membukakan pintunya. Meminta Aisyah masuk dengan pelan setelahnya di tutup pintu dengan pelan juga.


"Apa yang bang Rico sembunyikan?" Gumam Aisyah.


'Jodohnya sudah dekat, mereka sudah di pertemukan hanya saja kisahnya belum di mulai. Masih menunggu Mak Author yang masih sok sibuk. Semoga kisahnya juga cepat jadi. Mak Author, jangan lama-lama ya 😄😄," Pinta Rico.


Dengan penuh keyakinan Rico juga Aisyah berangkat menuju tempat yang sudah menjadi tujuan. Semoga saja semuanya di lancarkan. Amin.


~£


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2